Token TRUMP Melejit, Investor Raup Untung Rp 24 Miliar di Tengah Gejolak Pasar Kripto

3 months ago 42

Liputan6.com, Jakarta - Pasar kripto kembali ramai diperbincangkan setelah muncul investor baru yang membeli token TRUMP di jaringan Solana dan berhasil meraih keuntungan belum terealisasi lebih dari USD 1,5 juta atau sekitar Rp 24 miliar (estimasi kurs Rp 16.632 per USD.

Aksi ini dilakukan melalui platform perdagangan Hyperliquid, di tengah volatilitas tinggi pasar aset digital. Transaksi besar tersebut langsung menarik perhatian analis karena diduga berkaitan dengan aktivitas “whale” atau pemain besar yang bisa memengaruhi stabilitas harga.

Dikutip dari coinmarketcap, Kamis (30/10/2025), dalam laporan blockchain, pembelian besar ini terkait dengan mantan CEO BitForex, Garrett Jin, yang disebut memiliki keterkaitan dengan dompet (wallet) yang mengakumulasi token TRUMP dalam jumlah besar.

Langkah ini menambah spekulasi bahwa aktivitas spekulatif dan potensi insider trading kembali memanas di pasar kripto, terutama pada ekosistem Solana dan token bertema meme (meme coins) yang kerap menunjukkan lonjakan harga mendadak.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Promosi 1

Dompet Terkait Garrett Jin Borong Token TRUMP Senilai USD 1,4 Juta

Data terbaru mencatat bahwa wallet yang dikaitkan dengan Garrett Jin telah membeli 165.401 token TRUMP senilai sekitar USD 1,4 juta (Rp 22,8 miliar) menggunakan 5.346 token SOL pada 29 Oktober lalu.

Meski demikian, Garrett Jin membantah keterlibatan langsung dalam transaksi tersebut. Ia menegaskan bahwa dana yang digunakan bukan miliknya pribadi, melainkan milik kliennya. Setelah pernyataannya ramai diperbincangkan di X (Twitter), Jin kemudian menghapus unggahannya.

Aktivitas ini memicu kekhawatiran di kalangan analis terhadap tingginya volatilitas pasar Solana dan Hyperliquid, di mana lonjakan transaksi semacam ini dapat menyebabkan fluktuasi harga ekstrem hingga risiko likuidasi besar-besaran bagi trader lain.

Dalam waktu bersamaan, pasar kripto global juga tengah bergejolak akibat pengumuman kebijakan tarif baru oleh Donald Trump, yang turut memengaruhi likuiditas dan penilaian aset digital.

Kekhawatiran Manipulasi Pasar Kembali Meningkat

Para pengamat menilai, kejadian ini memiliki kemiripan dengan insiden “flash crash” pasar saham S&P 500 pada 2010, yang kala itu juga dipicu oleh transaksi besar dari pelaku institusional.

Lonjakan mendadak token TRUMP di tengah akumulasi wallet besar menimbulkan dugaan adanya manipulasi pasar atau perdagangan berbasis informasi dalam (insider trading).

Analis memperingatkan bahwa pergerakan harga $TRUMP masih akan sangat fluktuatif dalam waktu dekat. Aset ini digerakkan oleh perdagangan spekulatif berisiko tinggi, yang dapat menghasilkan keuntungan besar maupun kerugian mendalam dalam waktu singkat.

Meski begitu, sebagian investor tetap tertarik karena potensi keuntungan cepat di tengah volatilitas tinggi, terutama di jaringan Solana yang belakangan menjadi pusat aktivitas token bertema politik seperti TRUMP.

Garrett Jin, Mantan CEO BitForex, mengatakan: “Dana itu bukan milik saya, tetapi milik klien saya.”

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |