Strategy Transfer 22.704 Bitcoin Usai Rilis Laporan Keuangan

3 months ago 47

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan kripto Strategy milik Michael Saylor telah mentransfer 22.704 bitcoin (BTC) senilai USD 2,45 miliar atau Rp 40,77 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.642). Bitcoin tersebut dipindahkan ke beberapa dompet baru dalam sembilan jam, demikian menurut data Arkham.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Sabtu (31/10/2025), pergerakan bitcoin berskala besar ini telah menarik perhatian, mengingat ukuran dan potensi dampaknya terhadap dinamika pasar.

Pergerakan ini terjadi beberapa jam setelah Strategy melaporkan laba bersih sebesar USD 2,8 miliar atau Rp 46,59 triliun untuk kuartal ketiga. Kinerja keuangan Strategy itu juga melampaui harapan wall street.

Selain itu, Strategy juga melaporkan laba per saham dilusi sebesar USD 8,42 untuk kuartal ketiga, melampaui estimasi wall street sebesar USD 8,15.

Adapun Strategy, sebagai pemegang bitcoin korporat terbesar memegang 640.808 bitcoin senilai USD 70,28 miliar atau Rp 1.169 triliun. Kepemilikan itu naik dari 597.325 pada awal kuartal ketiga.

Pemilik Strategy Michael Saylor mengatakan, perseroan akan tetap fokus pada pembelian bitcoin daripada mengejar kesepakatan apapun.

Transfer BTC oleh Strategy Memicu Spekulasi Pasar

Transfer bitcoin masssal berturut-turut baru-baru ini dari dompet Strategy ke berbagai alamat baru telah memicu spekulasi pasar. Analis kripto Emmett Gallic menuturkan, transaksi tersebut kemungkinan terkait dengan “peralihan kustodian”.

Transfer massal oleh pemegang aset besar sering kali berkaitan dengan restrukturisasi kustodian atau peningkatan keamanan internal bukan likuidasi. Petunjuknya terletak pada pola pergerakannya. Selain itu, Michael Saylor juga bertaruh besar pada bitcoin. Ia prediksi bitcoin mencapai USD 150.000.

Target Perusahaan Kripto Strategy

Kepada CNBC, ia menuturkan, bitcoin bakal terus menguat seiring struktur pasar yang jelas. "Saya pikir bitcoin akan terus naik. Ekspektasi kami saat ini adalah akhir tahun seharunys sekitar USD 150.000,” ujar dia.

Michael Saylor juga menegaskan kalau pihaknya akan tetap beli bitcoin.

Meskipun demikian, transfer itu mengonfirmasi restrukturusasi internal, alih-alih aksi jual besar-besaran pada saat Strategy telah mencapai imbal hasil bitcoin (BTC) sebesar 26% pada 2025 dan keuntungan BTC sebesar USD 12,9 miliar atau Rp 214,66 triliun.

"Kami menghasilkan imbal hasil BTC sebesar 26% dan keuntungan BTC sebesar USD 13 miliar year to date, dan kami menegaskan kembali panduan setahun penuh untuk laba operasional sebesar USD 34 miliar, laba bersih sebesar USD 24 miliar, dan earning per share (EPS) terdilusi sebesar USD 80 per saham, berdasarkan prospek harga BTC sebesar USD 150.000 pada akhir tahun,” ujar Chief Financial Officer Strategy, Andrew Kang.

2 Sentimen Ini Bayangi Harga Bitcoin Selama Sepekan

Sebelumnya, Financial Expert Ajaib, Panji Yudha menilai pergerakan harga bitcoin akan didominasi sejumlah sentimen pada pekan ini. Sentimen itu makro ekonomi dan geopolitik.

Pada Senin, 27 Oktober 2025, harga bitcoin (BTC) melejit ke posisi USD 114.500 pada pukul 08.00 WIB. Pada periode perdagangan 17-27 Oktober 2025, harga bitcoin dan emas menunjukkan korelasi yang negative.

“Bitcoin tercatat telah mengalami kenaikan signifikan sebesar 10,60% dari level terendahnya di USD 103.530,” kata dia dalam catatannya.

Panji mengatakan, tren kenaikan ini didukung oleh korelasi negatif yang jelas dengan emas, aset lindung nilai tradisional. Harga tokenisasi emas (token XAUT) tercatat telah turun lebih dari 8% dari rekor tertinggi di USD 4.395.

"Koreksi tajam pada emas ini memicu investor untuk beralih dari aset safe haven menuju aset berisiko seperti bitcoin menandakan kembalinya sentimen risk-on ke pasar kripto,” kata dia.

Pergerakan Harga Bitcoin

Adapun pergerakan harga bitcoin, menurut Panji didominasi oleh makroekonomi dan geopolitik yang akan berlangsung pekan ini.

Pertama, keputusan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) pada 29 Oktober:

“Keputusan kebijakan moneter The Fed akan diumumkan pada 29 Oktober. Pasar futures dana Fed saat ini memproyeksikan hampir pasti terjadi pemotongan suku bunga sebesar 25 basis point, membawa kisaran target ke 3.75%-4.00%, ujar dia.

Kedua, KTT AS-China pada 30 Oktober 2025:

Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada 30 Oktober untuk membahas isu tarif. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi pejabat kedua negara telah mencapai ‘konsensus awal’ mengenai isu perdagangan utama, menandakan "ancaman tarif 100% terhadap produk asal China kini sudah tidak lagi menjadi bahasan".

“Kedua event ini menjadi penentu utama apakah sentimen risk-on akan berlanjut,” ujar dia.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |