Jaringan Ethereum MegaETH Raup Rp 5,8 Triliun dari Penjualan Token, Segini Valuasinya

3 months ago 36

Liputan6.com, Jakarta - Jaringan lapis kedua Ethereum bernama MegaETH berhasil menarik perhatian besar para investor setelah menggelar penawaran koin perdana (ICO) pada Senin waktu setempat. Hanya dalam waktu lima menit sejak dibuka, penawaran tersebut langsung kelebihan permintaan.

Lima jam setelah peluncuran, MegaETH tercatat telah mengantongi dana pra-deposit investor sebesar USD 350 juta atau Rp 5,81 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.602). Nilai ini mencerminkan fully diluted valuation (FDV) sementara sebesar USD 7 miliar atau Rp 116,21 triliun. Demikian dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (28/10/2025).

MegaETH mulai mencuri perhatian sejak peluncuran testnet pada Maret lalu. Sebagai jaringan tambahan (scaling network), MegaETH disebut menawarkan kecepatan transaksi yang jauh lebih tinggi dibandingkan jaringan utama Ethereum.  Beberapa pengguna bahkan menyebut jaringan ini membuat Ethereum terasa lebih cepat dan instant.

Tingginya minat investor terlihat dari jumlah pengguna yang telah menyelesaikan proses verifikasi identitas. Tercatat lebih dari 100 ribu pengguna telah mendaftar untuk berpartisipasi dalam pembelian token tersebut.

Para pengguna yang mendaftar ini diberikan waktu selama 72 jam untuk mengajukan tawaran pembelian token dan hasil alokasi akan diumumkan minggu depan. Karena jumlah peminat yang sangat tinggi, alokasi akan ditentukan berdasarkan tingkat keterlibatan pengguna di komunitas MegaETH dan Ethereum, baik melalui aktivitas sosial maupun catatan transaksi di blockchain.

Meskipun valuasi USD 7 miliar masih bersifat perkiraan, pihak pengembangan menyebut nilai FDV MegaETH akan berada di kisaran USD 999 juta setelah pembagian token selesai.

Promosi 1

Jual Token

Menurut data dari Arkham Intelligence, dalam dua jam pertama penjualan terdapat 819 alamat dompet kripto yang masing-masing mengirim hingga USD 186.282 dalam bentuk USDT ke alamat resmi penjualan MegaETH.

Di Polymarket, para prediktor memprediksi peluang total dana komitmen publik tembus USD 1,8 miliar atau Rp 29,8 triliun diperkirakan hanya sekitar 27%. Sebaliknya, sebagian besar prediktor dengan kemungkinan 84%, memperkirakan dana yang terkumpul tak akan sampai USD 1 miliar atau Rp 16,6 triliun.

Dalam ICO kali ini, MegaETH hanya menjual 5% dari total 10 miliar token yang tersedia. Peserta yang berdomisili di Amerika Serikat diwajibkan mengunci dana investasi selama satu tahun untuk mematuhi peraturan yang berlaku. Sementara, bagi peserta dari luar AS, penguncian dana bersifat opsional, namun langkah tersebut bisa meningkatkan peluang untuk mendapatkan alokasi token.

Mengacu pada whitepaper MiCA MegaETH, acara token generation dijadwalkan berlangsung setidaknya 40 hari setelah penjualan publik berakhir, atau paling cepat pertengahan Desember 2025.

Kendati demikian, dalam dokumen tersebut juga disebutkan peluncuran resmi token MEGA diperkirakan akan berlangsung pada Januari 2026.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Warga Australia Pimpin Adopsi Kripto Global, Bitcoin dan Ethereum Jadi Favorit

Sebelumnya, Australia kini menjadi salah satu negara dengan tingkat adopsi mata uang kripto tertinggi di dunia. Berdasarkan data pasar terbaru, aktivitas pengguna kripto di Negeri Kanguru meningkat pesat, didorong oleh investasi besar-besaran pada Bitcoin dan Ethereum.

Dikutip dari coinmarketcap, Jumat (24/10/2025), lonjakan ini turut berdampak pada pasar keuangan, dengan volume transaksi yang terus tumbuh dan diversifikasi aset yang semakin luas. Kondisi ini menegaskan posisi Australia sebagai pemain penting dalam perkembangan ekosistem kripto global.

Beberapa bursa besar seperti WhiteBIT dan OKX bahkan telah memperluas operasinya ke Australia. Kehadiran mereka memperkenalkan berbagai inovasi, termasuk penggunaan trading bot yang memudahkan investor ritel maupun institusional.

“Kami berhasil menggandakan volume perdagangan sejak meluncurkan alat otomatis, yang menunjukkan pemikiran maju masyarakat Australia dalam berinvestasi kripto,” ujar tim OKX Australia.

Dengan dukungan regulasi yang jelas dan meningkatnya minat institusional, Australia diperkirakan akan terus menjadi pusat pertumbuhan ekosistem aset digital dunia.

Pasar Kripto Australia Diproyeksi Tembus USD 114,9 Miliar pada 2033

Analis keuangan memperkirakan nilai pasar kripto Australia dapat mencapai USD 114,9 miliar atau sekitar Rp1.863 triliun (kurs Rp16.200 per dolar AS) pada 2033. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya investasi institusional, terutama pada produk seperti Bitcoin ETF.

Selain itu, regulasi yang ramah terhadap aset digital dinilai memperkuat kepercayaan publik serta memudahkan ekspansi bursa kripto global ke pasar Australia.

Menurut analis Kanalcoin, kebijakan pemerintah yang pro-kripto sejalan dengan tren global dan diyakini akan menjaga dominasi Australia dalam sektor ini. Sejarah menunjukkan, warga Australia selalu adaptif terhadap teknologi baru — menjadikan negara ini salah satu motor utama dalam adopsi mata uang digital di dunia.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |