Investor Awal Tesla Sebut Gaji Senilai USD 1 Miliar Kini Dibayar Pakai Bitcoin

3 months ago 86

Liputan6.com, Jakarta - Investor modal ventura sekaligus miliarder Tim Draper juga menjadi salah satu pendukung bitcoin (BTC) yang terkenal. Ia juga termasuk di antara miliarder pertama yang membeli bitcoin.

Tim Draper menghabiskan USD 19 juta atau Rp 318,81 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.779) untuk membeli 30.000 BTC saat U.S Marshals Service melelang kripto yang disita dari Silk Road pada 2014. Demikian mengutip Yahoo Finance, Minggu (28/12/2025).

Selain itu, Tim Drapers juga terkenal karena investasi di perusahaan kripto populer antara lain Coinbase dan Robinhood Markets serta raksasa teknologi lainnya seperti Tesla.

Perusahaannya, Draper Associates, juga telah berinvestasi di Rise, platform penggajian dan kepatuhan hibrida, yang ia puji karena mencapai tonggak penggajian sebesar USD 1 miliar atau Rp 16,7 triliun, termasuk dalam Bitcoin.

Rise tidak hanya memungkinkan bisnis untuk merekrut talenta, tetapi juga membantu mereka membayar tim global di lebih dari 190 negara baik dalam mata uang fiat maupun mata uang kripto, termasuk stablecoin seperti USDC milik Circle (NYSE: CRCL) dan USDT milik Tether.

Rise mengidentifikasi keterbukaan tenaga kerja global berbasis Web3 untuk menerima pembayaran dalam kripto dan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam membayar tenaga kerja yang tersebar di seluruh dunia, dan menjembatani kesenjangan tersebut dengan model penggajian hibrida uniknya.

Layanan pembayaran inovatif ini membantu Rain mencapai tonggak USD 500 juta awal tahun ini dan tonggak USD 1 miliar sembilan bulan kemudian, Draper memuji perusahaan tersebut di X pada 26 Desember.

Tuntutan Tenaga Kerja Beragam

"Saat ini, pekerjaan bersifat global dan talenta tersebar di seluruh dunia. Namun, sistem pembayaran masih terjebak di masa lalu," ujar dia.

"Menggandakan volume seumur hidup Anda dalam 9 bulan tidak akan terjadi kecuali Anda menyelesaikan masalah yang benar-benar mendesak."

Draper menunjuk pada arah yang dituju oleh pekerjaan global dan bagaimana perusahaan pembayaran inovatif yang berfokus pada kripto seperti Rise, yang disesuaikan dengan tuntutan tenaga kerja yang beragam, dapat memanfaatkan transisi tersebut.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Kapitalisasi Pasar Kripto Capai USD 3,3 Triliun, Miliarder Kripto Tumbuh 40%

Sebelumnya, populasi miliarder kripto global telah mengalami lonjakan signifikan, mencapai 241.700 individu. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 40% hanya dalam satu tahun terakhir.

Data fantastis ini terungkap dalam Crypto Wealth Report 2025 yang dirilis oleh Henley & Partners.

Kenaikan tajam ini beriringan dengan reli pasar yang lebih luas. Dilansir dari Yahoo Finance pada Kamis, (25/9/2025), berdasarkan laporan yang menampilkan data dari firma intelijen kekayaan global New World Wealth, total kapitalisasi pasar aset digital secara keseluruhan telah mencapai USD 3,3 triliun pada Juni, meningkat 45% dari tahun ke tahun.

Bitcoin Jadi Penggerak Utama dan Aset Jaminan

Bitcoin (BTC) tetap menjadi motor utama penciptaan kekayaan di sektor ini. Jumlah pemegang portofolio Bitcoin di atas USD 1 juta melonjak 70% dari tahun ke tahun, mencapai 145.100 orang.

Di tingkat kekayaan super, kini terdapat 450 individu yang menguasai setidaknya USD 100 juta dalam bentuk kripto, sementara 36 miliarder mengendalikan aset dengan nilai yang jauh lebih besar.

Pergeseran Aset Digital

Laporan tersebut juga menyoroti adanya pergeseran cara aset digital digunakan. Bitcoin semakin dianggap sebagai aset jaminan (collateral) daripada sekadar permainan spekulatif. Evolusi ini, menurut para pengamat, tengah mengubah BTC menjadi lapisan dasar (base layer) dari sistem keuangan paralel yang baru.

"Bitcoin menjadi fondasi sistem keuangan paralel, di mana [BTC] bukan lagi sekadar investasi untuk spekulasi pada apresiasi harga mata uang fiat, tetapi mata uang dasar untuk mengakumulasi kekayaan," ujar Philipp A. Baumann, pendiri Z22 Technologies, dalam laporan tersebut.

Kekayaan Tanpa Batas dan Pilihan Kewarganegaraan

Sifat desentralisasi kripto juga turut mengubah pola kekayaan global.

Para analis mencatat investor kini aktif mencari program kewarganegaraan dan residensi untuk menyiasati ketidakpastian regulasi, sekaligus mengamankan akses ke yurisdiksi perbankan dan perpajakan yang efisien.

Indeks Adopsi Kripto tahunan Henley menempatkan Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, Swiss, dan Uni Emirat Arab (UEA) sebagai lima destinasi teratas bagi investor aset digital.

Dengan lebih dari USD 14 triliun kekayaan bergerak melintasi batas negara tahun lalu, laporan tersebut berpendapat bahwa portabilitas kripto, yang diamankan hanya dengan frasa seed, menandai terobosan sistem keuangan yang berabad-abad didasarkan pada lokasi fisik.

"Saat ini, mata uang kripto telah membuat geografi menjadi opsional, hanya dengan 12 kata yang dihafal, seseorang dapat mengamankan satu miliar USD dalam Bitcoin, yang dapat diakses secara instan baik dari Zurich maupun Zhengzhou," tutup Dominic Volek, Group Head of Private Clients di Henley & Partners.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |