Harga Ether Tertekan, Cadangan ETH Bitmine Catat Kerugian Fantastis

2 months ago 65

Liputan6.com, Jakarta - Bitmine Immersion Technologies, perusahaan pengelola cadangan aset digital yang sahamnya tercatat di bursa dan dikaitkan dengan investor ternama Tom Lee, tengah menghadapi kerugian belum terealisasi lebih dari USD6 miliar dari kepemilikan Ethereum (ETH). Kerugian ini mencerminkan besarnya risiko neraca keuangan yang melekat pada strategi akumulasi token kripto dalam skala besar.

Dikutip dari Yahoo Finance, Rabu (4/2/2026), tekanan tersebut semakin dalam setelah Bitmine menambah kepemilikan sebanyak 40.302 ETH pada pekan lalu. Dengan akuisisi tersebut, total cadangan Ethereum perusahaan kini melampaui 4,24 juta ETH.

Berdasarkan data Dropstab, nilai cadangan Ether Bitmine saat ini diperkirakan sekitar USD 9,6 miliar, jauh turun dibandingkan estimasi puncaknya yang mencapai USD 13,9 miliar pada Oktober lalu. Selisih valuasi tersebut mencerminkan kerugian kertas (unrealized losses) yang signifikan akibat koreksi harga kripto.

Kondisi ini terjadi di tengah tekanan pasar aset digital secara global. Aksi jual meluas membuat sejumlah aset kripto utama tertekan, termasuk Ethereum, yang berdampak langsung pada perusahaan dengan kepemilikan besar dan terkonsentrasi.

Tekanan Likuiditas Dorong Harga Ether

Penurunan nilai cadangan Bitmine sejalan dengan pelemahan harga Ether yang sempat meluncur ke kisaran USD2.300 pada akhir pekan. Sejumlah pengamat pasar mengaitkan penurunan ini dengan menipisnya likuiditas serta tingginya penggunaan leverage di pasar kripto.

Analis dari The Kobeissi Letter menilai kedalaman pasar yang rapuh membuat harga aset kripto rentan mengalami penurunan tajam dalam waktu singkat. Posisi pasar yang terlalu padat mempercepat tekanan jual begitu sentimen negatif muncul.

Kondisi tersebut menyebabkan keuntungan kertas yang sebelumnya dinikmati perusahaan dengan cadangan kripto besar terkikis dengan cepat. Situasi ini berbanding terbalik dengan optimisme yang sempat menyelimuti pasar kripto pada fase awal siklus sebelumnya.

Tom Lee, yang dikenal sebagai pendukung aset digital, belakangan juga mengingatkan bahwa kondisi jangka pendek pasar kripto telah memburuk. Ia memperingatkan bahwa tahun 2026 berpotensi diawali dengan tantangan berat, seiring pasar masih mencerna dampak deleveraging pasca-likuidasi senilai USD19 miliar pada Oktober lalu.

Prospek Kripto dan Fokus Keamanan Ethereum

Meski menghadapi tekanan besar, Tom Lee tetap menilai fundamental jangka panjang kripto masih solid. Menurutnya, fase saat ini lebih merupakan penyesuaian yang menyakitkan ketimbang kerusakan struktural pada ekosistem kripto.

Pandangan tersebut sejalan dengan laporan prospek pasar dari Wintermute. Perusahaan itu menilai pemulihan berkelanjutan membutuhkan momentum baru pada Bitcoin dan Ethereum, partisipasi yang lebih luas dari produk ETF, serta peningkatan adopsi kripto dalam pengelolaan kas perusahaan.

Wintermute juga menyoroti minimnya arus dana ritel sebagai kendala utama. Dengan banyak investor beralih ke tema yang tumbuh lebih cepat seperti kecerdasan buatan dan komputasi kuantum, pasar kripto dinilai masih kesulitan memulihkan efek kekayaan hingga kepercayaan dan likuiditas kembali.

Di sisi lain, Ethereum Foundation meningkatkan fokus pada keamanan pasca-kuantum sebagai prioritas strategis. Lembaga tersebut membentuk tim khusus Post Quantum dan mengalokasikan dana USD2 juta untuk riset, pengembangan, serta koordinasi ekosistem demi memperkuat ketahanan jaringan Ethereum di masa depan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |