FBI Tangkap 276 Pelaku Penipuan Kripto Global, Modus “Pig Butchering” Dibongkar

7 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Operasi internasional yang dipimpin Federal Bureau of Investigation (FBI) berhasil menangkap sedikitnya 276 orang yang diduga terlibat dalam jaringan penipuan kripto dengan modus “pig butchering”. Aksi ini menjadi salah satu penindakan terbesar terhadap jenis kejahatan tersebut.

Dikutip dari CoinMarketCap, Kamis (30/4/2026), penangkapan menyasar para manajer dan perekrut dalam jaringan penipuan, bukan hanya pelaku lapangan. Hal ini menunjukkan fokus aparat untuk membongkar struktur organisasi di balik kejahatan tersebut.

Operasi ini melibatkan banyak negara, mencerminkan sifat lintas batas dari jaringan penipuan kripto. Dalam praktiknya, pelaku biasanya mendekati korban melalui media sosial atau aplikasi pesan, membangun kepercayaan dalam jangka waktu tertentu, lalu mengarahkan korban ke platform investasi kripto palsu.

Platform tersebut dibuat menyerupai layanan resmi, namun sebenarnya dikendalikan oleh pelaku untuk mencuri dana korban.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Modus “Pig Butchering” dan Jaringan Asia Tenggara

Istilah “pig butchering” merujuk pada strategi pelaku yang “menggemukkan” korban dengan membangun kepercayaan sebelum akhirnya mengambil seluruh dana mereka. Pelaku sering menyamar sebagai pasangan romantis atau penasihat investasi.

Korban kemudian dibujuk untuk menyetorkan dana kripto ke platform yang tampak meyakinkan, padahal sepenuhnya merupakan bagian dari skema penipuan.

Dalam operasi terpisah namun terkait, US Department of Justice (DOJ) melalui tim khusus Scam Center Strike Force juga menargetkan jaringan di Asia Tenggara, yang diketahui menjadi basis banyak operasi penipuan ini.

Besarnya jumlah penangkapan menunjukkan bahwa aparat kini memperlakukan kasus ini sebagai kejahatan terorganisasi, bukan sekadar penipuan biasa. Hal ini sejalan dengan meningkatnya pengawasan terhadap kejahatan keuangan berbasis aset digital.

Dampak bagi Pengguna Kripto dan Industri

Operasi ini menandakan bahwa aparat penegak hukum internasional mulai membangun sistem permanen untuk memerangi penipuan kripto, bukan hanya operasi sesaat.

Bagi pengguna kripto, kewaspadaan menjadi kunci utama. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada tawaran investasi yang datang secara tiba-tiba, terutama melalui media sosial, aplikasi kencan, atau pesan pribadi.

Platform yang meminta setoran kripto tanpa reputasi jelas atau regulasi resmi harus diwaspadai. Hal ini penting karena perbedaan antara platform asli dan palsu sering kali sulit dikenali.

Di sisi lain, langkah ini juga meningkatkan tekanan terhadap perusahaan kripto resmi untuk memperkuat sistem keamanan dan pencegahan penipuan. Kolaborasi lintas negara pun diperkirakan akan terus meningkat seiring berkembangnya kejahatan digital di sektor ini.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |