Bitcoin Tembus USD 90.000, Investor ETF BlackRock Akhirnya Kembali Untung

2 months ago 33

Liputan6.com, Jakarta Setelah berbulan-bulan diterpa volatilitas, para pemegang BlackRock Bitcoin ETF (IBIT) akhirnya bisa tersenyum. Lonjakan harga Bitcoin (BTC) yang menembus level USD 90.000 membuat seluruh kerugian yang terjadi pada Oktober 2025 kini terhapus. Pemulihan ini terjadi di tengah sentimen makroekonomi yang membaik dan meningkatnya adopsi institusional terhadap aset kripto.

Dikutip dari coinmarketcap, Sabtu (28/11/2025), dengan kenaikan BTC ke atas USD 90.000, pemegang ETF IBIT milik BlackRock berhasil kembali mencatatkan keuntungan. Data Arkham menunjukkan bahwa dana tersebut kini membukukan laba kumulatif USD 3,2 miliar, menutup kerugian mendekati USD 40 miliar yang terjadi sejak Oktober 2025.

Rebound ini menjadi titik balik psikologis bagi investor institusional. Selama ini Bitcoin kerap dianggap sebagai aset spekulatif, namun kehadiran produk terstruktur seperti ETF membuatnya tampil lebih kredibel. Produk seperti IBIT menarik arus modal stabil sehingga mampu menurunkan volatilitas dan meningkatkan kepercayaan pasar.

Pemulihan ini juga sejalan dengan kembalinya aliran dana masuk ke ETF Bitcoin. Setelah mencatat arus keluar besar pada November, minat investor kembali meningkat berkat prospek pertumbuhan jangka panjang. Tren ini menegaskan posisi ETF sebagai pendorong utama adopsi Bitcoin di kalangan institusi.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

BlackRock IBIT Kian Mendominasi

BlackRock sebagai manajer aset terbesar di dunia dengan kelolaan USD 13,5 triliun memainkan peran penting dalam pemulihan ini. Menurut K33 Research, IBIT menjadi satu-satunya ETF Bitcoin yang mencatat arus dana bersih positif sepanjang 2025. Reputasi BlackRock yang dianggap menjamin stabilitas dan profesionalitas membuat investor institusional lebih memilih IBIT sebagai pintu masuk ke aset kripto.

Data yang ditampilkan analis Vetle Lunde juga menunjukkan perbedaan nyata antara aliran dana IBIT dan ETF Bitcoin lainnya. Dominasi ini memperkuat persepsi bahwa IBIT adalah opsi paling aman bagi institusi yang ingin memperluas eksposur ke Bitcoin.

Akhir Tahun Berpotensi Bullish untuk Bitcoin?

Kenaikan Bitcoin ke level USD 90.000 terjadi di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Berdasarkan FedWatch Tool dari CME Group, pasar memperkirakan peluang 85,1% atas penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember 2025. Jika kebijakan ini terealisasi, aset berisiko termasuk Bitcoin diperkirakan mendapat dorongan tambahan.

Secara historis, penurunan suku bunga cenderung menguntungkan pasar saham dan aset spekulatif. Bitcoin yang semakin berkorelasi dengan pasar tradisional juga bisa memperoleh manfaat serupa. Meski begitu, risiko tetap ada. Jika ekspektasi pasar terhadap The Fed tidak terpenuhi atau terjadi guncangan ekonomi, momentum ini dapat melemah.

Kembali pulihnya keuntungan investor IBIT menandai fase baru bagi Bitcoin. Didukung arus dana institusional dan ekspektasi makro yang positif, pasar kripto tampak memasuki babak berikutnya. Tantangannya kini adalah apakah reli ini mampu bertahan hingga akhir 2025.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |