Bagaimana Merancang Rumah Sederhana tapi Mewah di Desa dengan Anggaran Terkendali? Ini Rahasia Hematnya

3 weeks ago 21

Liputan6.com, Jakarta Membangun hunian impian yang nyaman dan asri di tengah ketenangan pedesaan kini menjadi dambaan banyak keluarga. Lingkungan desa yang damai dan hijau menawarkan peluang besar untuk menciptakan tempat tinggal yang ideal dan dekat dengan alam. Konsep rumah sederhana tapi mewah di desa menggabungkan keindahan alam dengan kenyamanan modern, menciptakan hunian yang ideal dan nyaman bagi penghuninya.

Kunci dari rumah sederhana yang terlihat mewah tidak terletak pada ukuran atau kemewahan material semata. Sebaliknya, hal ini lebih pada desain yang fungsional, pemilihan warna yang tepat, pemanfaatan pencahayaan alami, serta penataan ruang yang cerdas. Kemewahan dalam konsep rumah sederhana seringkali tidak terletak pada kuantitas barang mewah, melainkan pada detail-detail kecil dan pilihan elemen yang cerdas yang memberikan nilai estetika tinggi.

Mewujudkan rumah idaman di pedesaan dengan estetika mewah namun tetap dalam anggaran terkendali memerlukan perencanaan yang matang dan strategi yang tepat. Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana merancang rumah sederhana tapi mewah di desa, serta berbagai rahasia hemat yang bisa Anda terapkan. Dengan panduan ini, Anda dapat memiliki hunian impian yang nyaman, asri, dan berkelas tanpa harus menguras dompet.

Lantas bagaimana merancang rumah sederhana tapi mewah di desa dengan anggaran terkendali? Bagaimana rahasia hematnya? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (8/8), simak ulasan informasinya berikut ini. 

Tips Merancang Rumah Sederhana tapi Mewah di Desa

Untuk menciptakan rumah sederhana yang tetap terlihat mewah di desa, beberapa tips desain dapat diterapkan secara efektif.

1. Gunakan Desain Minimalis dengan Sentuhan Tradisional

Desain minimalis menjadi pilihan tepat untuk menciptakan rumah yang rapi, bersih, dan elegan. Gaya ini bisa disesuaikan dengan lingkungan sekitar agar rumah tetap menyatu dengan alam dan budaya lokal. Untuk menambah nilai estetika dan memperkuat identitas lokal, sisipkan elemen tradisional seperti pintu kayu ukir, atap pelana khas, atau teras depan dengan tiang batu alam. Perpaduan ini membuat rumah tetap sederhana dari segi biaya, namun tetap terlihat berkelas dan berkarakter.

2. Maksimalkan Pencahayaan Alami dan Ventilasi

Pastikan desain rumah di desa memaksimalkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Ini akan sangat berguna karena berdampak pada kenyamanan dan efisiensi energi. Penggunaan jendela-jendela besar dan bukaan lebar, serta ventilasi silang, dapat mengoptimalkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Skylight atau bukaan pada atap juga dapat membuat ruang terasa lebih terang dan lapang.

3. Pemanfaatan Lahan Luas

Tanah di desa biasanya lebih luas dan terjangkau. Manfaatkan kesempatan ini untuk merancang halaman yang luas, taman, atau area bermain anak. Lahan hijau yang luas dapat dimanfaatkan untuk area berkebun atau tempat bermain anak-anak.

4. Desain Terbuka (Open Space)

Konsep tata letak terbuka sangat cocok untuk menciptakan ilusi ruang yang lebih luas dan lega. Dengan menyatukan area ruang tamu, ruang makan, dan dapur tanpa adanya pembatas, rumah akan terasa lebih fungsional.

5. Gunakan Warna Cat Cerah dan Netral

Warna netral seperti putih, abu muda, krem, atau pastel soft sangat disarankan karena memberi kesan bersih, luas, dan elegan. Penggunaan warna-warna netral juga dapat menciptakan kesan bersih dan elegan pada konsep open space.

Trik Merancang Rumah Sederhana tapi Mewah dengan Anggaran Terkendali

Mewujudkan rumah impian yang sederhana namun mewah di desa memerlukan perencanaan matang dan trik khusus dalam pengelolaan anggaran.

1. Buatlah Rencana Pembangunan yang Tepat

Perencanaan pembangunan rumah dapat dimulai dari mempertimbangkan ukuran bangunan, rincian biaya, dana darurat, hingga alokasi waktu pembangunan. Rencana ini sangat penting karena akan memengaruhi tahapan-tahapan selanjutnya. Perencanaan yang matang juga akan meminimalkan pemborosan material dan mengurangi biaya tak terduga.

2. Lakukan Riset untuk Mencari Harga Material yang Sesuai Budget

Harga material bangunan kini bisa dicek melalui internet dan website resmi toko bangunan. Bandingkan harga material dan sesuaikan dengan anggaran yang telah Anda siapkan.

3. Gunakan Jasa Tukang Bangunan Borongan

Sistem upah borongan penuh (sudah termasuk material dan jasa) seringkali lebih murah dibanding upah harian dan dapat membantu mengontrol anggaran karena harga sudah ditentukan di awal proyek. Pilih tukang bangunan yang tepat dan terpercaya, bisa diketahui dari testimoni orang terdekat.

4. Memaksimalkan Ruang Vertikal (Rumah 2 Lantai)

Rumah dua lantai adalah solusi cerdas untuk memaksimalkan ruang vertikal di lahan terbatas. Lantai bawah bisa difokuskan untuk area publik dan lantai atas untuk ruang pribadi. Ini memungkinkan penambahan luas bangunan tanpa memperluas lahan.

5. Mempertimbangkan Kondisi Geografis dan Iklim

Penting untuk memahami kondisi geografis dan iklim di desa tempat Anda akan membangun. Misalnya, desain tropis modern mengutamakan kenyamanan iklim tropis dengan bukaan lebar dan ventilasi silang yang optimal.

Rahasia Hemat Membangun Rumah Sederhana tapi Mewah di Desa

Biaya membangun rumah di desa cenderung lebih hemat dibandingkan di perkotaan karena harga tanah yang lebih murah dan upah tenaga kerja yang lebih rendah. Namun, untuk mencapai kesan "mewah" pada rumah sederhana, biaya dapat bervariasi secara signifikan tergantung pada kualitas material dan lokasi.

1. Prioritaskan Material Lokal

Bahan bangunan lokal yang telah memenuhi standar nasional memiliki kualitas yang sama dengan bahan mewah dan impor, namun dapat menghemat biaya secara signifikan. Penggunaan material lokal juga dapat membantu menekan biaya transportasi.

2. Manfaatkan Material Bekas Berkualitas

Pertimbangkan untuk menggunakan material bekas yang masih layak, seperti pintu, jendela, atau kayu. Material bekas bongkaran dapat digunakan kembali setelah diperbaiki dan dibersihkan, mengurangi pengeluaran.

3. Konsep Rumah Tumbuh

Pengembangan rumah secara bertahap, atau konsep rumah tumbuh, merupakan opsi yang cocok untuk menghemat biaya. Ini memungkinkan pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia dari waktu ke waktu, tanpa harus mengeluarkan dana besar sekaligus.

4. Fokus pada Fungsionalitas dan Efisiensi

Desain rumah minimalis dinilai cukup fungsional dan dapat menghemat biaya pembangunan. Efisiensi ruang dan kemudahan perawatan adalah kunci untuk menjaga biaya operasional rumah tetap rendah dalam jangka panjang.

5. Estimasi Biaya per Meter Persegi

Secara umum, biaya membangun rumah sederhana dapat berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp5 juta per meter persegi. Untuk rumah dengan tipe mewah, biaya per meter persegi bahkan bisa mencapai Rp5 juta atau lebih. Komponen terbesar dalam biaya pembangunan rumah adalah material bangunan, yang bisa mencapai 40-50% dari total anggaran keseluruhan.

Pilihan Material & Sentuhan Akhir untuk Kesan Mewah

1. Material 

Pemilihan material yang tepat dan sentuhan akhir yang cerdas dapat memberikan kesan mewah pada rumah sederhana, bahkan dengan anggaran terbatas.

  • Batu Alam: Penggunaan batu alam pada fasad rumah menciptakan tampilan yang kokoh dan menyatu dengan lingkungan pedesaan. Fasad batu alam dapat berpadu harmonis dengan lingkungan sekitar, menghadirkan nuansa alami dan elegan. Batu alam juga menambahkan kehangatan dan kenyamanan.
  • Kayu: Material kayu alami dapat menjadi elemen utama dalam struktur bangunan, mencakup dinding, lantai, dan plafon, memberikan suasana nyaman dan harmonis dengan lingkungan. Rumah berbahan dasar kayu juga sangat ramah lingkungan.
  • Bambu: Bambu adalah material alami yang mudah ditemukan dan dapat digunakan sebagai dinding atau atap, menciptakan suasana tradisional yang unik dan ramah lingkungan.
  • Batako: Batako adalah bahan bangunan yang terbuat dari campuran semen dan pasir atau batu kapur. Harganya lebih murah dibandingkan batu bata merah dan ukurannya yang lebih besar membuat proses pembangunan lebih cepat.
  • Semen: Semen adalah material penting yang dicampur dengan air, pasir, atau batu untuk membuat beton dan perekat.
  • Keramik: Keramik biasanya dipakai untuk mempercantik tampilan lantai dan dinding, misalnya di kamar mandi agar tidak mudah berjamur.
  • Atap: Material atap asbes atau seng modern cocok untuk desain rumah sederhana di desa karena ekonomis dan tahan lama.

2. Aksen dan Ornamen

Sentuhan-sentuhan kecil seperti ornamen kayu, pemilihan atap yang sesuai, atau halaman depan yang asri bisa memberi nilai estetika tinggi. Fasad batu alam dapat mempercantik dan menambahkan kehangatan pada rumah. Pintu kayu ukir atau teras dengan tiang batu alam menambah nilai estetika dan memperkuat identitas lokal. Konsep gedong dengan semen dan batu bata biasa dapat nampak mewah dan kokoh, bisa ditambahkan tiang besar di depan rumah sebagai pelengkap.

3. Lanskap dan Taman

Penambahan kolam ikan atau taman belakang dapat menciptakan suasana sejuk yang menyegarkan. Taman tropis dengan tanaman hijau yang lebat di sekitar rumah juga menjadi bagian penting untuk menambah kesejukan dan keindahan hunian. Kolam ikan atau taman air kecil di halaman depan dapat memberikan suasana tenang dan efek relaksasi.

4. Pencahayaan Buatan

Selain pencahayaan alami, pencahayaan buatan juga penting untuk menciptakan suasana yang nyaman dan kesan luas. Pilih warna langit-langit yang cerah untuk menciptakan kesan terbuka dan pertimbangkan pencahayaan tambahan seperti lampu gantung atau pencahayaan tersembunyi.

People Also Ask

1.  Apa yang membuat rumah sederhana di desa terlihat mewah?

Jawaban: Kemewahan rumah sederhana di desa berasal dari desain fungsional, pemilihan warna cerdas, pencahayaan alami, dan penataan ruang yang efisien, bukan hanya material mahal.

2. Bagaimana cara menghemat biaya saat membangun rumah di desa?

Jawaban: Hemat biaya dapat dilakukan dengan perencanaan matang, riset harga material, menggunakan jasa tukang borongan, memaksimalkan ruang vertikal, serta memanfaatkan material lokal dan bekas.

3. Material apa yang cocok untuk rumah sederhana tapi mewah di desa?

Jawaban: Material seperti batu alam, kayu, bambu, batako, semen, keramik, dan atap ekonomis dapat digunakan untuk kesan mewah yang terjangkau.

4. Berapa perkiraan biaya membangun rumah di desa?

Jawaban: Biaya membangun rumah sederhana di desa berkisar Rp3,5 juta hingga Rp5 juta per meter persegi, dengan material bangunan menjadi komponen terbesar dalam anggaran.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |