Liputan6.com, Jakarta - Bitcoin mencetak sejarah baru setelah mematahkan pola siklus halving 4 tahunan yang selama ini menjadi acuan pergerakan harganya. Untuk pertama kalinya, Bitcoin mencatatkan kinerja tahunan negatif pada tahun setelah halving.
Dikutip dari coinmarketcap, Jumat (2/1/2026), data pasar sepanjang 2025 yang dibagikan para analis di media sosial X menunjukkan Bitcoin menutup tahun dengan penurunan sekitar 6 persen. Padahal, dalam siklus sebelumnya, tahun pasca halving selalu berakhir dengan kenaikan signifikan.
Saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin tercatat berada di kisaran USD 87.727,16. Capaian ini menandai perubahan penting dalam pola historis aset kripto terbesar di dunia tersebut.
Dalam siklus sebelumnya, kinerja Bitcoin pasca halving selalu impresif. Pada 2013, Bitcoin mencatatkan lonjakan harga lebih dari 5.500 persen.
Siklus 2017 bahkan menghasilkan kenaikan lebih dari 1.300 persen, sementara pada 2021 Bitcoin menguat sekitar 57 persen sebelum akhirnya memasuki fase koreksi tajam di tahun berikutnya.
Visual perbandingan siklus yang beredar luas di internet menunjukkan blok hijau sebagai tahun pertumbuhan kuat dan blok merah sebagai fase penurunan.
Tahun 2025 menjadi sorotan karena muncul sebagai blok merah pertama di tahun pasca halving, sekaligus mematahkan pola yang selama ini dianggap konsisten.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Permintaan Jauh Lebih Komplek
Sejumlah analis menilai perubahan ini mencerminkan bertambah besarnya ukuran pasar Bitcoin. Seiring kapitalisasi pasar yang kian besar, potensi lonjakan harga dalam persentase tinggi dinilai semakin sulit dipertahankan.
Faktor lain yang turut disorot adalah kondisi likuiditas global dan pengetatan pasar keuangan. Meski mekanisme halving tetap menekan pasokan Bitcoin baru ke pasar, berkurangnya suplai dinilai tidak lagi cukup kuat untuk mendorong lonjakan harga seperti pada siklus-siklus sebelumnya.
Kondisi permintaan kini dianggap jauh lebih kompleks dibandingkan masa awal Bitcoin. Narasi bahwa harga Bitcoin selalu mengikuti ritme siklus halving 4 tahunan pun mulai dipertanyakan.
Meski demikian, data ini tidak serta-merta menandakan berakhirnya siklus halving. Perubahan yang terjadi lebih menunjukkan bahwa hasil setiap siklus ke depan bisa berbeda dari pola historis sebelumnya.
Sementara itu, prospek harga Bitcoin pasca pergeseran siklus masih belum jelas. Sejumlah pengamat menyebut Bitcoin tetap bergerak dalam tren pertumbuhan jangka panjang, meski dengan laju yang lebih moderat.
Imbal Hasil Lebih Lambat
Beberapa analisis teknikal menunjukkan harga Bitcoin masih bertahan di atas level dukungan historisnya. Bahkan, ada proyeksi jangka panjang yang menempatkan Bitcoin berpotensi bergerak menuju kisaran USD 800.000 hingga USD 1,8 juta, meski angka tersebut bersifat teoritis dan tidak disertai target waktu tertentu.
Di sisi lain, sebagian analis mengingatkan bahwa imbal hasil yang lebih lambat bisa menjadi ciri siklus Bitcoin ke depan. Volatilitas juga tercatat menurun dibandingkan tahun-tahun awal, dengan pergerakan harga yang semakin stabil.
Menariknya, di tengah pelemahan harga, minat investor institusi tetap kuat. Tether mengungkapkan telah membeli 8.888,8888888 BTC pada kuartal IV 2025, dengan nilai transaksi mendekati USD 778 juta pada 1 Januari 2026. Pembelian ini sejalan dengan kebijakan perusahaan untuk mengalokasikan hingga 15 persen laba kuartalan ke Bitcoin.
Selain itu, Strategy juga menambah kepemilikan dengan membeli 1.229 BTC senilai USD 108,8 juta. Setelah transaksi tersebut, perusahaan tercatat menguasai sekitar 672.497 BTC, meski saat itu harga Bitcoin dan saham perusahaan sama-sama sedang tertekan.
Perbedaan antara perubahan pola harga dan konsistensi pembelian institusi inilah yang kini menjadi ciri fase terbaru pasar Bitcoin.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4949152/original/060298800_1726838740-Depositphotos_507983726_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2771675/original/012393800_1554627541-Bendera_Iran__Atta_Kenare_AFP_PHOTO_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302026/original/078434200_1753969683-Gemini_Generated_Image_wwcdvlwwcdvlwwcd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375019/original/011654100_1759909265-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4424751/original/083762400_1683862221-worker-figures-helping-dig-coin-money-dollar-note-background.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457594/original/092175200_1767006600-CEO_INDODAX_William_Sutanto__3___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4361383/original/094002100_1679011888-Coinbase.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028254/original/041675300_1732871304-fotor-ai-2024112916726.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4410597/original/021067700_1682846409-jievani-weerasinghe-NHRM1u4GD_A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5198305/original/085155700_1745540502-non-halal__2_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4876286/original/008628000_1719462296-fotor-ai-2024062711338.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344658/original/039645300_1757490334-qq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342694/original/015573300_1757398921-cf41b2a1-e7f3-4e7f-9616-d961407df13b.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165736/original/049527200_1742194452-Air_lemon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/672525/original/bitcoint-140505-8-aji.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354936/original/050360400_1758268325-canopy_carport_5a.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347187/original/046193200_1757662876-unnamed_-_2025-09-12T143113.780.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327903/original/016383600_1756191811-ChatGPT_Image_Aug_26__2025__02_02_11_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342637/original/031852400_1757397434-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350255/original/063651000_1757994598-ChatGPT_Image_Sep_16__2025__10_47_49_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)