Biar Enggak Gagal Gaya, Begini Cara Pilih Hijab yang Cocok untuk Tunik Flowing

3 weeks ago 21

Liputan6.com, Jakarta Tunik flowing telah menjadi pilihan busana favorit bagi banyak muslimah karena potongannya yang panjang dan longgar. Busana ini menawarkan tampilan yang sopan dan syar'i, sekaligus tetap modis dan nyaman dikenakan dalam berbagai kesempatan. Namun, di balik popularitasnya, ada satu tantangan yang sering dihadapi salah satunya yaitu bagaimana memilih hijab yang tepat agar tidak "gagal gaya".

Pemilihan hijab yang kurang sesuai dengan karakteristik tunik flowing dapat mengurangi estetika keseluruhan penampilan. Alih-alih terlihat anggun, padu padan yang keliru justru bisa membuat siluet tubuh terlihat berlebihan atau tidak rapi. Oleh karena itu, penting untuk memahami prinsip dasar dalam mengombinasikan kedua elemen busana ini.

Artikel ini akan mengulas secara komprehensif panduan memilih hijab yang cocok untuk tunik flowing. Dengan memahami jenis hijab yang sebaiknya dihindari dan tips padu padan yang efektif, Anda dapat menciptakan penampilan yang harmonis, stylish, dan tetap syar'i. Lantas bagaimana cara pilih hijab yang cocok untuk tunik flowing biar tidak gagal gaya? Melansir dari berbagai sumber, (8/8), simak ulasan informasinya berikut ini. 

Dampak Pemilihan Hijab yang Tidak Tepat

Pemilihan hijab yang kurang tepat saat mengenakan tunik flowing dapat menimbulkan beberapa masalah estetika dan kenyamanan. 

1. Penambahan Volume Berlebihan pada Penampilan

Salah satu dampak utamanya adalah penambahan volume berlebihan pada penampilan. Tunik flowing sendiri sudah memiliki potongan yang longgar dan mengembang, sehingga jika dipadukan dengan hijab yang terlalu bervolume atau berlapis-lapis, tampilan bisa terlihat "tenggelam" atau terlalu besar.

2. Menutupi Detail Menarik pada Tunik

Selain itu, hijab yang tidak sesuai juga berpotensi menutupi detail menarik pada tunik. Beberapa tunik flowing didesain dengan aksen unik pada bagian leher, dada, atau bahu. Hijab yang terlalu menumpuk atau modelnya terlalu ramai dapat menutupi detail ini, sehingga mengurangi daya tarik asli dari tunik tersebut.

3. Terkesan Berantakan

Kesan berantakan atau tidak rapi juga bisa muncul akibat pemilihan hijab yang salah. Hijab dengan bahan yang terlalu licin atau model yang sulit diatur cenderung terlihat kusut saat dipadukan dengan tunik flowing yang sudah memberikan kesan santai. Hal ini tentu mengurangi kesan elegan yang ingin dicapai.

4. Tidak Nyaman

Tidak hanya dari segi estetika, ketidaknyamanan juga menjadi masalah. Bahan hijab yang terlalu tebal atau model yang terlalu rumit dapat menyebabkan rasa panas dan gerah, terutama saat beraktivitas di cuaca tropis. Memilih hijab yang tepat sangat penting untuk kenyamanan sepanjang hari.

Jenis Hijab yang Sebaiknya Dihindari

Untuk menghindari "gagal gaya" saat mengenakan tunik flowing, ada beberapa jenis atau gaya hijab yang sebaiknya dihindari. 

1. Hijab dengan Bahan Terlalu Tebal 

Pertama, hijab dengan bahan terlalu tebal atau kaku tidak disarankan. Hijab berbahan tebal seperti rajut dapat membuat tampilan terlihat berat dan kurang cocok untuk tunik flowing yang ringan. Bahan yang kaku juga dapat mengurangi kesan "jatuh" atau flowy dari tunik, menghilangkan karakteristik utamanya.

2. Hijab Terlalu Bervolume 

Kedua, hindari hijab dengan model terlalu bervolume atau berlapis-lapis. Gaya hijab yang menumpuk di bagian dada atau kepala dapat membuat siluet tubuh terlihat lebih besar dan kurang proporsional dengan tunik flowing. Model hijab yang terlalu banyak lilitan atau aksen rumbai yang berlebihan juga sebaiknya dihindari karena akan menambah kesan ramai pada penampilan.

3. Perhatikan Motif Hijab 

Ketiga, perhatikan motif hijab, terutama jika tunik sudah bermotif. Jika tunik flowing sudah memiliki motif yang ramai, memadukannya dengan hijab bermotif serupa atau motif yang berbeda namun sama-sama ramai dapat membuat penampilan terlihat "penuh" dan kurang harmonis. Keselarasan motif adalah kunci untuk tampilan yang seimbang.

Panduan Memilih Hijab yang Cocok

Untuk menciptakan tampilan yang harmonis dan stylish dengan tunik flowing, pemilihan hijab harus dilakukan dengan cermat. 

1. Pilih Bahan yang Ringan 

Pertama, pilih bahan yang ringan dan jatuh atau flowy. Bahan seperti sifon, ceruti, voal, atau katun ringan sangat direkomendasikan karena memberikan kesan jatuh yang anggun dan tidak menambah volume berlebihan. Bahan silk juga bisa menjadi pilihan untuk tampilan yang lebih mewah dan elegan karena karakteristiknya yang berkilau. 

2. Pilih Model Hijab Simple

Kedua, pilih model hijab yang simpel dan tidak terlalu banyak lilitan. Hijab segi empat atau pashmina dengan gaya simpel yang menutup dada adalah pilihan yang umum dan mudah digunakan. Hindari gaya yang terlalu banyak peniti atau lilitan yang membuat hijab terlihat mengembang. 

3. Perhatikan Keselarasan Warna dan Motif

Ketiga, perhatikan keselarasan warna dan motif. Jika tunik polos, Anda bisa bereksperimen dengan hijab bermotif atau warna cerah untuk memberikan sentuhan menarik. Sebaliknya, jika tunik sudah bermotif, pilih hijab polos dengan warna senada atau warna netral yang ada pada motif tunik untuk menciptakan tampilan yang harmonis dan tidak berlebihan. Warna netral seperti hitam, abu-abu, atau nude adalah pilihan aman yang cocok untuk berbagai padu padan. Sesuaikan juga warna hijab dengan bentuk wajah dan warna kulit Anda untuk membuat wajah terlihat lebih cerah.

Tips Tambahan Agar Tidak Gagal Gaya

Untuk memastikan penampilan tetap modis dan tidak "gagal gaya" saat mengenakan tunik flowing, ada beberapa tips dan trik tambahan yang bisa diterapkan. 

1. Ciptakan Keseimbangan Siluet 

Pertama, ciptakan keseimbangan siluet. Karena tunik flowing sudah longgar, imbangi dengan gaya hijab yang tidak terlalu mengembang atau menumpuk di bagian atas. Pilih hijab yang jatuh mengikuti bentuk tubuh bagian atas tanpa menambah volume yang tidak perlu.

2. Perhatikan Panjang Hijab

Kedua, perhatikan panjang hijab. Pastikan panjang hijab tidak terlalu pendek sehingga tidak menutupi dada dengan baik, atau terlalu panjang sehingga terlihat berlebihan dan mengganggu flow tunik. Hijab yang menutup dada dengan rapi akan melengkapi kesan syar'i dari tunik. 

3. Gunakan Ciput yang Tepat 

Ketiga, gunakan ciput atau inner hijab yang tepat. Ciput ninja dapat membantu menjaga kerapian hijab dan memastikan leher tetap tertutup. Pilih ciput dengan warna senada atau netral agar tidak terlihat menonjol dari hijab. 

4. Hindari Aksesori Hijab Berlebihan 

Keempat, hindari aksesori hijab berlebihan. Tunik flowing sudah memberikan kesan anggun, jadi hindari penggunaan aksesori hijab yang terlalu ramai seperti bros besar atau rantai yang berlebihan. Kesederhanaan akan lebih menonjolkan keindahan tunik.

5. Padukan dengan Bawahan yang Tepat

Kelima, padukan dengan bawahan yang tepat. Tunik flowing cocok dipadukan dengan celana pipa, celana kulot, atau rok yang tidak terlalu ketat untuk menjaga kesan longgar dan syar'i. 

6. Percaya Diri dengan Gaya yang Dipilih 

Terakhir, yang terpenting adalah merasa nyaman dan percaya diri dengan gaya yang dipilih.

People Also Ask

1. Mengapa pemilihan hijab penting untuk tunik flowing?

Pemilihan hijab yang tepat penting agar tunik flowing tidak terlihat bervolume berlebihan, tidak menutupi detail tunik, dan menjaga kenyamanan serta kerapian penampilan.

2. Jenis bahan hijab apa yang cocok untuk tunik flowing?

Bahan ringan dan jatuh seperti sifon, ceruti, voal, katun ringan, atau silk sangat direkomendasikan karena memberikan kesan anggun dan tidak menambah volume.

3. Bagaimana cara memilih hijab jika tunik sudah bermotif?

Jika tunik sudah bermotif, pilih hijab polos dengan warna senada atau warna netral yang ada pada motif tunik untuk menciptakan tampilan yang harmonis dan tidak berlebihan.

4. Apa saja tips agar penampilan dengan tunik flowing tidak "gagal gaya"?

Ciptakan keseimbangan siluet, perhatikan panjang hijab, gunakan ciput yang tepat, hindari aksesori berlebihan, padukan dengan bawahan yang sesuai, dan sesuaikan dengan acara.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |