Bank Terbesar di Italia Menambah Portofolio Bitcoin hingga Ether

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Bank terbesar di Italia, Intesa Sanpaolo meningkatkan portofolio kripto lebih dari dua kali lipat pada kuartal I 2026. Intesa Sanpaolo menaikkan kepemilikan kripto menjadi sekitar USD 235 juta atau Rp 4,13 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.580) hingga 31 Maret 2026 dari sekitar USD 100 juta atau Rp 1,75 triliun pada akhir 2025.

Peningkatan ini dipimpin oleh posisi bitcoin yang lebih besar melalui produk pasar yang telah diatur termasuk ARK 21Shares Bitcoin ETF dan iShares Bitcoin Trust milik BlackRock, demikian mengutip Yahoo Finance,Senin (18/5/2026).

Gambaran kuartal pertama juga menunjukkan campuran yang lebih luas daripada yang dimiliki bank tiga bulan sebelumnya. Intesa menambahkan ether untuk pertama kalinya melalui iShares Staked Ethereum (CRYPTO: $ETH) Trust milik BlackRock dan membuka posisi XRP (CRYPTO: $XRP) baru melalui Grayscale XRP Trust, yang bernilai sekitar USD 26 juta atau Rp 457,1 miliar dalam laporan tersebut.

Bitcoin (CRYPTO: $BTC) tetap menjadi jangkar utama, tetapi bank tersebut juga menambahkan posisi baru dalam opsi beli yang terkait dengan ETF bitcoin BlackRock. Hal itu memberi Intesa lapisan derivatif di sekitar eksposur bitcoinnya, sambil menjaga aktivitas tetap berada di dalam produk yang terdaftar daripada saldo token langsung yang besar.

Eksposur Solana (CRYPTO: $SOL) menurun tajam. Intesa memangkas posisi ETF Bitwise Solana Staking dari 266.320 saham menjadi 2.817 saham, hanya menyisakan sedikit saham setelah memegang posisi yang jauh lebih besar pada akhir 2025.

Penyesuaian Portofolio

Bank tersebut juga menyesuaikan portofolio ekuitas terkait kriptonya. Bank tersebut menambahkan saham BitGo (NYSE: $BTGO) untuk pertama kalinya, meningkatkan posisi Coinbase (NASDAQ: $COIN) dari 1.500 saham menjadi 10.357 saham dan keluar dari Bitmine. Perubahan ini terjadi setelah Ripple mengatakan pada bulan April bahwa Intesa Sanpaolo menggunakan Ripple Custody untuk mendukung inisiatif aset digitalnya.

Portofolio ini masih tergolong sederhana dibandingkan dengan bisnis perbankan Intesa yang lebih luas, tetapi arahnya cukup jelas. Salah satu pemberi pinjaman tradisional terbesar di Eropa ini sedang membangun eksposur kripto melalui ETF, reksa dana, opsi, dan ekuitas yang terkait dengan infrastruktur, alih-alih memperlakukan aset digital sebagai perdagangan bitcoin sekali saja.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Eric Trump Kritik Sistem Perbankan AS, Kripto Jadi Alternatif

Sebelumnya, Eric Trump melontarkan kritik keras terhadap sistem perbankan tradisional saat tampil dalam konferensi kripto Consensus pekan ini. Putra Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu bahkan menyebut keluarganya sebagai keluarga yang paling banyak mengalami “debanking” di dunia.

Istilah debanking merujuk pada praktik penghentian layanan atau penutupan akses perbankan terhadap individu maupun perusahaan tertentu.

Dalam pidatonya, dikutip dari CoinMarketCap, Sabtu (16/5/2026), Eric Trump menggambarkan sistem keuangan tradisional sebagai institusi yang tidak hanya memutus akses keuangan keluarganya, tetapi juga merugikan masyarakat umum melalui bunga tabungan yang rendah.

Ia menilai bank memperoleh keuntungan besar dari selisih bunga, sementara nasabah hanya menerima imbal hasil kecil atas simpanan mereka.

Pernyataan Eric Trump cepat menyebar di komunitas kripto yang selama ini menilai industri aset digital sering diperlakukan tidak adil oleh lembaga keuangan tradisional.

Selama beberapa tahun terakhir, para pelaku industri kripto memang kerap menuding adanya praktik sistematis penutupan rekening terhadap perusahaan dan tokoh yang terkait aset digital. Narasi itu dikenal dengan istilah “Operation Chokepoint 2.0”.

Masalah perbankan keluarga Trump sendiri bukan hal baru. Setelah peristiwa Januari 2021 di Amerika Serikat, sejumlah institusi keuangan diketahui memutus hubungan bisnis dengan organisasi milik Donald Trump.

World Liberty Financial

Setelah menghadapi berbagai hambatan di sektor perbankan tradisional, keluarga Trump mulai merambah industri keuangan terdesentralisasi atau decentralized finance (DeFi).

Pada 2024, mereka meluncurkan platform World Liberty Financial yang kini dinilai memiliki keterkaitan erat dengan identitas politik keluarga Trump.

Dalam forum Consensus, Eric Trump menegaskan bahwa keluarganya memandang kripto bukan sekadar peluang bisnis, melainkan solusi langsung terhadap apa yang mereka anggap sebagai diskriminasi finansial.

Ia menggambarkan sistem perbankan saat ini sebagai mekanisme yang memberi bunga sangat kecil kepada penabung, tetapi mengambil margin besar untuk membiayai proyek properti mewah.

Narasi tersebut dinilai mampu menarik perhatian kelompok masyarakat yang merasa dirugikan sistem keuangan tradisional.

Menurut Eric Trump, teknologi blockchain dan sistem keuangan terdesentralisasi menawarkan alternatif karena tidak menentukan siapa yang layak memiliki akses rekening bank.

Isu debanking juga muncul di tengah pembahasan rancangan undang-undang kripto di Senat Amerika Serikat. Sejumlah bank disebut berupaya melemahkan aturan baru tersebut karena khawatir kehilangan dominasi terhadap dana simpanan masyarakat.

RUU itu diketahui akan mengatur struktur pasar aset digital, termasuk stablecoin dan layanan penyimpanan aset kripto.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |