Investor Kripto di Indonesia Didominasi Lulusan SMA ke Atas

3 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Hasil survei Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) bertajuk "Kontribusi Ekonomi Kripto Terhadap Perekonomian Indonesia", mengungkapkan mayoritas pemain kripto di Indonesia memiliki tingkat pendidikan SMA atau lebih tinggi.

"Sebagian besar pemilik aset kripto berusia di bawah 35 tahun, umumya berpendidikan SMA atau lebih tinggi," tulis hasil riset yang diunggah melalui akun instagram @lpemfebui, Senin (19/1/2026).

Temuan ini menunjukkan partisipasi masyarakat dalam aset kripto tidak hanya datang dari kalangan profesional keuangan, tetapi juga dari kelompok berpendidikan menengah yang mulai aktif di investasi digital.

Di sisi lain, mereka juga punya aktivitas ekonomi cukup beragam, meski didominasi pegawai swasta serta pelajar. Profil ini menunjukkan bahwa kripto banyak diakses kelimpok usia produktif awal, yang secara finansial ruang amannya relatif terbatas.

Lebih lanjut, hasil survei menunjukkan bahwa media sosial menjadi sumber informasi paling berpengaruh dalam membentuk persepsi dan kepercayaan pengguna pada platform perdagangan aset kripto.

Kanal seperti Twitter, Telegram, dan Discord menempati posisi teratas, diikuti oleh analisis dari influencer atau You Tuber kripto.

Perubahan Status Regulasi

Dalam hasil riset, perkembangan kripto di Indonesia berlangsung pesat. Data OJK mencatat nilai transaksi aset kripto melonjak 335% dari Rp 149,5 triliun pada 2023 menjadi Rp 650,61 triliun sepanjang 2024.

Secara global, posisi Indonesia juga melesat dari peringkat ketujuh ke peringkat ketiga dunia dalam adopsi kripto menurut laporan Chainalysis tahun 2025.

Perubahan signifikan turut terjadi dalam kerangka hukum. Melalui UU Nomor 4 Tahun 2023 yang diturunkan menjadi POJK No. 27 Tahun 2024, kripto resmi beralih dari komoditas menjadi aset keuangan digital.

Kripto Berbahaya atau Tidak?

LPEM FEB UI menyimpilkan dalam hasil risetnya, bahwa kripto berpotensi meningkatkan inklusi keuangan, terutama dengan membuka akses investasi digital bagi masyarakat bermodal kecil.

Namun, potensi ini dapat berubah menjadi bahaya jika hambatan seperti berikut tidak segera di atasi: lemahnya pengawasan terhadap platform ilegal, rendahnya literasi digital, lambatnya proses listing, kompleksnya koordinasi antar lembaga.

Melihat kuatnya peran media sosial, peningkatan literasi keuangan digital, perlindungan data, serta peninjauan ulang aturan periklanan kripto menjadi kunci untuk membangun ekosistem yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Jaringan Restoran Cepat Saji Ini Beli Bitcoin

Sebelumnya, jaringan restoran cepat saji populer Steak ‘n Shake mengumumkan telah membeli bitcoin senilai USD 10 juta atau Rp 169,09 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.910). Aksi beli bitcoin pekan ini menambahkan aset ke kas perseroan. Langkah restoran cepat saji ini juga melanjutkan aksi di sektor kripto setelah menerima pembayaran BTC di semua gerai di Amerika Serikat (AS).

Mengutip Coindesk, Minggu (18/1/2026), perusahaan itu menyebutkan di media sosial kalau langkah ini merupakan bagian dari siklus “self-reinforcing”. Pelanggan membayar dengan bitcoin, penjualan meningkat dan semua pendapatan kripto mengalir dengan yang disebutnya sebagai same-base-revenue/SBR).

Dana itu akan membantu membiayai peningkatan, mulai dari bahan-bahan yang lebih baik hingga renovasi restoran, tanpa menaikkan harga menu.

“Delapan bulan yang lalu, Steak n Shake meluncurkan transformasi burger ke bitcoin ketika kami mulai menerima pembayaran bitcoin,” tulis perusahaan tersebut.

"Penjualan di gerai yang sama telah meningkat secara dramatis sejak saat itu,” demikian seperti dikutip.

Pembayaran Pakai Kripto

Steak ‘n Shake mulai menerima bitcoin pada Mei tahun lalu melalui Lightning Network. Peluncuran ini dipromosikan sebagai cara untuk memangkas biaya pemrosesan kartu hingga setengahnya dan memanfaatkan basis pelanggan yang lebih muda dan melek kripto. Dana tersebut telah berhasil.

Penjualan di gerai yang sama meningkat lebih dari 10% pada kuartal kedua 2025, menurut perusahaan, sementara COO Dan Edwards mengatakan perusahaan menghemat sekitar 50% biaya pemrosesan ketika pelanggan memilih untuk membayar dengan BTC.

Pada Oktober, jaringan restoran ini memperkenalkan burger bertema Bitcoin. Mereka juga mulai menyumbangkan sebagian kecil dari setiap Bitcoin Meal untuk pengembangan Bitcoin sumber terbuka.

Pembelian senilai USD 10 juta baru-baru ini, atau sekitar 105 BTC dengan harga saat ini, menandai investasi langsung terbesar jaringan restoran ini ke kas perusahaan.

Meskipun jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan kas Bitcoin perusahaan publik yang lebih besar, seperti Strategy yang memiliki 687.410 BTC senilai lebih dari USD 65 miliar, hal ini menunjukkan akumulasi Bitcoin yang berkelanjutan. Berdasarkan data Bitcointreasuries, Bitcoin yang disimpan di kas perusahaan, mulai dari pemerintah hingga dana yang diperdagangkan di bursa dan semua yang ada di antaranya, kini berada di atas 4 juta.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |