Strive Inc Beli 789 Bitcoin, Segini Nilainya

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan Strive Inc membeli 789 bitcoin untuk kas-nya. Harga rata-rata pembelian USD 77.890 per bitcoin (BTC) atau Rp 1,34 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.220). Dengan demikian nilai pembelian bitcoin itu sebesar USD 61,45 juta atau Rp 1,05 triliun. Adapun harga bitcoin telah turun hingga USD 76.716 atau Rp 1,32 miliar.

Di sisi lain,anak usaha Strive, True North menjadwalkan konferensi bitcoin pada 21 Mei di Lake Oswego, Oregon.Acara ini menargetkan CFO dan pemimpin bisnis yang mengeksplorasi strategi adopsi Bitcoin perusahaan.

"Bitcoin dan sekuritas terkaitnya mengubah cara bisnis mengelola kas mereka," kata CEO True North dan Chief Risk Officer Strive, Jeff Walton, dalam sebuah pernyataan.

 "Kami bertujuan untuk mendidik para pemimpin bisnis saat ini tentang lanskap keuangan masa depan,” ia menambahkan.

Berdasarkan kepemilikan bitcoin, menurut data dari BitcoinTreasuries.net, Strategy, sebagai salah satu yang memimpin. Strategy memiliki bitcoin hampir USD 63 miliar atau Rp 1.084 triliun. Strategy mengatakan pada Senin membeli Bitcoin senilai USD 255 juta atau Rp 4,38 triliun minggu lalu, turun drastis dari pembelian USD 2,54 miliar atau Rp 43,72 triliun pada minggu sebelumnya.

Strive mengelola aset senilai lebih dari USD 2,7 miliar sebagai perusahaan pembiayaan terstruktur yang terdaftar di bursa saham dan manajer aset institusional. Sub-merek True North dari perusahaan ini menyediakan kurikulum Bitcoin korporat dan menyelenggarakan acara pendidikan untuk bisnis yang mengeksplorasi integrasi kripto. Pembelian Bitcoin terbaru perusahaan ini merupakan kelanjutan dari strategi diversifikasi aset yang agresif.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Harga Bitcoin Melonjak

Sebelumnya, harga bitcoin menyentuh level tertinggi dalam 12 minggu. Hal ini seiring pelaku pasar mencerna tanda-tanda mengenai perkembangan negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini mencapai USD 79.488 atau Rp 1,36 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.220) pada Senin pagi waktu setempat di Eropa. Angka ini termasuk level tertinggi sejak 31 Januari. Namun, bitcoin kembali turun dan diperdagangkan di USD 77.000 atau Rp 1,32 miliar.

Berdasarkan data Coinmarketcap.com, pukul 07.44 WIB, harga bitcoin turun 1,77% selama 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga bitcoin bertambah 1,98%. Kini, harga bitcoin berada di USD 77.420 atau Rp 1,33 miliar.

Sementara itu, laporan dari Axios menyebutkan Iran telah mengusulkan kesepakatan baru untuk kembali membuka Selat Hormuz awalnya meningkatkan sentimen investor. Namun, kenaikan harga minyak meredam sentimen.

Berita tentang negosiasi yang tersendat-sendat tentang mengakhiri konflik telah mendorong fluktuasi harga minyak dan aset berisiko.

Harga USD 80 Ribu jadi Titik

Di sisi lain, bitcoin perlahan kembali ke level USD 80.000 dalam beberapa sesi terakhir karena pelaku pasar menutup posisi dan permintana institusi meningkat. Sepanjang April 2026, harga bitcoin sudah naik 13% dan menempatkannya pada jalur kenaikan dua digit bulanan pertamanya sejak Mei 2025.

“Risiko nyata. Peluang kesepakatan perdamaian AS-Iran telah runtuh, sebuah tekanan makro yang dapat mengubah harga aset berisiko secara luas,” ujar Analis BTC Markets.

Ia menuturkan, level USD 80.000 merupakan titik impas yang didekati banyak pembeli baru-baru ini. “Biasanya merupakan titik di mana tekanan jual muncul saat mereka keluar dari posisi mereka,” kata dia.

Sementara itu, Analis CoinEx, Jeff Ko menuturkan, level resistance bitcoin di USD 79.000 menjadikannya titik alami untuk mengambil keutungan. “Investor sekarang sedang memposisikan diri untuk keputusan suku bunga dari the Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa pekan ini,” ia menambahkan.

Di sisi lain, Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin spot yang terdaftar di AS telah mengalami pemulihan permintaan yang signifikan bulan ini. Arus masuk bersih pada April telah mencapai sekitar USD 2,5 miliar atau Rp 43,03 triliun, dengan jalur untuk menggandakan total Maret. Pembeli institusional kembali ke dana tersebut pada Maret setelah empat bulan berturut-turut mengalami arus keluar bersih.

Aksi Beli Strategy

Sementara itu, Strategy Inc. membeli Bitcoin senilai USD 255 juta atau Rp 4,3 triliun dalam tujuh hari terakhir, memperlambat laju pembelian mata uang digital tersebut setelah menghabiskan USD 3,5 miliar atau Rp 60,2 triliun selama dua minggu sebelumnya.

Perusahaan perbendaharaan aset digital milik Michael Saylor mengakuisisi 3.273 Bitcoin pada periode yang berakhir 27 April, menurut pengajuan Komisi Sekuritas dan Bursa AS pada Senin. Saylor, salah satu pendiri dan ketua eksekutif dari mantan MicroStrategy, mendanai putaran pembelian terbaru melalui penjualan saham biasa.

Pemegang Bitcoin korporasi terbesar ini telah menjadi salah satu pendorong utama di balik pemulihan terbaru di pasar kripto bulan ini bersamaan dengan peningkatan permintaan untuk dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang didukung oleh mata uang digital tersebut. Strategy telah membeli sekitar USD 4,1 miliar Bitcoin pada bulan April, terbanyak dalam setahun, menurut data perusahaan yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |