Kepemilikan ETF Bitcoin BlackRock Tembus Rekor 806.700 BTC

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock telah mengakumulasi 806.700 bitcoin (BTC) senilai sekitar USD 63,7 miliar atau Rp 1.097 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.230).

Total itu menandai rekor tertinggi sepanjang masa untuk Exchange Traded Fund (ETF) bitcoin BlackRock. Rekor ini menyusul sembilan hari perdagangan berturut-turut dengan arus masuk bersih. IBIT menambahkan sekitar 21.500 BTC. Permintaan institusional untuk eksposur bitcoin yang teregulasi terus tumbuh seiring perdagangan BTC mendekati USD 78.000.

BlackRock Fund saat ini menguasai sekitar 49% dari total aset ETF Bitcoin spot AS. Itu menempatkannya jauh di depan FBTC Fidelity dan GBTC Grayscale.

ETF tersebut mencatat arus masuk bersih pada 48 dari 62 hari perdagangan selama kuartal I 2026. Arus tersebut berjumlah sekitar USD 8,4 miliar atau Rp 144,7 triliun untuk kuartal tersebut.

Laju pembelian meningkat pada pertengahan April. IBIT menarik dana sebesar USD 291,9 juta atau Rp 5,02 triliun pada 15 April dan USD 269,3 juta atau Rp 4,6 triliun pada 10 April, menurut data aliran ETF. Permintaan yang berkelanjutan tersebut mendorong total kepemilikan melewati angka 800.000 BTC untuk pertama kalinya.

Di pasar yang lebih luas, ETF Bitcoin spot AS telah membalikkan arus keluar modal selama empat bulan. Grup tersebut mengumpulkan sekitar USD 2 miliar selama empat minggu berturut-turut dengan arus masuk bersih positif. IBIT menyumbang sekitar USD 1,7 miliar dari total tersebut.

MicroStrategy Merebut Kembali Gelar Pemegang Terbesar

Meskipun IBIT mencetak rekor, dana tersebut bukan lagi pemegang Bitcoin korporasi terbesar. MicroStrategy Inc. baru-baru ini melampaui ETF tersebut dengan 815.061 BTC di neraca keuangannya. Perusahaan tersebut merebut kembali keunggulan yang hilang pada kuartal kedua 2024.

Perluas Produk Kripto

Perusahaan yang dipimpin oleh Michael Saylor ini telah melakukan pembelian agresif bulan ini, menambahkan 13.927 BTC senilai sekitar USD 1 miliar hanya pada 13 April. Selisih antara keduanya kini berada di angka sekitar 8.300 BTC.

BlackRock juga memperluas lini produk kriptonya. Manajer aset tersebut baru-baru ini mengajukan S-1 yang telah diubah ke SEC untuk ETF pendapatan Bitcoin dengan kode saham BITA. Dana yang diusulkan akan menghasilkan imbal hasil melalui strategi covered call yang terkait dengan IBIT.

Dengan IBIT dan MicroStrategy yang terus menambah BTC, persaingan antara dua pemegang institusional terbesar ini mungkin akan semakin intensif hingga kuartal kedua.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

BlackRock Kembali Ajukan ETF Bitcoin Baru

Sebelumnya, BlackRock, manajer aset terbesar di dunia telah mengajukan permohonan untuk meluncurkan produk yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) kedua yang fokus pada bitcoin (BTC). Produk ini akan memberikan eksposur investor terhadap kripto itu bersama dengan sedikit imbal hasil.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (27/1/2026), ETF iShares Bitcoin Premium Income akan menampilkan bitcoin, dana tunai, dan saham dari ETP Bitcoin BlackRokc yang berusia dua tahun, iShares Bitcoin Trust atau IBIT.

Berdasarkan pengajuan itu, untuk menghasilkan pendapatan premium bulanan untuk ETP baru ini, BlackRock akan menjual opsi beli atau call option pada saham IBIT.

"Meskipun Saham [dalam ETF iShares Bitcoin Premium Income] bukanlah investasi langsung dalam bitcoin atau dalam ETP bitcoin spot, saham tersebut memberikan investor metode alternatif untuk mencapai eksposur investasi terhadap bitcoin melalui pasar sekuritas, sambil menghasilkan pendapatan premium," demikian bunyi pengajuan tersebut.

Produk ETF

IBIT BlackRock telah meraih kesuksesan besar sejak diluncurkan pada 2024. Ini adalah ETF yang berfokus pada kripto terbesar, yang memegang Bitcoin senilai hampir USD 70 miliar atau Rp 1.172 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.750), menurut data DefiLlama. Pesaing terdekat kedua adalah ETF Bitcoin milik Fidelity, dengan hanya USD 17 miliar atau Rp 284,79 triliun dalam Bitcoin.

Pengajuan ini merupakan perkembangan terbaru yang mengisyaratkan permintaan besar untuk produk Bitcoin yang ditawarkan oleh raksasa keuangan tradisional. Awal bulan ini, Morgan Stanley mengumumkan akan meluncurkan ETF Bitcoin spot miliknya sendiri.

"Belum pernah terjadi sebelumnya bagi produk ETF biasa untuk diluncurkan dua tahun setelah yang pertama memasuki pasar telah mengamankan tahta likuiditas,” ujar kepala investasi di ProCap BTC, Jeff Park saat itu.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |