Tesla Genggam 11.509 Bitcoin pada Kuartal I 2026

5 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Tesla menjaga portofolio bitcoin (BTC) pada kuartal I 2026. Produsen kendaraan listrik ini memegang 11.509 BTC. Adapun Tesla juga dikenal pengaruhnya terhadap kripto seiring memegang bitcoin sejak 2021.

Mengutip coin-turk.com, Kamis, (23/4/2026), laporan keuangan kuartal pertama 2026, perusahaan menyoroti penurunan signifikan dalam nilai portofolio aset digital-nya. Akibat penurunan kripto, Tesla mencatat kerugian setelah pajak sebesar USD 173 juta atau Rp 2,98 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.230) terkait aset ini.

Koreksi ini secara langsung terkait dengan penurunan tajam bitcoin dari hampir USD 90.000 atau Rp 1,55 miliar pada awal tahun menjadi USD 68.000 atau Rp 1,17 miliar pada akhir Maret.

Di sisi lain, Tesla melaporkan laba kuartal pertama yang melampaui perkiraan analis meskipun pendapatan lebih lemah dari yang diharapkan.

Berikut kinerja keuangan dari perkiraan analis yang disurvei LSEG dan realisasi dikutip dari CNBC:

Laba per saham: 41 sen vs 37 sen (prediksi)

Pendapatan: USD 22,39 miliar vs USD 22,64 miliar (prediksi)

Pendapatan naik 16% pada kuartal pertama 2026 dari USD 19,3 miliar pada setahun sebelumnya, berdasarkan laporan laba Tesla. Di segmen otomotif, pendapatan Tesla naik 16% menjadi USD 16,2 miliar dari USD 14 miliar tahun lalu.

Tesla mengkonfirmasi dalam laporan laba kalau berencana membuat varian yang lebih terjangkau dari SUV Model Y dan sedan Model 3. Tahun lalu merupakan tantangan karena pesaing menawarkan model yang lebih canggih tetapi berbiaya lebih rendah dibandingkan jajaran kendaraan listrik Tesla yang sudah tua.

Tesla juga menghadapi reaksi negatif konsumen yang berkelanjutan sebagai tanggapan terhadap kerja sama CEO Elon Musk dengan pemerintahan Trump.

Pengiriman Kendaraan

Awal bulan ini, Tesla juga melaporkan pengiriman 358.023 kendaraan untuk kuartal pertama, yang lebih rendah dari kuartal sebelumnya dan naik sekitar 6% dari tahun sebelumnya.

Tesla telah mencatat penurunan tahunan dalam dua tahun terakhir, dengan penurunan apda kuartal tahun lalu yang sebagian disebabkan oleh hilangnyanya beberapa minggu produksi karena perusahaan sedang meningkatkan jalur produksi pabrik Model Y.

Laba bersih naik menjadi USD 477 juta atau 13 sen per saham, dari USD 409 juta atau 12 sen per saham, setahun sebelumnya.

Margin laba kotor otomotif Tesla, tidak termasuk penjualan kredit regulasi lingkungan, mencapai 19,2%, lebih tinggi daripada kuartal mana pun tahun lalu. Perusahaan mengatakan margin tersebut didukung oleh harga jual rata-rata yang lebih tinggi dan "biaya rata-rata per kendaraan yang lebih rendah karena biaya material yang lebih rendah."

Keuntungan juga meningkat berkat apa yang digambarkan perusahaan, dalam presentasi kepada pemegang sahamnya, sebagai "manfaat satu kali" terkait dengan tarif, dan garansi otomotifnya.

Pada Februari, Mahkamah Agung membatalkan sebagian besar agenda tarif Presiden Donald Trump yang luas, dan perusahaan sekarang mengklaim pengembalian dana dari pemerintah federal. CFO Vaibhav Taneja mengatakan, perusahaan belum menerima manfaat dari keputusan Mahkamah Agung.

Belanja Modal

Belanja modal melonjak 67% pada kuartal tersebut menjadi USD 2,49 miliar dari USD 1,49 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu. Taneja mengatakan dalam panggilan konferensi tersebut belanja modal (capex) akan mencapai lebih dari USD 25 miliar tahun ini, naik dari prediksi kuartal lalu sebesar USD 20 miliar untuk 2026. Itu naik dari USD 8,6 miliar pada 2025.

Di segmen energinya, yang menjual instalasi tenaga surya dan berbagai sistem penyimpanan energi baterai, Tesla melaporkan pendapatan sebesar USD 2,41 miliar untuk kuartal tersebut, turun 12% dari USD 2,73 miliar pada periode sama tahun lalu.

Musk telah mencoba mengubah narasi seputar perusahaannya dengan berfokus pada upaya dalam teknologi swakemudi dan robot humanoid. Meskipun perusahaan sedang menguji sejumlah kecil mobil tanpa pengemudi dalam layanan taksi daringnya di Texas, Tesla masih bergantung pada penjualan kendaraan listrik untuk sebagian besar pendapatannya dan belum menjual kendaraan yang siap untuk robotaxi.

Bikin Robot

Tesla mengatakan pada Januari kalau akan menghentikan produksi kendaraan Model S dan X, dan menggunakan pabrik di Fremont, California, untuk membangun robot humanoid Optimus. Perusahaan mengatakan pada Rabu, "persiapan untuk pabrik Optimus skala besar pertama akan segera dimulai pada kuartal kedua,". Perseroan megatakan, rencana untuk "lini generasi pertama" untuk membangun 1 juta robot per tahun.

Musk memiliki sejarah menetapkan dan gagal mencapai target ambisius untuk mengembangkan produk-produk futuristik.

Dalam konferensi pendapatan, Musk mengatakan, kendaraan Tesla model lama yang menggunakan komputer Hardware 3 tidak akan dapat menggunakan sistem FSD "tanpa pengawasan" yang akan datang dari perusahaan, yang dimaksudkan untuk membuat mobil mereka mampu beroperasi tanpa pengemudi, atau aman digunakan tanpa pengawasan manusia aktif.

Perusahaan mengatakan berencana untuk membuat program "penukaran dengan diskon" untuk mobil yang memiliki perangkat keras lama, dan akan memungkinkan pelanggan untuk meningkatkan komputer dan kamera mobil mereka agar dapat menggunakan sistem pengemudian otomatis pada masa mendatang.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |