Crypto Fear and Greed Index Sentuh 46, Investor Diminta Waspada

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Crypto Fear & Greed Index naik ke level 46, atau meningkat dua poin dibandingkan hari sebelumnya. Angka ini menempatkan pasar kripto dalam zona netral—tidak didominasi rasa takut maupun keserakahan.

Indeks yang disediakan oleh CoinMarketCap, dikutip Senin (27/4/2026), indeks ini menjadi salah satu indikator penting untuk membaca sentimen pasar kripto secara global.

Zona netral biasanya mencerminkan kondisi pasar yang masih ragu-ragu. Investor dan trader cenderung menunggu kepastian arah, sehingga pergerakan harga cenderung terbatas.

Indeks ini dihitung dari berbagai faktor, termasuk pergerakan harga 10 kripto terbesar, volatilitas pasar, data derivatif seperti rasio put-call, hingga rasio pasokan stablecoin atau Stablecoin Supply Ratio (SSR).

Indeks ini memiliki arti masing-masing untuk investor ritel maupun investor institusi.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Faktor Penentu dan Pola Historis Pasar

Beberapa komponen utama yang memengaruhi indeks ini antara lain:

Momentum Harga:

  • Membandingkan harga saat ini dengan rata-rata 30 dan 90 hari
  • Volatilitas Pasar: Pergerakan harga Bitcoin dan aset besar lainnya
  • Data Derivatif: Rasio put-call dan posisi pasar futures
  • Stablecoin Supply Ratio (SSR): Mengukur daya beli stablecoin di pasar
  • Volume Pencarian: Data tren pencarian terkait kripto

Secara historis, zona netral sering muncul saat pasar berada dalam fase konsolidasi. Misalnya pada pertengahan 2023, indeks bergerak di kisaran 40–55 sebelum akhirnya naik ke zona “greed”.

Dalam periode 2021 hingga 2025, indeks jarang bertahan lama di zona netral. Level di bawah 25 biasanya menandakan ketakutan ekstrem (potensi titik bawah pasar), sementara di atas 75 sering menjadi sinyal pasar terlalu panas.

Saat ini, dengan angka 46, pasar berada dalam fase “wait and see” atau menunggu arah berikutnya.

Dampak bagi Investor dan Arah Pasar

Bagi investor ritel, kondisi ini menjadi sinyal untuk tidak mengambil keputusan secara impulsif. Banyak trader menggunakan indeks ini sebagai indikator kontrarian—membeli saat pasar takut dan menjual saat pasar terlalu optimistis.

Sementara itu, investor institusi justru bisa melihat kondisi netral sebagai peluang akumulasi, terutama jika fundamental jangka panjang masih kuat.

Data on-chain menunjukkan bahwa dompet besar atau “whale” Bitcoin terus melakukan akumulasi dalam beberapa waktu terakhir, meski sentimen pasar masih netral.

Di sisi lain, pergerakan harga kripto cenderung terbatas. Bitcoin, misalnya, bergerak di kisaran USD 60.000 hingga USD 65.000 dalam sepekan terakhir, mencerminkan minimnya arah yang jelas.

Faktor regulasi juga masih menjadi penentu sentimen. Perkembangan positif terkait persetujuan ETF Bitcoin di Amerika Serikat memberikan dukungan harga, namun ketidakpastian regulasi global—terutama di Asia—masih menahan pasar untuk masuk ke zona optimistis.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |