TRM Labs: Adopsi Kripto Dunia Turun 11%, Turki Jadi Pengecualian

11 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Adopsi kripto global mengalami perlambatan pada kuartal pertama 2026. Aktivitas ritel tertekan oleh penguatan dolar AS, kenaikan suku bunga, serta kondisi pasar yang cenderung menghindari risiko (risk-off).

Dikutip dari CoinMarketCap, Sabtu (25/4/2026), laporan TRM Labs melalui Global Crypto Adoption Index mencatat volume transaksi ritel turun 11% secara tahunan menjadi USD 979 miliar. Ini merupakan penurunan dua kuartal berturut-turut sekaligus yang terdalam sejak pasar bearish 2022.

Harga Bitcoin juga ikut tertekan. Setelah sempat mencetak reli hingga di atas USD 126.000 pada akhir 2025, harga BTC turun sekitar 22% sepanjang kuartal pertama 2026.

“Penurunan ini menegaskan betapa sensitifnya sektor kripto terhadap kondisi makroekonomi,” tulis TRM Labs. Mereka menyoroti bagaimana perubahan likuiditas global dan selera risiko berdampak langsung pada partisipasi investor ritel.

Sejumlah poin penting dari laporan tersebut antara lain:

  • Volume ritel turun 11% menjadi USD 979 miliar
  • Harga Bitcoin terkoreksi sekitar 22%
  • Negara maju mencatat penurunan aktivitas terbesar
  • Turki justru naik 7%
  • Venezuela menjadi pasar pertumbuhan baru.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Perbedaan Dinamika Regional Ubah Peta Kripto Global

Data terbaru menunjukkan adanya perbedaan mencolok antarwilayah dalam penggunaan kripto.

Di negara maju seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Inggris, dan Jerman, aktivitas perdagangan kripto mengalami penurunan tajam. Hal ini disebabkan meningkatnya biaya peluang investasi akibat suku bunga tinggi, sehingga minat terhadap aset spekulatif seperti kripto menurun.

Sebaliknya, di beberapa negara berkembang, kripto justru digunakan untuk kebutuhan yang lebih praktis, seperti alat pembayaran, penyimpanan nilai, hingga transfer dana lintas negara.

TRM Labs mencatat bahwa kondisi makro yang ketat—termasuk dolar yang menguat—menekan minat investor terhadap aset berisiko. Namun, di wilayah dengan keterbatasan akses ke sistem keuangan tradisional, kripto tetap menjadi alternatif penting.

Pergerakan harga Bitcoin selama kuartal ini juga mencerminkan sentimen pasar yang lebih luas. Setelah mencapai puncak pada akhir 2025, harga BTC mengalami penurunan seiring investor mengevaluasi ulang risiko di tengah suku bunga tinggi dan perlambatan ekonomi global.

Meski begitu, di wilayah yang menggunakan kripto sebagai lindung nilai (hedge), aktivitas cenderung lebih stabil meski pasar bergejolak.

Turki Melawan Tren, Venezuela Tumbuh di Tengah Tekanan

Di tengah tren penurunan global, Turki justru mencatat kenaikan volume kripto sebesar 7% secara tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa kripto semakin digunakan sebagai solusi praktis dalam ekonomi domestik.

Selain itu, kawasan Amerika Latin dan Asia Selatan juga menunjukkan stabilitas relatif dalam adopsi kripto.

Venezuela bahkan muncul sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan signifikan. Kondisi ekonomi yang terbatas dan tekanan kebijakan mendorong masyarakat memanfaatkan kripto sebagai penyimpan nilai alternatif.

TRM Labs menyebut, “Perbedaan ini mencerminkan perbedaan mendasar dalam permintaan: di negara dengan kebijakan moneter terbatas atau kontrol modal ketat, kripto berfungsi sebagai penyimpan nilai dan sistem dolar bayangan.”

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah faktor penting, seperti:

  • Apakah kondisi makro akan membaik dan mendorong kembali minat investor
  • Peran stablecoin dan pembayaran berbasis blockchain
  • Dampak ketegangan geopolitik terhadap pasar kripto
  • Perubahan kebijakan yang memengaruhi arus dana global.

Bagi investor, pengguna, maupun pelaku industri, kondisi ini menunjukkan bahwa pasar kripto semakin kompleks. Keseimbangan antara fungsi spekulatif dan utilitas nyata akan menjadi penentu arah adopsi kripto ke depan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |