Geger! Wisconsin Gugat Coinbase hingga Robinhood, Terkait Judi Berkedok Kripto

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Departemen Kehakiman Wisconsin pada 23 April 2026 mengajukan gugatan terhadap sejumlah platform besar, yakni Coinbase, Robinhood, Crypto.com, serta Kalshi dan Polymarket.

Kelima platform tersebut dituduh menjalankan praktik taruhan olahraga ilegal yang disamarkan sebagai kontrak “prediction market” atau kontrak berbasis peristiwa.

Dikutip dari CoinMarketCap, Jumat (24/4/2026), gugatan yang diajukan di Dane County ini meminta pengadilan menyatakan bahwa kontrak berbasis olahraga yang ditawarkan kepada warga Wisconsin melanggar hukum perjudian negara bagian.

Selain itu, negara bagian juga meminta pengadilan mengeluarkan larangan sementara hingga permanen agar perusahaan tidak lagi menawarkan produk tersebut kepada warga Wisconsin.

Namun, gugatan ini tidak bertujuan membatalkan kontrak yang sudah ada. Fokusnya adalah menghentikan penawaran produk serupa di masa depan.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Kontrak Event Diduga Sama dengan Judi

Dalam gugatannya, Wisconsin menilai kontrak event yang ditawarkan platform tersebut pada dasarnya sama dengan taruhan olahraga.

Sebagai contoh, negara bagian menyoroti kontrak pertandingan Final Four antara Michigan melawan Arizona pada 3 April 2026. Dalam kontrak itu, trader dapat membeli kontrak dengan harga sekitar USD 0,53. Jika prediksi benar, kontrak akan dibayar USD 1, dan jika salah tidak mendapatkan apa pun.

Menurut otoritas Wisconsin, skema tersebut secara praktis tidak berbeda dengan taruhan olahraga konvensional.

Negara bagian juga menyebut Kalshi diduga menghasilkan lebih dari USD 1 miliar per tahun dari kontrak olahraga, meski angka ini belum diverifikasi secara independen.

Wisconsin menegaskan bahwa menyebut produk tersebut sebagai “kontrak event” tidak mengubah sifat dasarnya sebagai bentuk perjudian menurut hukum negara bagian.

Sengketa Regulasi dan Respons Perusahaan

Sejumlah perusahaan yang digugat memberikan respons dengan menyatakan bahwa produk mereka berada di bawah pengawasan federal, khususnya oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

Mereka berargumen bahwa kontrak tersebut merupakan produk derivatif yang sah dan dilindungi oleh hukum federal, sehingga tidak tunduk pada regulasi perjudian di tingkat negara bagian.

Kasus ini mencerminkan ketegangan antara regulasi negara bagian dan federal, terutama dalam mengatur produk baru yang berada di persimpangan antara keuangan, kripto, dan spekulasi peristiwa.

Di sisi lain, industri prediction market terus berkembang pesat. Polymarket bahkan dikabarkan tengah menggalang pendanaan hingga USD 400 juta dengan valuasi mencapai USD 15 miliar.

Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, tekanan regulasi semakin meningkat. Gugatan Wisconsin menjadi salah satu contoh bagaimana otoritas mulai memperketat pengawasan terhadap inovasi di sektor kripto dan keuangan digital.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |