Robert Kiyosaki Ingatkan Ancaman Crash Saham di 2026: Sarankan Investasi Emas dan Bitcoin

9 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali memperingatkan kemungkinan terjadinya kejatuhan besar pasar saham dalam waktu dekat.

Melalui unggahan di media sosial X pada 9 Maret, Kiyosaki mengatakan bahwa pasar keuangan global berpotensi mengalami krisis besar pada 2026. Ia bahkan menyebut dampaknya bisa lebih buruk dibandingkan krisis keuangan global 2008.

Peringatan tersebut ia kaitkan dengan sejumlah masalah yang menurutnya belum terselesaikan sejak krisis 2008, termasuk tingginya tingkat utang global.

“Dalam Rich Dad’s Prophecy (2013), saya memperingatkan bahwa kejatuhan pasar saham terbesar dalam sejarah masih akan datang… Pada 2026, saya berharap saya salah. Namun saya khawatir kejatuhan itu kini sedang mendekat,” tulis Kiyosaki dikutip dalam news.bitcoin.com, Kamis (12/3/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya pernah memperingatkan mengenai potensi kegagalan Lehman Brothers, yang kemudian benar-benar bangkrut pada puncak krisis keuangan global 2008.

Menurut Kiyosaki, berbagai masalah struktural yang menyebabkan krisis tersebut sebenarnya belum sepenuhnya diselesaikan.

Utang Global dan Pasar Kredit Jadi Sorotan

Kiyosaki menilai sistem keuangan global saat ini masih sangat bergantung pada utang serta pasar kredit yang rentan terhadap gejolak.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat krisis berikutnya menjadi lebih besar jika tekanan di pasar kredit memicu ketidakstabilan keuangan secara luas.

Selain itu, ia juga menyoroti risiko yang berasal dari pasar kredit swasta (private credit).

Pada Maret 2026, sejumlah laporan menyebutkan bahwa perusahaan manajemen aset global BlackRock membatasi penarikan dana dari salah satu dana kredit swastanya setelah terjadi lonjakan permintaan penarikan oleh investor.

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan adanya tekanan di sebagian sektor pasar kredit swasta.

Kiyosaki bahkan mengaitkan potensi krisis pasar berikutnya dengan risiko di sektor tersebut.

“Pada 2026, kejatuhan pasar akan dipimpin oleh skema Ponzi kredit swasta milik BlackRock. Saya berharap saya salah… namun jika dan ketika BlackRock jatuh, dampaknya akan sangat cepat dan destruktif,” tulisnya.

Kiyosaki Sarankan Investasi Emas dan Kripto

Selain memberikan peringatan mengenai potensi krisis, Kiyosaki juga menyampaikan pandangannya mengenai strategi investasi yang menurutnya dapat membantu investor menghadapi ketidakstabilan ekonomi.

Ia menekankan pentingnya bagi investor untuk bersikap proaktif dalam mengelola aset.

“Saya terus menyarankan investor untuk bersikap proaktif dan memperoleh emas, perak, bitcoin, ethereum, serta kemitraan dalam sumur minyak nyata,” tulisnya.

Selama ini Kiyosaki dikenal sering mendorong investasi pada logam mulia, aset kripto, serta sektor energi sebagai langkah lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian pasar.

Menurutnya, aset-aset tersebut dapat menjadi alternatif bagi investor untuk melindungi kekayaan dari risiko krisis keuangan global.

Kiyosaki juga memperingatkan bahwa tingginya utang global dapat menimbulkan dampak luas, termasuk terhadap dana pensiun masyarakat di berbagai negara.

Ia menyebut banyak dana pensiun generasi baby boomers berpotensi tergerus jika krisis keuangan benar-benar terjadi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |