Pendiri Cardano Sebut Tantangan Terbesar Kripto Bukan Teknologi

10 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri Cardano Charles Hoskinson menilai kripto mungkin berjalan di puluhan blockchain yang saling bersaing saat ini. Ia menilai, kesuksesan jangka panjang industri ini akan bergantung pada apakah pengguna dapat berinteraksi dengan teknologi itu tanpa perlu memahami cara kerja sistem tersebut.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (10/3/2026), dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan TheStreet Roundtable, Hoskinson menuturkan, kripto masih menuntut terlalu banyak dari pengguna sehari-hari. Dompet, jembatan, dan jaringan saling bersaing menciptakan kompleksitas yang sebagian besar konsumen tidak akan toleransi.

"Jika Anda mendatangi pengguna dan mengatakan Anda harus mengetahui semua hal aneh tentang protokol kami, itu adalah pengalaman pengguna yang buruk,” kata Hoskinson.

Kripto Seharusnya Berfungsi dengan Sendirinya

Sebaliknya, ia menilai infrastruktur blockchain pada akhirnya akan memudar ke latar belakang seperti protokol jaringan yang mendukung internet saat ini. Sebagian besar pengguna ponsel pintar tidak memikirkan standar Wi-Fi atau perutean data ketika membuka aplikasi.

Dengan cara yang sama, pengguna harus dapat memindahkan nilai antar jaringan tanpa perlu mengetahui blockchain mana yang mendukung transaksi itu.

Visi tersebut juga bergantung pada berbagai jaringan blockchain yang menjadi saling beroperasi daripada bersaing sebagai ekosistem yang terisolasi.

“Selama ada konvertiblitas instan dan model kepercayaannya sama, pengguna seharusnya tidak melihatnya sebagai aset terpisah,” ujar Hoskinson.

“Ini benar-benar sebuah rangkaian sistem,” ia menambahkan.

Adapun stablecoin merupakan pratinjau bagaimana kripto akan berkembang. Stablecoin sudah memberikan gambaran sekilas tentang model tersebut. Hoskinson menunjuk USDC sebagai contoh aset yang dapat berpindah antar beberapa blockchain sambil mengandalkan cadangan yang sama.

Volume stablecoin mencapai lebih dari USD 30 triliun pada 2025 saja dengan USDC menyumbang hampir USD 20 triliun dari jumlah tersebut.

Circle baru-baru ini meluncurkan USDCx, stablecoin yang didukung USDC yang merupakan bagian asli dari ekosistem Cardano.

Sistem Transaksi

Hoskinson juga menyoroti potensi sistem transaksi yang memungkinkan pengguna untuk hanya menjelaskan hasil yang diinginkan sementara infrastruktur otomatis menentukan bagaimana transaksi harus dieksekusi.

“90% transaksi pertukaran terdesentralisasi dan 60% DeFi dapat berbasis pada 2030,” ujar dia.

Dalam model tersebut, jaringan blockchain berfungsi lebih seperti infrastruktur tak terlihat daripada produk yang bersaing.

“Anda hanya perlu mengetuk ponsel Anda dan membeli sesuatu dari mesin penjual otomatis,” kata Hoskinson.

“Ini ajaib dan instan.”

Bagi Hoskinson, fase selanjutnya dari industri ini akan ditentukan oleh kesederhanaan daripada persaingan teknis.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Coinbase Punya Layanan Kredit dengan Jaminan XRP, Dogecoin, dan Cardano

Sebelumnya, platform aset digital Coinbase resmi meluncurkan fasilitas pinjaman baru yang memungkinkan pelanggan di Amerika Serikat (AS) meminjam dana hingga USD 100.000 dalam bentuk USD Coin (USDC).

Melalui layanan ini, pengguna dapat mengajukan pinjaman dengan menjaminkan sejumlah aset kripto populer, seperti XRP, Dogecoin, Cardano, dan Litecoin.

Dikutip dari U Today, Kamis (19/2/2026), ekspansi layanan ini menandai langkah baru Coinbase dalam memperluas produk pinjaman berbasis kripto. Fitur tersebut memungkinkan pelanggan memanfaatkan aset digital yang dimiliki tanpa harus menjualnya.

Dengan skema ini, pengguna tetap bisa mempertahankan posisi investasinya di pasar kripto, sekaligus memperoleh dana segar untuk kebutuhan lain. Selain itu, pinjaman ini juga tidak memicu peristiwa kena pajak karena aset kripto tidak dijual.

Coinbase menyebut, layanan ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi investor yang ingin mengakses likuiditas tanpa harus keluar dari pasar.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Coinbase sebagai salah satu bursa kripto terbesar di Amerika Serikat dengan layanan keuangan yang semakin lengkap.

Likuiditas Instan Didukung Teknologi DeFi

Fitur pinjaman terbaru Coinbase dirancang untuk memberikan kecepatan dan efisiensi bagi pengguna. Melalui layanan ini, investor bisa memperoleh likuiditas secara “instan” dengan memanfaatkan aset kripto sebagai jaminan.

Pinjaman berbasis kripto ini memungkinkan pengguna mengakses dana dalam bentuk USDC dengan cepat, sambil tetap menjaga strategi investasi jangka panjang mereka. Hal ini dinilai menjadi keunggulan dibandingkan produk pinjaman konvensional yang biasanya memerlukan proses persetujuan panjang.

Menariknya, Coinbase mengandalkan infrastruktur terdesentralisasi untuk mendukung layanan ini. Mesin pinjaman tersebut diklaim “Powered by Morpho” dan “Running on Base”, yakni jaringan Layer-2 milik Coinbase sendiri.

Integrasi ini menunjukkan tren meningkatnya kolaborasi antara bursa kripto terpusat (CEX) dan protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) untuk meningkatkan manfaat bagi pengguna.

Saat ini, layanan pinjaman tersebut sudah tersedia bagi pelanggan di Amerika Serikat, kecuali di wilayah New York, yang masih memiliki aturan ketat terkait layanan kripto.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |