Saat Dunia Memanas, Robert Kiyosaki Prediksi Bitcoin Bisa Terbang Tinggi

1 month ago 50

Liputan6.com, Jakarta - Penulis buku Rich Dad Poor Dad sekaligus investor, Robert Kiyosaki, menyampaikan di platform media sosial X pada 2 Maret bahwa harga emas melonjak tajam hanya dalam satu hari.

Ia juga memberi sinyal adanya potensi pergerakan besar berikutnya untuk perak dan bitcoin seiring investor merespons meningkatnya ketegangan geopolitik serta volatilitas di pasar keuangan global.

“Emas melonjak USD 128 dalam satu hari. Kabar yang lebih baik adalah perak dan bitcoin akan lepas landas. Bersiaplah," kata Kiyosaki dikutip dar laman News.bitcoin.com, Jumat (6/3/2026).

Komentar tersebut muncul ketika harga emas reli di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah muncul laporan serangan militer serta penutupan sementara Selat Hormuz pada 1 Maret.

Perpindahan investor ke aset safe haven mendorong harga emas naik sekitar USD 128 dalam satu sesi perdagangan, bahkan sempat mendekati USD 5.414 pada 2 Maret.

Namun logam mulia itu kemudian mengalami koreksi tajam seiring penguatan dolar AS, dengan pasar mencatat fluktuasi intraday besar, termasuk penurunan dari kisaran USD 5.400 ke sekitar USD 5.023 pada 3 Maret.

Reaksi Investor

Reaksi pasar pada aset lain juga menunjukkan perilaku investor yang tidak merata saat terjadi guncangan geopolitik. Bitcoin sempat turun ke sekitar USD 63.000 ketika para trader mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Namun, harga kemudian kembali naik mendekati USD 73.000 pada 4 Maret seiring sentimen pasar mulai stabil dan likuiditas kembali ke pasar aset digital. Sementara itu, perak juga mengalami volatilitas tajam, dengan harga spot bergerak di kisaran USD 83 hingga USD 100 setelah sempat melampaui USD 100 per ons pada Januari saat terjadi reli spekulatif.

Selain itu, permintaan industri yang kuat terkait energi hijau dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) juga terus mendukung tekanan pasokan jangka panjang.

Kiyosaki berulang kali menyebut emas dan perak sebagai “uang Tuhan” (God’s money), sementara bitcoin ia sebut sebagai “uang rakyat” (the people’s money).

Pentingnya punya Aset

Ia menekankan pentingnya aset langka di tengah pelemahan nilai mata uang dan meningkatnya utang pemerintah. Kiyosaki bahkan memperkirakan harga bitcoin bisa mencapai USD 250.000 pada tahun 2026.

Ia juga mengungkapkan baru saja membeli satu bitcoin lagi di kisaran harga USD 67.000 pada 20 Februari, yang menurutnya merupakan peluang “diskon besar” saat harga turun.

Pandangannya didasarkan pada dua argumen utama yakni pasokan bitcoin yang terbatas hanya 21 juta koin dan kekhawatiran bahwa utang nasional Amerika Serikat yang terus meningkat dapat mendorong pembuat kebijakan melakukan ekspansi moneter lebih lanjut.

Meski sejumlah proyeksi institusional juga memperkirakan potensi kenaikan signifikan bitcoin hingga 2026, banyak analis mengingatkan bahwa baik kripto maupun komoditas tetap merupakan aset yang sangat volatil dan berpotensi mengalami penurunan tajam saat terjadi tekanan ekonomi global.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |