Disita dari Samourai Wallet, AS Tetap Simpan Bitcoin Rp 107,7 Miliar

4 days ago 12
  • Apa klarifikasi utama dari Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengenai Bitcoin yang disita?
  • Apa rencana pemerintah AS terhadap Bitcoin yang disita ini?
  • Siapa pendiri Samourai Wallet yang terlibat dalam penyitaan Bitcoin ini?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) akhirnya memberikan klarifikasi mengenai keberadaan Bitcoin (BTC) senilai USD 6,37 juta atau Rp 107,71 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.910). Bitcoin tersebut disita dari para pendiri Samourai Wallet, yakni Keonne Rodriguez dan William Lonergan Hill, yang telah mengaku bersalah atas tuduhan bersekongkol menjalankan bisnis pengiriman uang tanpa izin.

Direktur Eksekutif President’s Council of Advisors for Digital Assets, Patrick Wit mengatakan, pihaknya telah menerima konfirmasi dari DOJ terkait aset digital tersebut. Hal itu diketahui dari cuitannya yang disampaikan di platform X.

"PEMBARUAN: kami telah menerima konfirmasi dari DOJ bahwa aset digital yang disita dari Samourai Wallet tidak dilikuidasi dan tidak akan dilikuidasi, sesuai dengan EO (Executive Order) 14233,” cuitnya, dikutip dari Yahoo Finance, Minggu (18/1/2026).

Wit menambahkan pemerintah Amerika Serikat berencana menyimpan Bitcoin tersebut dalam neraca negara sebagai bagian dari Cadangan Bitcoin Strategis, alih-alih menjualnya.

Sebelumnya, Bitcoin Magazine mengutip dokumen pengadilan dan data blockchain yang mengindikasikan bahwa Bitcoin hasil penyitaan telah dipindahkan dan kemungkinan dilikuidasi. Klaim ini bertentangan dengan arahan Gedung Putih yang mewajibkan Bitcoin hasil penyitaan untuk disimpan dalam Cadangan Bitcoin Strategis Amerika Serikat (US Strategic Bitcoin Reserve).

Namun, United States Marshals Service (USMS) membantah adanya penjualan. Dalam pernyataannya kepada DL News, lembaga tersebut menegaskan bahwa pihaknya belum menjual Bitcoin dan mengaku tidak mengetahui bagaimana Bitcoin Magazine memperoleh informasi tersebut.

Proses Likuidasi

USMS juga menyampaikan proses likuidasi aset kripto memerlukan beberapa tingkat persetujuan, dan hanya aset yang memenuhi kriteria sesuai Perintah Eksekutif (Executive Order) 14233 yang dapat dilepas.

Pada Agustus 2025, para terdakwa Rodriguez dan Hill, mengaku bersalah di Pengadilan Distrik Selatan New York. Keduanya dituduh bersekongkol menjalankan bisnis pengiriman uang tanpa izin.

Berdasarkan perjanjian pengakuan bersalah tersebut, mereka sepakat untuk menyerahkan aset yang terkait dengan tindak pidana, termasuk sekitar 57,55 BTC, yang pada saat pengalihan bernilai sekitar USD 6,37 juta.

Jaksa menyatakan bahwa keduanya mengoperasikan layanan pencampur kripto (crypto mixing service) yang memfasilitasi lebih dari USD 200 juta transaksi ilegal, termasuk dana yang terkait dengan pasar darknet, kejahatan siber, dan penipuan.

Catatan pengadilan menunjukkan bahwa Bitcoin tersebut disita berdasarkan 18 U.S. Code Pasal 982, yang mengatur penyitaan pidana dalam kasus pencucian uang dan pengiriman uang tanpa izin.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Bursa Kripto Sudah Kasih Peringatan, Konsumen Ini Masih Kena Penipuan Transfer Aset

Sebelumnya, Pengadilan British Columbia telah memutuskan bursa kripto tidak bersalah atas kerugian sebesar 671.000 dolar Kanada atau setara USD 480.000. Jumlah itu setara Rp 7,97 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.620). Kerugian itu dialami pelanggan akibat penipuan daring meskipun telah berulang kali diperingatkan penipuan.

Mengutip Yahoo Finance, Jumat (24/10/2025), dalam putusan tertulis yang dirilis Senin pekan ini, Hakim Lindsay LeBlanc dari Mahkamah Agung BC menolak gugatan yang diajukan oleh warga Victoria Yan Li Xu terhadap bursa kripto NDAX Canada yang berbasis di Calcary.

Hakim LeBlanc menuturkan, platform itu telah memenuhi kewajibannya setelah memperingatkannya empat kali kalau ia kemungkinan telah ditipu.

Peringatan Bursa Kripto

Meskipun kerugian Xu "disesalkan", Hakim LeBlanc "tidak menemukan ada tanggung jawab" pada NDAX Canada, yang menurutnya terdaftar sebagai bisnis jasa keuangan di Pusat Analisis Transaksi dan Laporan Keuangan Kanada (FINTRAC).

“Peringatan bursa kripto tersebut kepada Xu "sangat jelas," Hakim LeBlanc menambahkan.

Fakta pengadilan menemukan Xu, yang bekerja sebagai akuntan di Victoria, membuka akun NDAX pada 10 April 2023, setelah dibujuk oleh seorang kenalan daring untuk berinvestasi dalam skema yang menjanjikan imbal hasil hingga 1% per hari.

Untuk mendanai investasi tersebut, ia menggadaikan kembali rumahnya dan meminjam uang dari seorang teman, lalu menyetorkan 671.000 dolar Kanada ke akunnya antara 11 April dan 17 Mei 2023, menggunakan uang tersebut untuk membeli Ethereum.

Pada 18 April pada tahun yang sama, seorang karyawan NDAX menghubungi Xu untuk meminta informasi lebih lanjut tentang penarikan tersebut dan memperingatkan bahwa "transaksi tersebut menunjukkan faktor risiko" dan akan dieskalasi untuk ditinjau.

Serangkaian Peringatan yang Intensif

Panggilan telepon tersebut, yang direkam, kemudian dirujuk di pengadilan. Putusan tersebut tidak mengungkapkan detail transaksi Ethereum tersebut.

Setelah panggilan tersebut, Xu mengirimkan beberapa email ke NDAX yang menuntut untuk "melanjutkan penarikan tanpa penundaan," sebagaimana ditunjukkan oleh temuan putusan. Nada bicara Xu kemudian menjadi semakin keras, dan ia memperingatkan bahwa ia mungkin akan mengambil tindakan hukum jika perusahaan tidak mematuhinya.

Ketika Xu mencoba mentransfer kripto ke dompet eksternal, NDAX mengeluarkan serangkaian peringatan yang semakin intensif.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |