Investor Bitcoin Waspadai Potensi Guncangan Pasar Kripto

19 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Perhatian investor Bitcoin pekan ini mulai bergeser dari kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) menuju rapat penting Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa. Pasar memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga acuannya dari 0,75 persen menjadi 1 persen.

Dikutip dari Coinmarketcap, Selasa (16/6/2026), jika terealisasi, kenaikan tersebut akan membawa suku bunga Jepang ke level tertinggi sejak 1995, sekaligus menjadi sinyal kuat berlanjutnya normalisasi kebijakan moneter di negara tersebut.

Namun, perhatian pasar tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga semata. Investor juga mencermati tingginya posisi spekulatif yang mempertaruhkan pelemahan yen Jepang.

Berdasarkan data Commodity Futures Trading Commission (CFTC), dana lindung nilai dan investor leverage tercatat memiliki lebih dari 115 ribu kontrak short terhadap yen hingga pekan yang berakhir pada 9 Juni. Angka tersebut merupakan posisi bearish terbesar terhadap mata uang Jepang sejak November 2017.

Posisi short tersebut dibangun atas asumsi bahwa yen akan terus melemah. Akan tetapi, jika BOJ mengambil langkah yang lebih agresif dari perkiraan pasar, termasuk memberikan sinyal kenaikan suku bunga lanjutan, investor berpotensi menutup posisi short secara massal.

Kondisi itu dapat memicu penguatan yen secara tajam dan menekan strategi carry trade yang selama ini memanfaatkan pinjaman berbiaya murah dalam mata uang yen untuk berinvestasi pada aset dengan imbal hasil lebih tinggi.

Bayang-Bayang Gejolak Seperti 2024

Sejumlah analis menilai situasi saat ini memiliki kemiripan dengan kondisi menjelang kenaikan suku bunga BOJ pada Juli 2024.

Kala itu, posisi short terhadap yen juga berada pada level yang sangat tinggi. Setelah BOJ menaikkan suku bunga, investor berbondong-bondong menutup posisi tersebut sehingga yen menguat tajam dan memicu volatilitas di berbagai pasar keuangan global, mulai dari Wall Street, indeks Nikkei Jepang, hingga pasar aset kripto.

Dampaknya cukup signifikan. Dalam kurun waktu sekitar satu pekan setelah keputusan tersebut, harga Bitcoin anjlok dari sekitar US$65.000 menjadi US$50.000 per koin.

Karena itu, pelaku pasar kini tidak hanya menunggu keputusan suku bunga BOJ, tetapi juga mencermati pernyataan Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, yang memimpin bank sentral Jepang sejak 2023.

Apabila Ueda mempertahankan nada pernyataan yang hati-hati, pasar diperkirakan hanya akan bereaksi secara moderat. Sebaliknya, jika ia mengisyaratkan percepatan pengetatan moneter atau peluang suku bunga naik di atas 1 persen, gejolak di pasar keuangan berpotensi meningkat.

Bitcoin Rentan Tertekan

Penguatan Yen Jepang yang terjadi secara cepat dapat memaksa investor mengurangi posisi carry trade yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu sumber likuiditas bagi pasar keuangan global.

Beberapa pengamat menilai likuiditas dari strategi tersebut tidak hanya menopang pasar saham dan obligasi, tetapi juga secara tidak langsung mendukung aliran dana ke aset kripto.

Karena itu, setiap sinyal pengetatan moneter yang lebih agresif dari BOJ berpotensi memicu volatilitas di berbagai kelas aset berisiko.

Di antara aset kripto, Bitcoin menjadi salah satu yang paling sensitif terhadap perubahan likuiditas global. Apabila keputusan BOJ mengejutkan pasar, pergerakan harga Bitcoin diperkirakan dapat mengalami fluktuasi yang cukup tajam dalam jangka pendek.

Investor kini menantikan hasil rapat BOJ sebagai salah satu faktor utama yang berpotensi menentukan arah pasar keuangan global, termasuk pergerakan aset kripto, dalam beberapa pekan ke depan.   

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |