Harga Emas Mulai Turun, Akankah Dana Investor Lari ke Bitcoin?

5 days ago 26

Liputan6.com, Jakarta - Pelemahan harga emas dari level tertinggi sepanjang sejarah, mulai memicu perbincangan hangat di kalangan pelaku pasar. Banyak yang berspekulasi mengenai adanya potensi pergeseran strategi investasi.

Meskipun emas tetap menjadi aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian global, prospek imbal hasil yang lebih tinggi kini mendorong sebagian investor untuk melirik aset digital Bitcoin sebagai pelabuhan modal berikutnya.

Apakah momentum emas mulai habis?

Dikutip dari CoinMarketCap, Sabtu (13/6/2026), pengamat pasar dengan nama samaran CryptoTice mencatat bahwa emas tampaknya telah memasuki fase stagnan setelah lonjakan besar terakhirnya. Secara historis, ketika harga emas berhasil mencetak rekor tertinggi baru lalu kemudian bergerak mendatar, ada kecenderungan likuiditas pasar akan bermigrasi menuju Bitcoin.

"Momentum emas biasanya akan tertahan setelah pergerakan besar. Pada titik inilah investor mulai berburu imbal hasil yang lebih tinggi di tempat lain—dan Bitcoin sering kali menjadi penerima manfaat utama selama siklus tersebut terjadi," ungkap CryptoTice.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Belajar dari Sejarah Lonjakan Harga Bitcoin

Berdasarkan grafik perbandingan mingguan yang membentang dari tahun 2015 hingga 2026, terlihat sebuah tren yang jelas: Bitcoin sering kali mendapatkan momentum besar sesaat setelah emas mencapai puncak tertinggi dan mulai bergerak mendatar.

Pola historis ini terlihat sangat nyata saat Bitcoin meroket drastis hingga menyentuh level US$ 20.000 pada tahun 2017, serta ketika menembus kisaran US$ 69.000 sepanjang periode 2020 hingga 2021.

Saat ini, emas murni diperdagangkan di kisaran US$ 4.200 per ons, sedikit di bawah rekor tertinggi terbarunya. Di tengah ketegangan geopolitik yang masih membayang serta indikator ekonomi Amerika Serikat (AS) yang terus dipantau ketat, para trader kini menanti apakah harga emas akan terus berkonsolidasi di level ini atau tidak.

Akankah reli Bitcoin berlanjut?

Di sisi lain, Bitcoin justru mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat mengalami penurunan beberapa waktu lalu. Saat artikel ini ditulis, Bitcoin bernilai sekitar US$ 63.492, mencatatkan kenaikan sebesar 2,5% hanya dalam waktu 24 jam terakhir.

Menanti Peluang Terjadinya Gelombang Ketiga

Perbandingan pergerakan kedua aset ini menyoroti tiga akselerasi signifikan yang dialami Bitcoin, di mana masing-masing selalu mengekor di belakang fase stagnasi emas. Perkembangan pasar akhir-akhir ini mengindikasikan adanya potensi kemunculan gelombang ketiga, seiring dengan pulihnya Bitcoin dari level terendahnya pada tahun 2022.

Fenomena ini pun kembali memicu minat investor terhadap potensi perpindahan modal besar-besaran dari emas ke Bitcoin.

Laporan pasar tersebut menggambarkan situasi saat ini sebagai peluang fase ketiga, yang didorong oleh kebangkitan Bitcoin serta maraknya diskusi seputar pergerakan modal dalam jumlah jumbo dari emas ke aset kripto.

Kendati demikian, para pakar pasar tetap mengimbau para investor untuk bersikap hati-hati. Mereka mengingatkan bahwa pola historis tidak selalu terulang dengan cara yang persis sama.

Ada kalanya emas dan Bitcoin justru bergerak naik secara bersamaan, terutama selama periode pergolakan finansial, karena kedua aset tersebut menarik bagi motivasi investor yang berbeda.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |