Langkah Menanam Cabai Pakai Bibit yang Dijual di Pasar, Lahan Sempit Tapi Hasilnya Melimpah

10 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Menanam cabai sendiri di rumah kini semakin diminati banyak orang, terutama di tengah harga cabai yang kerap melonjak tajam. Langkah menanam cabai pakai bibit yang dijual di pasar ternyata cukup mudah, bahkan pemula pun bisa langsung mempraktikkannya.

Bibit cabai yang dijual di pasar tradisional maupun toko pertanian umumnya sudah melalui seleksi awal, sehingga lebih mudah tumbuh dibanding menyemai benih dari nol. Dengan memanfaatkan bibit siap tanam ini, proses budidaya cabai bisa dipangkas jauh lebih singkat dan efisien.

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Wiwin (55), berhasil membudidayakan tanaman cabai di halaman rumahnya dari bibit cabai yang dibeli di pasar. Kepada Liputan6, dia pun membagikan langkah menanam cabai sendiri di rumah dan tips merawatnya agar bisa panen maksimal. Simak ulasann, Jumat (27/02/2026).

1. Memilih Bibit di Pasar

Membudidayakan tanaman cabai dari bibit yang dibeli di pasar akan lebih mudah dibandingkan menyemai benih dari nol. Wiwin mengatakan, jika dia memilih untuk membeli bibit yang sudah siap tanam agar lebih mudah dirawat.

Meski memerlukan modal yang lebih banyak dibanding menyemai benih sendiri, namun tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Dengan perawatan tepat, tanaman cabai juga bisa berbuah dan hasilnya sangat cukup untuk menunjang kebutuhan sehari-hari di dapur.

"Kalau saya pakainya bibit cabai yang di polybag kecil-kecil itu biasanya beli di pasar. Harganya satu sekitar Rp10 ribu itu saya tanam aja langsung di lahan yang udah digemburin tanahnya. Gaperlu lebar-lebar di deket rumah aja," kata Wiwin.

Saat membeli, tanyakan kepada penjual varietas cabai apa yang tersedia dan sesuaikan dengan kebutuhan. Ada cabai rawit, cabai merah keriting, cabai merah besar, dan lain sebagainya. Perhatikan kondisi fisik bibit saat membelinya, pilih bibit yang batangnya tegak, serta daunnya berwarna hijau segar.

Pastikan juga bibit tidak layu dan bebas dari tanda-tanda serangan hama atau penyakit seperti bercak kuning atau daun keriting. Perhatikan juga tinggi bibit yang ideal untuk dibeli, yaitu sekitar 10–15 cm dengan minimal 4–6 helai daun sejati yang sudah terbentuk sempurna.

2. Siapkan Media Tanam dan Wadah yang Sesuai

Setelah mendapatkan bibit berkualitas, langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam yang gembur dan subur. Campurkan tanah kebun, kompos atau pupuk kandang matang, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1.

  • Masukkan bibit ke dalam lubang tanam yang sudah disiapkan
  • Kemudian tutup dengan media tanam secara perlahan sambil sedikit ditekan agar bibit berdiri tegak dan tidak mudah roboh.
  • Pastikan pangkal batang tidak tertimbun terlalu dalam, cukup sebatas leher akar saja agar batang tidak mudah busuk akibat kelembaban berlebih dari tanah.
  • Pastikan area menanam terkena sinar matahari.

Setelah bibit ditanam, lakukan penyiraman dengan air secukupnya. Kemudian dilakukan pemupukan pada hari ke-6 setelah penanaman. Wiwin menyebut, jika dia biasanya menggunakan pupuk yang dibeli di toko pertanian.

"Terus di umur penanaman 1 minggu setiap pohon dikasih pupuk sebanyak 6 butir itu kan pupuknya bentuknya butiran. Pupuknya pakai garam MPK 16 itu udah lumayan bagus," ungkapnya.

4. Perawatan Rutin

Lakukan penyiraman secara teratur, yaitu satu hingga dua kali sehari tergantung kondisi cuaca dan kelembaban media tanam. Pada musim kemarau siram lebih sering, sementara di musim hujan cukup sesuaikan agar tidak berlebihan.

Pemupukan rutin juga bisa dilakukan agar hasil panen lebih maksimal. Pupuk yang digunakan bisa NPK dengan dosis ringan yang dilarutkan dalam air, atau menggunakan pupuk organik cair dari kompos rumah tangga.

"Terus setiap hari penyiraman dan setiap 8 hari sekali dikasih pupuk pake model disemprot," kata Wiwin.

Lakukan juga pemangkasan tunas air yang tumbuh di ketiak daun bagian bawah agar energi tanaman terfokus pada pembentukan buah, bukan pertumbuhan daun yang tidak produktif. Pasang tiang penyangga setinggi 60–80 cm untuk menopang batang cabai yang semakin besar dan berbuah lebat agar tidak patah karena beban buah.

"Hasilnya lumayan banget, ini cabai yang saya tanam di sini disebutnya cabai setan. Hasilnya saya hampir gapernah beli cabai untuk masak yang harian itu bahkan sering kasih tetangga karna panennya banyak," ungkapnya.

Tips Menanam Cabai di Halaman Rumah

Hindari meletakkan tanaman di bawah atap yang menghalangi sinar matahari, karena cabai sangat bergantung pada intensitas cahaya untuk proses fotosintesis dan pembungaan.

  • Waspadai serangan hama umum seperti kutu daun, tungau, dan trips yang sering menyerang cabai di lingkungan rumah.
  • Semprot secara rutin dengan larutan bawang putih atau sabun cuci piring encer yang bersifat alami dan aman untuk tanaman.
  • Selain itu, tanam tanaman pengusir hama seperti kemangi atau marigold di sekitar cabai untuk menciptakan ekosistem mikro yang sehat di halaman rumah.

FAQ

1. Apakah bibit cabai yang dijual di pasar bisa langsung ditanam tanpa perlakuan khusus?Ya, bibit cabai dari pasar umumnya sudah siap tanam dan hanya perlu dipindahkan ke media tanam yang sudah disiapkan dengan baik.

2. Berapa lama bibit cabai dari pasar bisa mulai berbuah? Bibit cabai dari pasar biasanya mulai berbuah dalam waktu 60–90 hari setelah penanaman, tergantung varietas dan perawatan yang diberikan.

3. Media tanam apa yang paling baik untuk menanam cabai dari bibit pasar? Campuran tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1 adalah media tanam yang ideal untuk cabai dari bibit pasar.

4. Berapa kali sehari cabai dari bibit pasar perlu disiram? Cabai cukup disiram 1–2 kali sehari, disesuaikan dengan kondisi cuaca dan tingkat kelembaban media tanam.

5. Apakah cabai dari bibit pasar bisa ditanam di dalam pot? Ya, cabai sangat cocok ditanam dalam pot atau polybag ukuran besar asalkan mendapatkan sinar matahari dan nutrisi yang cukup.

6. Apa tanda bibit cabai dari pasar yang sehat dan layak beli? Bibit cabai yang sehat memiliki batang tegak, daun hijau segar, tidak layu, dan bebas dari bercak atau tanda serangan hama.

7. Kapan waktu terbaik untuk memindahkan bibit cabai dari pasar ke pot permanen? Waktu terbaik memindahkan bibit cabai adalah di pagi atau sore hari saat suhu tidak terlalu terik untuk menghindari stres pada tanaman.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |