XRP Masuki Fase Krusial, Analis Prediksi Peluang Kenaikan 100 Persen

7 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Analis kripto Steph Is Crypto menilai XRP tengah berada di fase yang sangat menentukan. Di tengah sentimen negatif yang masih membayangi pasar kripto, ia menyebut XRP tetap memiliki peluang pemulihan selama mampu bertahan di area support utama.

Menurutnya, kombinasi pola historis, struktur teknikal, dan psikologi pasar menjadikan kondisi saat ini sebagai momen penting bagi pemegang XRP.

Dalam unggahan di platform X, dikutip dari CoinMarketCap, Minggu (14/6/2026), Steph Is Crypto menyampaikan pandangannya melalui pesan bertajuk "XRP FINAL CALL". Ia menggambarkan kondisi pasar kripto saat ini masih dibayangi sentimen bearish atau pesimisme yang cukup kuat.

Saat analisis tersebut direkam, XRP diperdagangkan di kisaran US$ 1,10 per koin. Steph menilai pergerakan harga yang masih lemah membuat banyak pelaku pasar memilih bersikap hati-hati.

Dalam video yang menyertai unggahannya, ia mengakui kondisi pasar saat ini tidak mudah. Menurut dia, tekanan harga masih terjadi meski sejumlah aset kripto menunjukkan perkembangan fundamental yang dinilai positif.

Steph secara khusus menyoroti XRP dan Stellar (XLM). Menurutnya, kedua aset tersebut masih menghadapi tekanan harga meski memiliki perkembangan yang cukup baik dari sisi fundamental.

Ia juga melihat banyak investor mulai mengambil posisi defensif karena XRP masih bergerak di dekat area support penting yang telah bertahan selama beberapa bulan terakhir.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Analisis Teknikal

Salah satu fokus utama analisis Steph adalah struktur grafik harian XRP. Ia menyoroti keberadaan garis tren naik atau ascending trend line yang disebut telah terbentuk sejak pertengahan 2024.

Menurut dia, XRP telah beberapa kali menguji area tersebut dan selalu berhasil memantul. Salah satu pantulan sebelumnya bahkan diikuti kenaikan harga yang membawa XRP menuju kisaran US$ 2 hingga US$ 3 per koin.

Saat ini, XRP disebut sedang menguji garis tren tersebut untuk ketiga kalinya. Selama harga masih bertahan di atas area support itu, Steph menilai belum ada alasan kuat untuk bersikap terlalu bearish terhadap XRP.

Namun, ia mengingatkan bahwa pandangannya dapat berubah apabila harga XRP menembus ke bawah garis tren tersebut. Jika itu terjadi, peluang penurunan harga ke level yang lebih rendah akan semakin terbuka.

Menurut Steph, area support saat ini menjadi faktor terpenting yang menentukan arah pergerakan XRP dalam jangka pendek. Karena itu, pelaku pasar perlu mencermati kemampuan aset tersebut dalam mempertahankan level teknikalnya.

Pola Historis dalam 6 Bulan

Selain analisis teknikal harian, Steph juga menyoroti pola historis pada grafik enam bulanan XRP. Ia mencatat bahwa saat ini XRP sedang membentuk dua periode candle merah berturut-turut dalam rentang enam bulan.

Berdasarkan data historis yang ia amati, kondisi tersebut tergolong jarang terjadi. Dalam beberapa kasus sebelumnya, seperti pada 2015, 2018, dan 2019, dua candle merah beruntun kerap diikuti fase pemulihan yang cukup kuat.

Menurut Steph, jika periode enam bulan saat ini ditutup di zona merah, pola historis menunjukkan peluang munculnya reli pemulihan setelahnya. Bahkan, ia menyebut kenaikan lebih dari 100 persen bukan sesuatu yang mustahil berdasarkan siklus yang pernah terjadi sebelumnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa waktu terjadinya pemulihan masih sulit dipastikan. Belum ada indikasi jelas apakah kenaikan harga akan terjadi dalam waktu dekat atau membutuhkan periode konsolidasi yang lebih panjang.

Steph menyimpulkan XRP saat ini berada di titik penting yang mempertemukan faktor teknikal, pola historis, dan sentimen pasar. Karena itu, pergerakan harga dalam beberapa waktu ke depan dinilai akan menjadi penentu arah tren XRP selanjutnya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |