BitMine Beli Ethereum Rp 2,46 Triliun

13 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan pengelola aset Ethereum (ETH), BitMine Immersion Technologies meningkatkan kepemilikan ETH menjadi lebih dari 5,6 juta ETH pekan lalu. Bitmine membeli 76.881 ETH sebesar US$ 139 juta atau Rp 2,46 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.700).

Pembelian ETH itu bersamaan dengan penyelesaian penawaran saham preferen, BMNP. Nilai penawaran itu hampir US$ 274 juta atau Rp 4,85 triliun.

Mengutip Yahoo Finance, Selasa, (16/6/2026), BMNP akan mulai diperdagangkan pada Selasa waktu setempat dengan tingkat dividen tahunan 9,5% yang dibayarkan setiap minggu. Hasilnya diharapkan akan dipakai untuk membantu mengakuisisi ETF tambahan, mendanai pembangunan infrastruktur atau membeli kembali saham biasa Bitmine (BMNR).

“Penawaran saham preferen seri A merupakan diversifikasi  neraca yang baik untuk BitMine,” ujar dia.

Saat ini, perusahaan Lee mempertaruhkan lebih dari 4,7 juta ETH. Nilai sekitar US$ 8,5  miliar atau Rp 150,47 triliun, nilai aset kripto terbesar kedua, melalui Made in America Validator Network (MAVAN).

Jika BitMine mempertaruhkan seluruh 5,6 juta ETH miliknya, perusahaan akan menghasilkan pendapatan US$ 269 juta atau Rp 4,76 triliun.

Saham perusahaan diperdagangkan naik lebih dari 6,6% pada Senin. Baru-baru ini, saham diperdagangkan sekitar US$ 17,18 seiring pasar bergerak naik setelah pengumuman gencatan senjata antara AS dan Iran.

Kenaikan saham bertepatan dengan kenaikan signifikan harga aset treasury-nya karena ETH juga melonjak hampir 9% dalam 24 jam terakhir. Kepemilikan kas BitMine menjadi lebih dari US$ 10,1 miliar atau Rp 178,80 triliun.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Robert Kiyosaki: Tukarkan Uang Tunai dengan Bitcoin, Ethereum, dan Perak

Sebelumnya, penulis buku keuangan terkenal Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali menyuarakan kekhawatiran terhadap masa depan dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, sistem keuangan berbasis mata uang fiat semakin rentan karena tingginya pencetakan uang dan pertumbuhan utang yang terus meningkat.

Dalam berbagai pernyataannya, dikutip dari CoinMarketCap, Minggu (14/6/2026), Kiyosaki secara konsisten mengkritik dolar AS dan menyebutnya sebagai "uang palsu" (fake money) yang nilainya terus tergerus dari waktu ke waktu.

Ia menilai, masyarakat yang hanya mengandalkan tabungan dalam bentuk uang tunai berpotensi menghadapi risiko penurunan daya beli dalam jangka panjang.

Menurut Kiyosaki, salah satu penyebab utama melemahnya kekuatan mata uang adalah ekspansi jumlah uang beredar yang dilakukan bank sentral. Ketika lebih banyak uang dicetak, nilai setiap unit mata uang akan semakin menurun.

Kritik tersebut juga diarahkan pada sistem perbankan cadangan fraksional (fractional reserve banking), di mana bank hanya menyimpan sebagian kecil dana nasabah sebagai cadangan.

Selain itu, Kiyosaki menyoroti meningkatnya utang negara yang menurutnya dapat menciptakan tekanan terhadap stabilitas moneter di masa depan.

Dalam pandangannya, sistem ekonomi saat ini lebih banyak mendorong pertumbuhan utang dibandingkan perlindungan nilai tabungan masyarakat.

Karena alasan tersebut, ia terus mengampanyekan investasi pada aset yang dianggap memiliki nilai intrinsik seperti emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum.

Perak, Emas, Bitcoin, dan Ethereum Jadi Pilihan

Kiyosaki menilai perak sebagai salah satu aset yang paling menarik untuk dimiliki saat ini. Selain memiliki fungsi sebagai penyimpan nilai, perak juga memiliki permintaan tinggi dari sektor industri.

Menurutnya, harga perak secara historis masih relatif lebih rendah dibandingkan emas sehingga memberikan peluang bagi investor.

Sementara itu, emas tetap menempati posisi penting dalam strategi investasinya.

Ia bahkan menyebut emas sebagai "uang Tuhan" (God’s money) karena telah digunakan sebagai penyimpan nilai selama ribuan tahun di berbagai peradaban.

Di sisi lain, Bitcoin menjadi aset digital utama yang terus dipromosikan Kiyosaki.

Pada Februari 2026, ia menegaskan bahwa jika harus memilih satu aset saja, maka Bitcoin akan menjadi pilihannya dibandingkan emas.

“Saya sering ditanya, mana investasi yang lebih baik, emas atau Bitcoin. Jelas saya akan mengatakan keduanya untuk diversifikasi aset dan tambahkan perak. Namun jika saya hanya boleh memilih satu aset, saya akan memilih Bitcoin,” tulis Kiyosaki.

Menurut dia, pasokan emas secara teori masih dapat bertambah melalui aktivitas penambangan, sementara jumlah Bitcoin dibatasi hanya 21 juta koin sehingga lebih langka.

Selain Bitcoin, Kiyosaki juga memasukkan Ethereum dalam daftar aset favoritnya karena perannya yang semakin besar dalam pengembangan aplikasi terdesentralisasi dan ekosistem blockchain.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |