Bitcoin Masuk Fase Kritis, Ethereum Dibayangi Target Penurunan

8 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Pasar kripto masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan Bitcoin (BTC) menunjukkan sinyal kehati-hatian. Aset kripto terbesar tersebut kini mendekati pengujian ulang garis TBO Fast pada grafik harian setelah membentuk pola candlestick menyerupai doji, yang umumnya mencerminkan keraguan pelaku pasar dalam menentukan arah berikutnya.

Mengutip Kitco.com, Sabtu (23/5/2026) meski sempat menunjukkan kekuatan jangka pendek, pergerakan Bitcoin masih berada di dalam Ichimoku Cloud. Kondisi ini mengindikasikan tren konsolidasi yang cenderung bearish masih berlangsung. Jika harga gagal bertahan dan menembus garis Fast, Bitcoin berpotensi turun keluar dari Cloud dan memasuki fase bearish yang lebih kuat dalam jangka pendek.

Di sisi lain, Ethereum (ETH) mencatat kenaikan terbatas, namun tren utamanya masih berada dalam tekanan bearish. Sentimen negatif dipengaruhi oleh keluarnya sejumlah kontributor penting dari ekosistem Ethereum serta langkah Harvard yang dikabarkan melepas posisi ETF Ethereum miliknya.

Meski terdapat sinyal bullish divergence pada grafik empat jam yang dapat memicu reli jangka pendek, tren penurunan Ethereum masih dinilai dominan dengan target penurunan menuju level USD 1.000 sebelum siklus bearish berakhir.

Di sisi lain, dominasi stablecoin mengalami koreksi menuju garis TBO Fast. Dengan beberapa sinyal teknikal yang mendukung, dominasi stablecoin diperkirakan dapat meningkat secara bertahap hingga mencapai sekitar 13% dalam beberapa pekan mendatang. Kenaikan dominasi stablecoin biasanya menunjukkan investor memilih aset yang lebih aman sambil menunggu arah pasar yang lebih jelas.

Dominasi Bitcoin Jadi Kunci Pergerakan Altcoin

Dominasi pasar Bitcoin kini telah memasuki area Ichimoku Cloud, yang menandakan fase konsolidasi bearish. Secara historis, kondisi ini sering kali menjadi sentimen positif bagi altcoin karena sebagian dana investor mulai mengalir ke aset kripto alternatif.

Indikator Others.D bahkan mencatat breakout harian yang mendukung penguatan altcoin. Namun demikian, pola serupa pada periode sebelumnya juga kerap menjadi tanda puncak jangka pendek sebelum terjadi koreksi. Sementara itu, indikator TotalE100.D masih berada di dalam Cloud dan berpotensi memasuki fase bearish yang lebih kuat apabila menembus area support penting.

Di pasar keuangan global, Indeks Dolar Amerika Serikat (DXY) hampir menutup celah harga di level 99,516 dan menunjukkan potensi penguatan baru. Pasangan EUR/USD masih berada dalam tekanan, sementara USD/JPY tetap mempertahankan tren bullish meski mulai muncul tanda pelemahan momentum.

Pasar saham juga menunjukkan sinyal yang beragam. Futures S&P 500 berhasil pulih setelah penurunan sebelumnya, namun sejumlah saham teknologi besar seperti Nvidia dan Tesla memperlihatkan divergensi bearish pasca laporan keuangan. Sementara itu, indeks volatilitas VIX turun ke level 16,75 yang mengindikasikan berkurangnya kekhawatiran investor.

Sinyal Bearish XRP dan ONDO

Di pasar komoditas, minyak mentah WTI masih bergerak dalam konsolidasi bearish jangka pendek meski tren dasarnya dinilai tetap positif. Emas masih berada dalam fase bearish yang kuat, sedangkan tembaga melanjutkan penguatan menuju area resistensi penting. Uranium juga mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah berhasil menembus garis TBO Fast.

Untuk altcoin, XRP dan ONDO mengonfirmasi sinyal bearish lanjutan. BNB masih berpeluang menguat menuju area resistensi berikutnya sebelum mengalami koreksi, sedangkan Solana (SOL) menunjukkan momentum yang terbatas. Sementara itu, LINK menjadi salah satu aset yang menarik perhatian setelah muncul sinyal bullish divergence pada grafik mingguan yang berpotensi membuka peluang reli dalam waktu mendatang.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |