Ketua SEC Paul Atkins Buka Era Baru Kripto, XRP Paling Siap

11 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat, Paul Atkins, memberi sinyal perubahan besar dalam pendekatan regulator terhadap industri kripto. Jika sebelumnya aset digital lebih sering menghadapi tindakan penegakan hukum, kini SEC mulai membuka peluang penyusunan aturan formal yang lebih jelas.

Dikutip dari CoinMarketCap, Rabu (20/5/2026), di tengah perubahan arah tersebut, konsep crypto vault mulai menjadi perhatian. Perusahaan riset aset digital Evernorth menilai perkembangan ini dapat membawa dampak besar bagi XRP dan jaringan XRP Ledger (XRPL).

Awal bulan ini, Paul Atkins membandingkan kondisi industri aset digital saat ini dengan era sebelum hadirnya Regulation ATS pada 1998. Regulasi tersebut dulu mengubah perdagangan elektronik dari area abu-abu menjadi bagian resmi dari sistem keuangan Wall Street.

Dalam pernyataannya, Atkins juga secara khusus menyinggung crypto vault. Hal ini dianggap sebagai sinyal bahwa SEC kemungkinan akan mulai mendefinisikan produk berbasis blockchain yang menawarkan imbal hasil sebagai kategori regulasi tersendiri, bukan lagi hanya ditangani lewat pendekatan penegakan hukum.

Secara sederhana, crypto vault merupakan sistem penyimpanan aset digital yang menjalankan strategi otomatis di blockchain, seperti menghasilkan imbal hasil, mengelola likuiditas, hingga alokasi dana.

Saat ini, sebagian besar sistem tersebut dibangun menggunakan banyak lapisan smart contract di atas blockchain utama, sehingga dinilai lebih kompleks dan memiliki risiko tambahan.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

XRP Ledger Dinilai Lebih Siap untuk Kebutuhan Institusi

Berbeda dengan ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) lain, XRP Ledger mulai membawa fungsi vault langsung ke dalam protokol melalui fitur XLS-66.

Dengan pendekatan tersebut, mekanisme vault tidak lagi bergantung pada lapisan aplikasi eksternal atau smart contract tambahan. Sistem ini dinilai mampu mengurangi fragmentasi dan membuat eksekusi transaksi menjadi lebih standar di tingkat dasar jaringan.

Bagi institusi keuangan, kondisi ini dianggap penting karena mereka cenderung memilih sistem yang mudah diaudit, lebih stabil, dan terintegrasi langsung di level protokol.

Arsitektur vault bawaan juga diyakini mampu mengurangi kompleksitas operasional serta potensi celah keamanan, sehingga lebih cocok digunakan di lingkungan keuangan yang diatur regulator.

Evernorth menilai kondisi ini mirip dengan perubahan yang terjadi setelah lahirnya Regulation ATS. Sebelum aturan tersebut diterapkan, perdagangan elektronik berada dalam ketidakjelasan regulasi. Namun setelah kerangka hukum resmi hadir, modal institusi masuk dalam skala besar dan mengubah pasar secara signifikan.

Menurut Evernorth, crypto vault kini berpotensi bergerak ke arah yang sama, yakni berubah dari sekadar eksperimen DeFi menjadi bagian resmi dari infrastruktur keuangan modern.

XRP Ledger Disebut Sudah Selaras dengan Arah Regulasi Baru

Jika SEC benar-benar membentuk kategori resmi untuk crypto vault, XRP dinilai berada di posisi yang lebih siap dibandingkan banyak proyek kripto lainnya.

Selama beberapa tahun terakhir, Ripple memang memposisikan XRP Ledger untuk kebutuhan institusional, mulai dari pembayaran yang patuh regulasi, penyediaan likuiditas, tokenisasi aset, hingga penyelesaian transaksi lintas negara.

Penyedia analitik blockchain RippleXity menyebut XRP Ledger kini semakin dipandang sebagai infrastruktur penyelesaian transaksi yang sudah memenuhi sejumlah kebutuhan pasar modal yang diatur regulator.

Selain itu, XRP Ledger juga memiliki keunggulan dari sisi likuiditas. Berbeda dengan blockchain baru yang bergantung pada penyedia likuiditas eksternal, XRPL sudah memiliki bursa terdesentralisasi dan sistem order book bawaan di tingkat protokol.

Keunggulan ini dinilai penting seiring berkembangnya aset tokenisasi dan produk keuangan berbasis blockchain dalam kerangka hukum resmi.

Di sisi lain, Ripple juga semakin mendapat perhatian di industri keuangan global setelah masuk peringkat ke-16 dalam daftar CNBC Disruptor 50.

Jika SEC nantinya benar-benar menetapkan regulasi resmi untuk crypto vault, XRP disebut berpotensi diuntungkan bukan karena mengikuti tren, tetapi karena sebagian besar infrastruktur yang mulai dibicarakan regulator sebenarnya sudah tersedia di XRP Ledger.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |