JPMorgan: Ethereum Kalah dari Bitcoin

13 hours ago 4

Berita ini membuatmu penasaran?

Mengapa Ethereum tertinggal dari Bitcoin dalam menarik minat investor institusi?Bagaimana perbandingan pemulihan dana ETF Bitcoin dan Ethereum?Bagaimana pandangan investor institusi terhadap Bitcoin dan Ethereum menurut JPMorgan?

Baca artikel ini 6x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Laporan terbaru JPMorgan mengungkap Ethereum (ETH) masih tertinggal jauh dari Bitcoin (BTC) dalam menarik kembali minat investor institusi setelah gejolak pasar kripto pada Oktober 2025.

Dikutip dari CoinMarketCap, Rabu (20/5/2026), dalam riset yang dipimpin analis Nikolaos Panigirtzoglou, JPMorgan menyebut pemulihan arus dana institusional ke Ethereum berlangsung jauh lebih lambat dibandingkan Bitcoin.

Berdasarkan data yang dipaparkan, produk ETF Bitcoin spot berhasil memulihkan sekitar dua pertiga dana yang sebelumnya keluar saat pasar mengalami aksi pengurangan leverage (de-leveraging). Sementara itu, ETF Ethereum spot baru mampu mengembalikan sekitar sepertiga dari dana yang sempat keluar.

Perbedaan arus dana tersebut sejalan dengan pergerakan harga kedua aset kripto itu.

Sejak gejolak pasar pada Oktober 2025, Bitcoin menunjukkan pemulihan yang lebih kuat. Di sisi lain, Ethereum bersama kelompok altcoin lain masih bergerak lebih lambat.

JPMorgan menilai kondisi ini bukan sekadar fenomena sementara, melainkan menunjukkan adanya perubahan cara pandang investor terhadap kedua aset digital tersebut.

Bitcoin semakin dipandang sebagai "emas digital" yang memiliki narasi kuat sebagai aset lindung nilai. Sementara Ethereum masih sangat bergantung pada aktivitas jaringan, penggunaan keuangan terdesentralisasi (Decentralized Finance/DeFi), dan penerapan di dunia nyata.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Minat Investor Institusi Pulih dengan Kecepatan Berbeda

Oktober 2025 menjadi periode yang berat bagi pasar kripto setelah gelombang likuidasi besar mengguncang pasar derivatif maupun pasar spot.

Produk investasi yang digunakan investor institusi juga ikut terkena dampaknya. Namun, pemulihan arus dana ternyata berjalan tidak merata.

Bitcoin disebut menjadi pilihan investor untuk strategi lindung nilai makro (macro hedging) dan aset aman (safe haven). Sebaliknya, minat terhadap ETF Ethereum dinilai masih lebih berhati-hati.

Analis JPMorgan menilai perbedaan pemulihan dana, yakni dua pertiga untuk Bitcoin dan sepertiga untuk Ethereum, menunjukkan investor profesional masih lebih nyaman memiliki eksposur ke Bitcoin.

Menurut JPMorgan, hal itu bukan semata-mata dipengaruhi tingkat volatilitas, melainkan juga berkaitan dengan kinerja jaringan Ethereum.

Laporan tersebut menyoroti tiga faktor penting yang memengaruhi Ethereum, yakni:

  • Aktivitas jaringan
  • Adopsi DeFi
  • Penggunaan di dunia nyata

Ketiga faktor tersebut dinilai belum menunjukkan perkembangan sesuai harapan pasar.

Aktivitas Ethereum Dinilai Belum Cukup Kuat

Meski Ethereum masih memiliki ekosistem pengembang paling aktif di antara blockchain Layer-1, hal tersebut dinilai belum mampu mendorong peningkatan permintaan yang berkelanjutan.

Nilai aset yang terkunci (Total Value Locked/TVL) dalam sektor DeFi juga disebut masih bergerak dalam rentang terbatas.

Selain itu, berbagai eksperimen institusi menggunakan aset yang ditokenisasi masih berada dalam tahap uji coba dan belum masuk skala besar.

Di sisi lain, blockchain alternatif mulai menarik sebagian dana investasi yang sebelumnya berpotensi masuk ke Ethereum.

JPMorgan menilai persaingan mendapatkan arus dana investor institusi kini semakin ketat.

Menariknya, beberapa waktu lalu JPMorgan juga sempat menjalankan transaksi surat utang negara AS berbentuk token melalui infrastruktur berbasis Ethereum bersama Ondo Finance.

Hal itu menunjukkan Ethereum tetap digunakan untuk berbagai pengembangan teknologi keuangan, tetapi pemanfaatan tersebut belum otomatis mendorong masuknya arus investasi yang berkelanjutan.

Bagi pelaku pasar, laporan ini memperlihatkan bahwa Ethereum kini menghadapi tantangan lebih besar dalam menarik kembali minat investor institusi.

Jika Bitcoin masih mampu mengandalkan kekuatan narasinya, Ethereum dinilai perlu membuktikan bahwa manfaat dan utilitas jaringannya benar-benar mampu menciptakan permintaan jangka panjang.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |