3 Altcoin yang Berpotensi Naik Tahun Ini

11 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah aset kripto alternatif atau altcoin mulai menunjukkan pergerakan yang menarik seiring meningkatnya aktivitas pasar pada 2026. Di antara berbagai proyek yang ada, Toncoin (TON), Avalanche (AVAX), dan Polkadot (DOT) disebut sebagai tiga aset yang mulai mendapatkan momentum baru.

Dikutip dari CoinMarketCap, Kamis (21/5/2026), ketiga proyek tersebut memiliki pendekatan pengembangan yang berbeda. Namun, ada satu kesamaan yang menjadi perhatian pelaku pasar, yakni meningkatnya penggunaan jaringan serta berlanjutnya pengembangan teknologi di masing-masing ekosistem.

Investor dan pelaku pasar saat ini mulai memantau potensi pergerakan lanjutan dari ketiga aset tersebut, terutama untuk melihat apakah tren penguatan yang terjadi dapat bertahan dalam jangka panjang.

Dibandingkan siklus pasar sebelumnya, ketiganya dinilai berada dalam posisi yang lebih kuat. Kondisi itu didukung oleh meningkatnya penggunaan riil (real adoption) serta berkembangnya ekosistem di berbagai sektor.

Toncoin menjadi salah satu yang menarik perhatian karena pertumbuhannya didorong integrasi yang semakin erat dengan Telegram, aplikasi pesan instan yang memiliki basis pengguna besar di berbagai negara.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Proses Transfer Cepat

Toncoin (TON) terus mencatatkan pertumbuhan berkat integrasi langsung dengan ekosistem Telegram. Kehadiran dompet digital yang terpasang di dalam aplikasi memungkinkan pengguna mengirim maupun menerima aset kripto dengan lebih mudah.

Proses yang lebih sederhana ini dinilai membantu mendorong adopsi, terutama di wilayah yang memiliki penggunaan Telegram cukup tinggi.

Selain itu, biaya transaksi yang relatif rendah serta proses transfer yang cepat juga menjadi pendukung pertumbuhan proyek tersebut. TON kini digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti aplikasi terdesentralisasi (dApps), proyek gim, pembayaran digital, hingga NFT.

Di sisi lain, Avalanche (AVAX) mulai kembali mendapatkan perhatian melalui teknologi subnet yang memungkinkan pengembang membangun jaringan blockchain sesuai kebutuhan.

Dengan sistem tersebut, pengembang dapat mengatur performa, aturan operasional, hingga fitur kepatuhan tertentu dalam sebuah jaringan. Fleksibilitas ini dinilai menarik minat perusahaan gim maupun proyek aset dunia nyata (real-world asset).

Integrasi Telegram

Sementara itu, Polkadot (DOT) tetap mempertahankan posisinya sebagai jaringan multi-chain yang fokus pada konektivitas antarblockchain atau interoperabilitas.

Sistem Polkadot memungkinkan aset dan data berpindah antarjaringan secara lebih efisien melalui teknologi parachain dan koneksi ke blockchain eksternal.

Beberapa pembaruan terbaru seperti asynchronous backing dan Join-Accumulate Machine juga disebut membantu meningkatkan skalabilitas serta performa jaringan.

Meski ketiga proyek tersebut menempuh jalur pertumbuhan yang berbeda, pengembangan ekosistem yang terus berjalan menjadi faktor yang diperhatikan pasar.

Toncoin mengandalkan integrasi Telegram untuk memperluas penggunaan, Avalanche berfokus pada infrastruktur blockchain yang dapat dikustomisasi, sementara Polkadot memperkuat konektivitas antarjaringan melalui berbagai peningkatan teknologi.

Kombinasi perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan menjadi alasan mengapa ketiga aset kripto ini mulai kembali masuk radar investor pada 2026.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |