Panik di Pasar Kripto, Volume Jual Bitcoin Melejit USD 1,8 Miliar

11 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Pasar kripto kembali diguncang tekanan jual. Di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, volume jual Bitcoin dilaporkan melonjak tajam hingga USD 1,8 miliar hanya dalam waktu satu jam.

Berdasarkan data dari platform analitik kripto CryptoQuant, dikutip dari U.Today, Minggu (1/3/2026), lonjakan besar ini terjadi pada Sabtu, 28 Februari. Aksi jual masif tersebut membanjiri pasar derivatif karena para trader bergegas melepas posisi saat terjadi koreksi harga mendadak.

Sebelumnya, Bitcoin sempat menunjukkan momentum positif dengan menembus kisaran USD 70.000. Namun reli tersebut tak bertahan lama. Pasar kembali bergerak di zona merah dan harga Bitcoin terkoreksi hingga menyentuh USD 63.000.

Lonjakan volume jual ini mencerminkan meningkatnya kecemasan pelaku pasar. Order jual agresif membanjiri order book, menandakan trader mulai bersikap lebih hati-hati di tengah kondisi global yang tidak menentu.

Kali ini, volatilitas tidak hanya dipicu faktor teknikal, tetapi juga sentimen makroekonomi akibat eskalasi ketegangan geopolitik.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Sentimen Pasar Berubah Drastis

Beberapa hari sebelumnya, pasar kripto sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan jangka pendek. Namun perubahan sentimen terjadi sangat cepat.

Data CryptoQuant menunjukkan indeks tekanan derivatif utama Bitcoin anjlok dari 30 persen menjadi 18 persen. Penurunan tajam ini mencerminkan perubahan suasana pasar yang berbalik menjadi sangat bearish dalam waktu singkat.

Perubahan drastis tersebut disebut-sebut berkaitan erat dengan tekanan makroekonomi akibat konflik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran. Ketidakpastian global membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Aksi panic selling pun tak terhindarkan. Banyak trader memilih mengamankan posisi dibandingkan bertahan di tengah ketidakpastian yang meningkat.

Penjual Mendominasi, Harapan Rebound Masih Ada

Setelah harga berbalik turun, data menunjukkan dominasi berada di tangan penjual. Tekanan jual meningkat di pasar derivatif Bitcoin, sementara minat terbuka (open interest) tercatat cenderung netral dalam 24 jam terakhir.

Kondisi ini menandakan banyak pelaku pasar lebih fokus membatasi risiko dibandingkan mengambil posisi baru.

Meski demikian, sejumlah pengamat pasar masih menyimpan optimisme. Dalam sejarahnya, posisi pasar yang terlalu berat sebelah sering kali membuka peluang terjadinya rebound harga.

Untuk saat ini, pasar kripto masih bergerak dalam fase penuh kehati-hatian. Investor menanti perkembangan lebih lanjut terkait dinamika geopolitik dan arah sentimen global sebelum kembali mengambil keputusan besar.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |