Eric Trump Tuduh Bank Besar AS Hambat Produk Kripto Berimbal Hasil Tinggi

18 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Perdebatan mengenai persaingan industri perbankan dan regulasi aset digital di Amerika Serikat semakin memanas. Eric Trump, putra Presiden Amerika Serikat Donald Trump, melontarkan kritik terhadap bank-bank besar di AS melalui unggahan di platform media sosial X pada 4 Maret 2026.

Ia menilai bank-bank raksasa sedang melakukan lobi besar-besaran untuk menghambat produk kripto dan stablecoin yang berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi bagi masyarakat.

Menurut Eric Trump, langkah tersebut dilakukan untuk mempertahankan sistem bunga tabungan yang sangat rendah.

Ia menulis:

“Izinkan saya menjelaskan ini dengan sangat jelas: bank-bank besar (seperti JPMorgan Chase, Bank of America, Wells Fargo, dan lainnya) sedang bekerja keras melobi untuk mencegah warga Amerika mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi dari tabungan mereka—sekaligus mencoba memblokir pemberian hadiah atau keuntungan apa pun kepada nasabah.”

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Selisih Bunga Bank Jadi Sorotan

Eric Trump juga menyoroti rendahnya bunga tabungan yang diterima nasabah di bank konvensional.

Menurutnya, banyak rekening tabungan di Amerika Serikat hanya menawarkan imbal hasil tahunan sekitar 0,01% hingga 0,05%.

Padahal, pada saat yang sama, bank mendapatkan keuntungan dari sistem Federal Reserve yang memberikan bunga sekitar 4% atas cadangan dana bank.

Selisih tersebut dinilai menciptakan keuntungan besar bagi bank, sementara nasabah hanya memperoleh imbal hasil yang sangat kecil.

Eric Trump juga menyebut bahwa bank kini menargetkan industri kripto karena platform aset digital berencana menawarkan imbal hasil yang jauh lebih tinggi.

Ia menambahkan:

“Saat ini bank-bank dengan putus asa menargetkan kripto dan stablecoin, di mana berbagai platform berencana menawarkan imbal hasil atau hadiah lebih dari 4–5%.”

Debat Regulasi Kripto Memanas

Eric Trump juga menuduh kelompok perbankan dan pelobi industri menghabiskan dana besar untuk membatasi imbal hasil dari produk kripto.

Ia mengatakan:

“ABA (American Bankers Association) dan para pelobi lainnya menghabiskan jutaan dolar untuk mencoba melarang atau membatasi imbal hasil tersebut melalui rancangan undang-undang seperti Clarity Act, dengan mengatasnamakan ‘keadilan’ dan menggunakan kata-kata seperti ‘stabilitas’—padahal sebenarnya mereka hanya ingin melindungi monopoli bunga rendah mereka dan mencegah nasabah memindahkan simpanannya. Ini anti-ritel, anti-konsumen, dan jelas-jelas tidak pro-Amerika.”

Dalam unggahan yang sama, Eric Trump juga menyinggung pembangunan kantor pusat bank besar yang menelan biaya miliaran dolar di Manhattan.

Ia menyatakan:

“Lain kali Anda melihat bank besar menghabiskan miliaran dolar untuk kantor pusat baru yang mewah di Midtown Manhattan, Anda akan tahu persis dari mana uang itu berasal: dari bunga yang hampir tidak ada yang mereka bayarkan kepada Anda.”

Ia menambahkan:

“Untungnya, bank-bank besar mulai kalah dalam pertarungan ini karena para nasabah mulai menyadari permainan mereka.”

CLARITY Act dan GENIUS Act

Pernyataan Eric Trump muncul di tengah perdebatan regulasi kripto di Washington.

Presiden Donald Trump juga sebelumnya mengkritik bank-bank besar melalui platform Truth Social dan mendesak agar lembaga keuangan tidak menghambat pembahasan Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY Act) maupun GENIUS Act.

RUU CLARITY Act sendiri telah disetujui DPR Amerika Serikat pada 2025, namun hingga kini masih tertahan di Senat. Regulasi tersebut bertujuan memperjelas aturan pasar aset digital, termasuk apakah bursa kripto dan penerbit stablecoin dapat menawarkan imbal hasil atau hadiah kepada pengguna.

Perdebatan ini juga berkaitan dengan berkembangnya sektor decentralized finance (DeFi), termasuk proyek World Liberty Financial, sebuah inisiatif layanan keuangan berbasis blockchain yang dikaitkan dengan keluarga Trump.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |