Pendiri Binance Changpeng Zhao Klaim Pesaingnya Bayar Jutaan Dolar AS demi Blokir Pengampunan

9 hours ago 30

Liputan6.com, Jakarta - Dalam memoar pendiri Binance, Changpeng Zhao yang berisi lebih dari 300 halaman, Changpeng Zhao menuturkan, bursa kripto Amerika Serikat (AS) menghabiskan jutaan dolar AS sebagai upaya untuk memblokir pengampunan-nya.

Changpeng Zhao (CZ) juga merujuk pada apa yang disebutnya “berita palsu” yang dilaporkan the Wall Street dan artikel di Bloomberg.

“Beberapa teman memberitahu saya kalau artikel itu didanai oleh bursa kripto AS yang takut bahwa pengampunan akan memungkinkan Binance untuk kembali memasuki pasar AS,” tulis dia dikutip dari the block, Jumat (10/4/2026).

"Mereka membayar jutaan dolar AS dalam biaya lobi untuk memblokir pengampunan karena takut akan persaingan bisnis,” ia menambahkan.

Presiden AS Donald Trump mengampuni Changpeng Zhao pada Oktober 2025. Pada 2023, Changpeng Zhao mengaku bersalah karena gagal menerapkan kontrol anti pencucian uang yang memadai di Binance, selain mengundurkan diri sebagai CEO perusahaan.

Ia menuturkan dipaksa menjalani hukuman penjara merupakan kejutan baginya, merujuk pada tindakan penegakan hukum sebelumnya yang biasanya menghasilkan perjanjian penangguhan penuntutan atau tahanan rumah.

Menurut Politico, Binance menghabiskan ratusan ribu dolar AS untuk melobi pengampunan Changpeng Zhao, termasuk membayar sebuah perusahaan, yang dijalankan oleh “teman berburu Donald Trump Jr” sebesar USD 450.000 atau Rp 7,68 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.080) untuk satu bulan kerja.

CZ juga mengatakan dalam buku tersebut upaya untuk memblokir pengampunannya bertentangan dengan keinginan Presiden Trump untuk menjadikan "Amerika sebagai ibu kota kripto."

Testimoni di Memoar CZ

CEO BlackRock Larry Fink dan pendiri Bridgewater Associates Ray Dalio memberikan testimoni untuk buku CZ.

"Sebagai pengagum berat CZ atas kontribusinya yang berani dalam membuat uang alternatif dapat diakses oleh hampir semua orang di dunia," kata Dalio dalam memoar tersebut.

Bulan lalu, Binance.US mempekerjakan mantan CEO Currency.com Stephen Gregory sebagai kepala eksekutif barunya dengan tujuan untuk merebut lebih banyak pasar AS, di mana Coinbase dianggap dominan.

Karyawan baru ini bergabung sekitar satu tahun setelah Binance.US memulihkan layanan deposit dan penarikan mata uang fiat bagi pelanggan di AS.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Changpeng Zhao Tegaskan Binance Bukan Biang Kerok Kejatuhan Pasar Kripto

Sebelumnya, pendiri sekaligus mantan CEO Binance, Changpeng Zhao, membantah tuduhan bahwa bursa kripto terbesar di dunia itu menjadi penyebab kejatuhan besar pasar kripto pada Oktober tahun lalu. Ia menyebut klaim tersebut tidak realistis dan bahkan menuding adanya “serangan berbayar” yang menyasar Binance.

Dikutip dari Coinmarketcap, Sabtu (31/1/2026), Changpeng Zhao menyampaikan hal itu dalam sesi tanya jawab di platform media sosial milik Binance. Ia menolak anggapan bahwa perusahaannya memicu gelombang penutupan posisi paksa (likuidasi) saat trader mengalami error sistem dan masalah harga di platform.

Setelah insiden tersebut, Binance diketahui membayar kompensasi sekitar USD 600 juta kepada nasabah dan perusahaan trading yang terdampak.

“Ada kelompok besar yang mengklaim crash 10 Oktober disebabkan oleh Binance dan ingin Binance mengganti semuanya,” kata Changpeng Zhao.

“Jika Anda hidup dalam dunia versi Anda sendiri seperti itu, kecil kemungkinan Anda akan sukses di masa depan,” ungkapnya.

Diawasi oleh Otoritas

CZ — sapaan Changpeng Zhao — juga menegaskan Binance beroperasi di bawah pengawasan regulator Abu Dhabi, sehingga operasional perusahaan dapat ditinjau otoritas setempat. Ia menambahkan pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS) juga memantau platform tersebut melalui mekanisme pengawasan khusus.

Zhao mundur dari jabatan pimpinan pada November 2023 setelah mengaku bersalah dalam kasus terkait lemahnya kontrol anti pencucian uang. Kesepakatan hukum saat itu mewajibkan Binance menunjuk pengawas kepatuhan independen. Presiden Donald Trump kemudian memberikan pengampunan kepada Zhao pada Oktober 2025.

Laporan September 2025 menyebut Binance berpotensi mencapai kesepakatan dengan Departemen Kehakiman AS untuk mengakhiri kewajiban pengawasan tersebut.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |