Liputan6.com, Jakarta - Kaktus, tanaman gurun yang identik dengan ketahanan dan keunikan bentuknya, kini semakin populer sebagai pilihan dekorasi rumah. Kemampuannya bertahan di kondisi ekstrem, terutama panas dan minim air, menjadikannya favorit bagi para pecinta tanaman yang menginginkan keindahan tanpa perawatan rumit. Kaktus hias menawarkan solusi estetika yang praktis, baik untuk mempercantik sudut ruangan di dalam rumah maupun menghidupkan suasana di area luar.
Keunikan bentuk dan variasi duri atau bulu pada kaktus memberikan sentuhan eksotis yang berbeda dari tanaman hias lainnya. Selain itu, perawatannya yang mudah sangat cocok bagi Anda yang memiliki jadwal padat atau baru memulai hobi berkebun. Dengan memilih jenis yang tepat, Anda bisa menikmati keindahan kaktus tanpa khawatir akan layu atau membutuhkan perhatian ekstra setiap hari.
Lantas apa saja jenis kaktus hias tahan panas yang minim perawatan yang cocok untuk indoor dan outdoor? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (16/4), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Kaktus Telinga Kelinci (Opuntia microdasys)
Kaktus Telinga Kelinci, atau Opuntia microdasys, merupakan salah satu jenis kaktus yang sangat digemari karena penampilannya yang unik dan perawatannya yang relatif mudah. Kaktus ini berasal dari wilayah Meksiko bagian tengah dan utara. Dinamakan 'Telinga Kelinci' karena bantalan batangnya yang pipih dan bulat menyerupai telinga kelinci yang menggemaskan.
Meskipun tidak memiliki duri tajam, kaktus ini ditutupi oleh glochid, yaitu bulu-bulu halus yang mudah lepas dan dapat menyebabkan iritasi kulit jika disentuh. Kaktus ini tumbuh tegak dengan bantalan pipih berwarna hijau terang yang saling menempel, membentuk koloni yang menarik. Umumnya, Kaktus Telinga Kelinci dapat mencapai tinggi 40-60 cm dan menghasilkan bunga kuning cerah di musim semi atau awal musim panas, yang kemudian diikuti oleh buah merah.
Untuk perawatannya, kaktus ini membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya 6 jam sehari. Penyiraman dilakukan secara menyeluruh saat tanah benar-benar kering, lalu biarkan mengering sepenuhnya sebelum penyiraman berikutnya, serta kurangi penyiraman di musim dingin. Kaktus ini memerlukan tanah berdrainase baik, seperti campuran tanah kaktus dan sukulen, dan tahan terhadap suhu panas, bahkan dapat mentolerir suhu dingin hingga 7°C jika dalam kondisi kering. Pemupukan cukup dilakukan sekali setahun di musim semi dengan pupuk kaktus yang diencerkan. Kaktus Telinga Kelinci ideal untuk indoor di dekat jendela yang menghadap selatan atau barat, dan cocok untuk outdoor di taman gurun atau pot di teras yang terpapar sinar matahari penuh.
2. Kaktus Tong Emas (Echinocactus grusonii)
Kaktus Tong Emas, atau Echinocactus grusonii, adalah salah satu kaktus paling ikonik dan mudah dikenali, sering dijuluki juga sebagai "Golden Barrel Cactus". Kaktus ini berasal dari Meksiko tengah, khususnya dari negara bagian Hidalgo dan Querétaro. Kaktus ini dikenal karena bentuknya yang bulat sempurna dan duri-duri kuning keemasan yang menutupi permukaannya, memberikan kesan mewah.
Meskipun tumbuh sangat lambat, Kaktus Tong Emas dapat mencapai ukuran yang mengesankan seiring waktu. Saat muda, bentuknya bulat seperti bola, kemudian menjadi silinder seiring bertambahnya usia, dengan rusuk yang menonjol dan duri kuning cerah. Di habitat aslinya, kaktus ini dapat mencapai diameter hingga 1 meter dan tinggi yang sama, meskipun di pot ukurannya akan lebih kecil. Kaktus dewasa biasanya menghasilkan bunga kuning kecil di bagian atasnya pada musim panas.
Perawatan Kaktus Tong Emas memerlukan sinar matahari penuh dan langsung untuk pertumbuhan terbaik serta warna duri yang cerah. Siram secara teratur di musim tanam (musim semi-musim gugur) saat tanah kering, dan sangat jarang di musim dingin. Tanah yang dibutuhkan adalah tanah berdrainase sangat baik, idealnya campuran pasir, kerikil, dan sedikit kompos. Kaktus ini sangat tahan panas dan dapat mentolerir suhu dingin hingga -7°C jika tanahnya kering. Pemupukan dilakukan dengan pupuk kaktus yang diencerkan setiap 2-4 minggu selama musim tanam. Kaktus muda dapat tumbuh baik di dalam ruangan dengan cahaya terang, sementara di luar ruangan sangat cocok untuk taman gurun, lanskap xeriscape, atau sebagai tanaman pot besar di area yang terpapar sinar matahari penuh.
3. Kaktus Jari Wanita (Mammillaria elongata)
Kaktus Jari Wanita, atau Mammillaria elongata, adalah kaktus kecil yang menarik dengan batang-batang ramping yang menyerupai jari. Kaktus ini berasal dari Meksiko tengah, di mana ia tumbuh di daerah berbatu. Kaktus ini dikenal karena kemampuannya untuk membentuk rumpun padat dari batang-batang yang saling terkait, menciptakan tampilan yang rimbun dan unik.
Kaktus ini sangat populer di kalangan pemula karena perawatannya yang mudah dan ukurannya yang kompak. Batangnya silindris, ramping, berwarna hijau terang, dan ditutupi duri-duri kecil berwarna kuning atau coklat keemasan. Setiap batang dapat mencapai tinggi 10-15 cm dan diameter 1-2 cm. Pada musim semi, Kaktus Jari Wanita menghasilkan bunga kecil berwarna putih, kuning pucat, atau merah muda di sekitar puncak batangnya.
Untuk perawatannya, kaktus ini membutuhkan sinar matahari penuh hingga sebagian. Di dalam ruangan, letakkan di jendela yang terang. Penyiraman dilakukan secara menyeluruh saat tanah kering, lalu biarkan mengering sepenuhnya, dan kurangi penyiraman di musim dingin. Kaktus ini membutuhkan tanah berdrainase baik, seperti campuran tanah kaktus dan perlit. Kaktus Jari Wanita tahan panas dan dapat mentolerir suhu dingin hingga 4°C jika kering. Pemupukan dilakukan dengan pupuk kaktus yang diencerkan setiap bulan selama musim tanam. Ukurannya yang kecil membuatnya ideal untuk ambang jendela atau koleksi kaktus indoor, serta cocok untuk taman batu atau pot kecil di iklim hangat.
4. Kaktus Apel Peru (Cereus peruvianus)
Kaktus Apel Peru, atau Cereus peruvianus (sering juga disebut Cereus repandus), adalah kaktus kolumnar besar yang mampu tumbuh sangat tinggi. Spesies ini berasal dari Amerika Selatan, termasuk Peru, Ekuador, dan Kolombia. Kaktus ini dikenal karena batangnya yang tegak, bercabang, dan kemampuannya menghasilkan buah yang dapat dimakan.
Meskipun dapat menjadi sangat besar di habitat aslinya, tanaman muda sangat cocok untuk pot dan perawatannya relatif mudah. Batangnya tegak, silindris, berwarna hijau kebiruan, dengan rusuk yang menonjol dan duri-duri pendek. Di habitat aslinya, kaktus ini bisa mencapai tinggi 10 meter atau lebih, namun di pot ukurannya lebih terkontrol. Kaktus Apel Peru menghasilkan bunga putih besar yang mekar di malam hari, diikuti oleh buah merah atau kuning yang dapat dimakan.
Perawatan kaktus ini membutuhkan sinar matahari penuh dan langsung. Siram secara menyeluruh saat tanah kering, lalu biarkan mengering sepenuhnya, dan kurangi penyiraman di musim dingin. Kaktus ini memerlukan tanah berdrainase sangat baik, seperti campuran tanah kaktus dan pasir kasar. Kaktus Apel Peru sangat tahan panas dan dapat mentolerir suhu dingin hingga -4°C jika kering. Pemupukan dilakukan dengan pupuk kaktus yang diencerkan setiap 2-4 minggu selama musim tanam. Tanaman muda dapat menjadi tanaman hias indoor yang menarik di lokasi yang sangat terang, dan ideal untuk taman gurun atau pot besar di teras yang cerah.
5. Kaktus Lidah Iblis (Ferocactus latispinus)
Kaktus Lidah Iblis, atau Ferocactus latispinus, adalah kaktus berbentuk tong yang menarik perhatian dengan duri-duri pipihnya yang melengkung. Kaktus ini berasal dari Meksiko tengah, di mana ia tumbuh di daerah gurun dan semi-gurun. Duri-duri pipih dan melengkung yang khas inilah yang memberikan nama 'Lidah Iblis' atau 'Devil's Tongue'.
Kaktus ini tumbuh lambat dan sangat tahan terhadap kondisi kering dan panas. Saat muda, bentuknya bulat seperti bola, kemudian menjadi silinder pendek saat dewasa, dengan rusuk yang menonjol dan duri-duri pipih berwarna merah atau kuning yang melengkung. Kaktus Lidah Iblis dapat mencapai diameter 30 cm dan tinggi 25 cm. Pada musim gugur, kaktus ini menghasilkan bunga kuning, merah, atau ungu di bagian atasnya.
Perawatan Kaktus Lidah Iblis membutuhkan sinar matahari penuh dan langsung. Siram secara menyeluruh saat tanah kering, lalu biarkan mengering sepenuhnya, dan sangat minim penyiraman di musim dingin. Kaktus ini memerlukan tanah berdrainase sangat baik, idealnya campuran tanah kaktus dengan banyak pasir dan kerikil. Kaktus ini sangat tahan panas dan dapat mentolerir suhu dingin hingga -7°C jika kering. Pemupukan dilakukan dengan pupuk kaktus yang diencerkan setiap 2-4 minggu selama musim tanam. Tanaman muda dapat menjadi spesimen yang menarik di ambang jendela yang cerah, dan sangat cocok untuk taman gurun, taman batu, atau pot besar di lokasi yang terpapar sinar matahari penuh.
6. Kaktus Topi Uskup (Astrophytum myriostigma)
Kaktus Topi Uskup, atau Astrophytum myriostigma, adalah kaktus tanpa duri yang sangat unik dengan bentuk bintang dan ditutupi bintik-bintik putih. Kaktus ini berasal dari Meksiko, khususnya di negara bagian Coahuila dan Nuevo León. Dinamakan 'Topi Uskup' karena bentuknya yang menyerupai mitra uskup, seringkali dengan 3 hingga 8 rusuk yang menonjol, memberikan tampilan yang khas.
Permukaan kaktus ini ditutupi oleh bintik-bintik putih yang sebenarnya adalah trikoma, berfungsi untuk melindungi tanaman dari sinar matahari yang intens. Kaktus Topi Uskup berbentuk bola atau silinder pendek, seringkali dengan 5 rusuk yang jelas, dan dapat mencapai diameter 10-25 cm dengan tinggi yang sama. Kaktus ini menghasilkan bunga kuning cerah di bagian atasnya pada musim semi atau musim panas.
Perawatan kaktus ini membutuhkan sinar matahari penuh hingga sebagian, namun lindungi dari sinar matahari siang yang paling terik di iklim yang sangat panas. Siram secara menyeluruh saat tanah kering, lalu biarkan mengering sepenuhnya, dan sangat minim penyiraman di musim dingin. Kaktus ini memerlukan tanah berdrainase sangat baik, seperti campuran tanah kaktus dengan banyak bahan mineral. Kaktus Topi Uskup tahan panas dan dapat mentolerir suhu dingin hingga -4°C jika kering. Pemupukan dilakukan dengan pupuk kaktus yang diencerkan setiap bulan selama musim tanam. Kaktus ini populer sebagai tanaman hias indoor karena bentuknya yang unik dan perawatannya yang mudah, asalkan mendapatkan cahaya yang cukup, serta cocok untuk taman batu atau pot di area yang terlindung dari hujan berlebihan.
7. Kaktus Balon (Parodia magnifica)
Kaktus Balon, atau Parodia magnifica (sebelumnya dikenal sebagai Notocactus magnificus), adalah kaktus berbentuk bola yang menarik dengan rusuk bergelombang dan duri kuning keemasan. Kaktus ini berasal dari Brasil selatan, di mana ia tumbuh di padang rumput dan lereng berbatu. Kaktus ini dikenal karena bentuknya yang bulat dan duri-duri kuning cerah yang menutupi permukaannya, memberikan tampilan yang lembut dan menawan.
Kaktus ini sering tumbuh dalam kelompok, membentuk gundukan yang menarik. Bentuknya bola, berwarna hijau kebiruan, dengan rusuk yang menonjol dan bergelombang. Duri-duri yang dimilikinya pendek, halus, dan berwarna kuning keemasan. Kaktus Balon dapat mencapai diameter 15 cm dan tinggi 10 cm. Pada musim semi atau musim panas, kaktus ini menghasilkan bunga kuning cerah di bagian atasnya.
Perawatan Kaktus Balon membutuhkan sinar matahari penuh hingga sebagian; di iklim yang sangat panas, sedikit naungan di siang hari dapat bermanfaat. Siram secara menyeluruh saat tanah kering, lalu biarkan mengering sepenuhnya, dan kurangi penyiraman di musim dingin. Kaktus ini memerlukan tanah berdrainase baik, seperti campuran tanah kaktus dan perlit. Kaktus Balon tahan panas dan dapat mentolerir suhu dingin hingga -4°C jika kering. Pemupukan dilakukan dengan pupuk kaktus yang diencerkan setiap bulan selama musim tanam. Ukurannya yang kompak dan penampilannya yang menarik membuatnya ideal untuk ambang jendela atau meja di dalam ruangan, serta cocok untuk taman batu atau sebagai bagian dari koleksi kaktus di area yang cerah.
8. Kaktus Obor Perak (Cleistocactus strausii)
Kaktus Obor Perak, atau Cleistocactus strausii, adalah kaktus kolumnar yang menonjol dengan batang-batang tegak yang ditutupi bulu-bulu putih halus. Kaktus ini berasal dari daerah pegunungan di Bolivia dan Argentina. Dinamakan 'Obor Perak' karena bulu-bulu putihnya yang lebat memberikan tampilan perak yang berkilau, sangat indah dipandang.
Bulu-bulu ini berfungsi sebagai perlindungan alami dari sinar matahari yang intens dan suhu ekstrem di habitat aslinya. Batangnya tegak, silindris, ramping, berwarna hijau yang hampir tidak terlihat karena ditutupi bulu-bulu putih lebat dan duri-duri pendek. Kaktus Obor Perak tumbuh membentuk rumpun dan dapat mencapai tinggi 2-3 meter di habitat aslinya, tetapi di pot ukurannya lebih kecil dan dapat dikelola. Kaktus ini menghasilkan bunga merah cerah berbentuk tabung yang muncul dari sisi batang, biasanya pada tanaman yang lebih tua.
Perawatan kaktus ini membutuhkan sinar matahari penuh dan langsung. Siram secara menyeluruh saat tanah kering, lalu biarkan mengering sepenuhnya, dan kurangi penyiraman di musim dingin. Kaktus ini memerlukan tanah berdrainase sangat baik, seperti campuran tanah kaktus dan pasir kasar. Kaktus Obor Perak tahan panas dan dapat mentolerir suhu dingin hingga -7°C jika kering. Pemupukan dilakukan dengan pupuk kaktus yang diencerkan setiap 2-4 minggu selama musim tanam. Tanaman muda dapat menjadi tanaman hias indoor yang menarik di lokasi yang sangat terang, dan ideal untuk taman gurun atau sebagai tanaman aksen vertikal di pot besar di teras yang cerah.
9. Kaktus Dagu Kerdil (Gymnocalycium baldianum)
Kaktus Dagu Kerdil, atau Gymnocalycium baldianum, adalah kaktus kecil berbentuk bola yang dikenal karena bunganya yang berwarna-warni cerah. Kaktus ini berasal dari Argentina, khususnya di provinsi Catamarca. Kaktus ini terkenal karena bunganya yang besar dan berwarna cerah, seringkali merah, merah muda, atau ungu, yang kontras indah dengan tubuh kaktus yang hijau kebiruan.
Ukurannya yang kompak dan perawatannya yang mudah menjadikannya pilihan populer untuk koleksi kaktus, terutama bagi pemula. Kaktus ini berbentuk bola, berwarna hijau kebiruan, dengan rusuk yang menonjol dan duri-duri pendek yang jarang. Kaktus Dagu Kerdil dapat mencapai diameter 5-8 cm. Bunga-bunga indahnya muncul di bagian atas kaktus pada musim semi dan musim panas.
Perawatan kaktus ini membutuhkan sinar matahari penuh hingga sebagian, namun lindungi dari sinar matahari siang yang paling terik di iklim yang sangat panas. Siram secara menyeluruh saat tanah kering, lalu biarkan mengering sepenuhnya, dan kurangi penyiraman di musim dingin. Kaktus ini memerlukan tanah berdrainase sangat baik, seperti campuran tanah kaktus dan perlit. Kaktus Dagu Kerdil tahan panas dan dapat mentolerir suhu dingin hingga -7°C jika kering. Pemupukan dilakukan dengan pupuk kaktus yang diencerkan setiap bulan selama musim tanam. Ukurannya yang kecil dan bunganya yang indah membuatnya sempurna untuk ambang jendela, meja, atau terarium di dalam ruangan, serta cocok untuk taman batu atau pot kecil di area yang cerah.
10. Kaktus Pria Tua (Espostoa lanata)
Kaktus Pria Tua, atau Espostoa lanata, adalah kaktus kolumnar yang sangat khas dengan bulu-bulu putih panjang yang menutupi batangnya, memberikan kesan seperti rambut seorang pria tua. Kaktus ini berasal dari daerah pegunungan di Peru dan Ekuador. Bulu-bulu putih yang lebat ini berfungsi untuk melindungi kaktus dari sinar matahari yang intens dan suhu dingin di habitat aslinya.
Kaktus ini tumbuh lambat dan sangat dekoratif. Batangnya tegak, silindris, ditutupi bulu-bulu putih panjang dan duri-duri tajam yang tersembunyi di bawah bulu. Kaktus Pria Tua dapat bercabang seiring bertambahnya usia. Di habitat aslinya, kaktus ini dapat mencapai tinggi 2-3 meter, tetapi di pot ukurannya lebih kecil dan pertumbuhannya lambat. Kaktus dewasa menghasilkan bunga putih yang mekar di malam hari dari cephalium (struktur berbulu khusus).
Perawatan kaktus ini membutuhkan sinar matahari penuh dan langsung. Siram secara menyeluruh saat tanah kering, lalu biarkan mengering sepenuhnya, dan kurangi penyiraman di musim dingin. Kaktus ini memerlukan tanah berdrainase sangat baik, seperti campuran tanah kaktus dan pasir kasar. Kaktus Pria Tua tahan panas dan dapat mentolerir suhu dingin hingga -4°C jika kering. Pemupukan dilakukan dengan pupuk kaktus yang diencerkan setiap 2-4 minggu selama musim tanam. Tanaman muda dapat menjadi tanaman hias indoor yang unik di lokasi yang sangat terang, dan ideal untuk taman gurun atau sebagai tanaman aksen yang menarik di pot besar di teras yang cerah.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa saja jenis kaktus hias yang minim perawatan dan tahan panas?
Jawaban: Beberapa jenis kaktus hias yang minim perawatan dan tahan panas antara lain Kaktus Telinga Kelinci, Kaktus Tong Emas, Kaktus Jari Wanita, Kaktus Apel Peru, Kaktus Lidah Iblis, Kaktus Topi Uskup, Kaktus Balon, Kaktus Obor Perak, Kaktus Dagu Kerdil, dan Kaktus Pria Tua.
2. Apakah kaktus hias cocok untuk ditempatkan di dalam ruangan?
Jawaban: Ya, banyak jenis kaktus hias seperti Kaktus Telinga Kelinci, Kaktus Jari Wanita, dan Kaktus Dagu Kerdil sangat cocok untuk indoor asalkan mendapatkan cukup cahaya matahari, biasanya di dekat jendela yang terang.
3. Bagaimana cara merawat kaktus hias agar tumbuh subur?
Jawaban: Perawatan kaktus hias umumnya meliputi penyediaan sinar matahari penuh hingga sebagian, penyiraman saat tanah benar-benar kering dan dikurangi di musim dingin, penggunaan tanah berdrainase baik, serta pemupukan sesekali dengan pupuk kaktus yang diencerkan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518561/original/062496000_1772512184-melon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556734/original/059334600_1776301591-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482977/original/074055700_1769311752-Mangosteen_fruit_on_the_tree.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478912/original/070816200_1768960225-sepatuu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519330/original/072421700_1772546934-IMG-20260303-WA0014_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555604/original/093057600_1776167944-Kandang_Baterai_Bertingkat_____Hemat_Lahan__Kapasitas_Besar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550950/original/022476300_1775712848-Alamanda__Allamanda_cathartica_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556933/original/006271400_1776312096-Contoh_Rumah_Tumbuh_di_Desa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548950/original/079762800_1775557037-LG_InstaView_Door_in_Door_GC_Q247CSBV__Premium_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3623965/original/002411600_1636099377-laura-chouette-YpoczNsZYts-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477918/original/004984000_1768885470-Gemini_Generated_Image_enx31yenx31yenx3.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556878/original/095480600_1776310388-desain_edible_garden_outdoor_yang_tahan_panas_dan_hujan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556767/original/080104300_1776305403-ide_kebun_sayur_di_balai_desa_untuk_kebutuhan_warga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521683/original/098936100_1772697358-Gemini_Generated_Image_4m1ee14m1ee14m1e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550405/original/049421600_1775692284-unnamed__85_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542587/original/068266800_1774947132-Gemini_Generated_Image_lqa1h8lqa1h8lqa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491717/original/039654900_1770104755-ChatGPT_Image_3_Feb_2026__14.45.07.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551101/original/011637500_1775718005-Gemini_Generated_Image_j9j7vpj9j7vpj9j7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556339/original/075549300_1776241312-unnamed__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556294/original/048392800_1776238969-konsep_rumah_adem_tanpa_AC_untuk_daerah_panas__Citizen_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477243/original/091293000_1768813249-Pohon_Mangga_sebagai_Peneduh__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3372963/original/045630500_1612924679-bitcoin-3089728_640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445642/original/075440000_1765860923-rumah_anti_apek_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2758723/original/074430400_1553243544-FBI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3601860/original/065983700_1634177953-000_9PJ4CW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453609/original/052113800_1766482712-Contoh_Tanaman_Aromatik_di_Dapur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2050781/original/065214100_1522730512-20180403-Bitcoin-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133405/original/8100_1739534500-DALL__E_2025-02-14_19.00.12_-_A_digital_illustration_featuring_various_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___and_meme_coi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454470/original/088238500_1766560631-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441991/original/026174300_1765523690-Bersihkan_Emas_Perhiasan_di_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445595/original/069448000_1765859955-rambut_ala_korea.jpg)