Harga Solana Anjlok ke Level Terendah Sejak 2023

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Nilai aset kripto Solana (SOL) merosot tajam hingga menyentuh level USD 61, yang merupakan posisi terendah sejak November 2023. Penurunan ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar karena menunjukkan tekanan jual yang masih kuat di tengah pelemahan pasar kripto secara keseluruhan.

Pada pedagangan kemarin, harga SOL turun lebih dari 4 persen. Secara mingguan, nilainya telah terkoreksi hampir 24 persen, sedangkan dalam sebulan terakhir melemah sekitar 30 persen. Jika dibandingkan dengan awal tahun, harga Solana kini telah kehilangan hampir separuh nilainya.

Dikutip dari Coinmarketcap, Senin (8/6/2026), penurunan harga Solana dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor, mulai dari aksi investor besar (whale), arus keluar dana dari produk investasi institusional, hingga tekanan yang melanda pasar kripto secara umum. Kondisi tersebut semakin memperbesar tekanan jual dan membuat pelaku pasar kini mencermati level psikologis USD 60 sebagai area dukungan (support) penting.

Salah satu peristiwa yang menarik perhatian pasar adalah transaksi besar yang dilakukan oleh perusahaan Forward Industries. Setelah lama tidak melakukan aktivitas, perusahaan tersebut memindahkan sebanyak 455.784 SOL ke Coinbase Prime, dengan nilai transaksi sekitar USD 31,9 juta.

Langkah tersebut memicu spekulasi di kalangan investor mengenai potensi aksi jual lanjutan yang dapat menambah tekanan terhadap harga Solana.

Kerugian Besar Investor Institusi

Forward Industries diketahui mulai menerapkan strategi investasi berbasis Solana sejak September 2025. Saat itu perusahaan mengalokasikan dana sekitar USD 1,59 miliar untuk membeli 6,83 juta SOL dengan harga rata-rata USD 232 per token.

Namun, akibat penurunan harga yang tajam, nilai kepemilikan tersebut kini menyusut menjadi sekitar USD 458,6 juta. Artinya, perusahaan tersebut menanggung kerugian belum terealisasi (unrealized loss) lebih dari USD 1,3 miliar.

Analis kripto Jack Adams memperkirakan harga Solana masih berpotensi bergerak dalam kisaran USD 58 hingga USD 67 dalam beberapa bulan mendatang. Meski demikian, ia melihat peluang pemulihan harga ke rentang USD 120 hingga USD 175 apabila sentimen pasar kembali membaik.

Minat Institusi Mulai Melemah

Tekanan terhadap Solana juga datang dari perubahan tren pada produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis Solana di Amerika Serikat. Setelah sebelumnya mencatat arus masuk dana (inflow) secara konsisten, ETF Solana kini mulai mengalami arus keluar dana bersih (net outflow).

Perubahan tersebut mengindikasikan mulai menurunnya minat investor institusi terhadap Solana dan memperkuat tren pelemahan harga yang sedang berlangsung.

Pada Maret lalu, peningkatan penarikan dana dari ETF terjadi bersamaan dengan penurunan harga SOL dari USD 91 menjadi USD 81. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran bahwa pola serupa dapat kembali terjadi pada level harga yang lebih rendah.

Pasar Derivatif Turut Bergejolak

Di sisi lain, pasar derivatif kripto juga mengalami gejolak yang cukup besar. Data CoinGlass menunjukkan lebih dari USD 1,5 miliar posisi perdagangan kripto mengalami likuidasi dalam 24 jam terakhir.

Sebagian besar likuidasi berasal dari posisi beli (long position) yang bertaruh pada kenaikan harga aset digital. Solana menjadi salah satu aset yang paling terdampak oleh gelombang likuidasi tersebut.

Dengan tekanan dari investor besar, melemahnya minat institusi, dan volatilitas tinggi di pasar derivatif, pergerakan harga Solana dalam jangka pendek diperkirakan masih akan menghadapi tantangan. Pelaku pasar kini menantikan apakah level USD 60 mampu bertahan sebagai area penopang harga atau justru membuka peluang koreksi yang lebih dalam.   

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |