Bitcoin Anjlok ke USD 60.000, Hedge Fund Ini Diduga Jadi Biang Kerok

1 week ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam dari USD 90.000 ke USD 60.000 dalam waktu kurang dari sebulan. Laporan 10x Research menyebut, tekanan jual ini diduga dipicu arus dana institusional besar.

Laporan terbaru dari perusahaan analisis kripto 10x Research mengungkap meningkatnya spekulasi pasar terkait runtuhnya sebuah hedge fund bernilai miliaran dolar yang berbasis di Hong Kong. 

Dikutip dari U.Today, Jumat (13/2/2026), spekulasi tersebut disebut turut memperparah tekanan jual yang membuat harga Bitcoin merosot tajam dari USD 90.000 menjadi USD 60.000 dalam waktu kurang dari satu bulan.

Kecepatan penurunan harga ini membuat banyak analis terkejut. Bahkan, sebagian pelaku pasar mengaku tidak siap menghadapi besarnya tekanan yang terjadi dalam waktu singkat.

“Penurunan cepat Bitcoin dari USD 90.000 ke USD 60.000 hanya dalam dua hingga tiga minggu mengejutkan banyak trader, baik dari sisi kecepatan maupun skalanya,” tulis 10x Research dalam laporan terbarunya.

Menurut perusahaan tersebut, situasi ini menunjukkan adanya perubahan sentimen yang sangat cepat di pasar kripto global.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Lonjakan Volume ETF Jadi Sorotan

Dalam laporan yang sama, 10x Research juga menyoroti lonjakan signifikan volume perdagangan ETF Bitcoin milik BlackRock, yakni IBIT, selama periode penurunan harga.

Volume transaksi ETF tersebut melonjak drastis di tengah aksi jual besar-besaran, sehingga membuat kondisi pasar semakin tidak biasa.

“Lonjakan tajam volume perdagangan ETF mengindikasikan adanya arus dana institusional dalam skala besar, aktivitas lindung nilai, serta pelepasan posisi terstruktur,” jelas laporan itu.

Pada puncak volatilitas, volume transaksi harian ETF bahkan disebut menembus USD 10 miliar, angka yang tergolong sangat jarang terjadi.

Aktivitas Asia Picu Rumor dari Hong Kong

Selain faktor global, 10x Research juga menyoroti peran kawasan Asia dalam pergerakan pasar belakangan ini.

Perusahaan tersebut mencatat bahwa hampir seluruh kenaikan harga perak dalam beberapa bulan terakhir terjadi saat sesi perdagangan Asia. Hal ini menunjukkan bahwa penempatan dana regional dan strategi neraca keuangan memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan pasar.

Konsentrasi aktivitas inilah yang kemudian memicu berbagai rumor mengenai adanya entitas keuangan bermasalah yang beroperasi dari Hong Kong.

“Tanpa adanya kerangka struktural yang jelas, kondisi ini memicu spekulasi bahwa potensi tekanan atau pembongkaran posisi hedge fund bernilai miliaran dolar di Hong Kong menjadi penyebab utama penurunan Bitcoin,” tulis 10x Research.

Namun demikian, perusahaan riset tersebut mengingatkan investor agar tidak terburu-buru menyalahkan satu pihak atas seluruh kejatuhan pasar.

Analis Imbau Investor Tetap Waspada

10x Research menegaskan bahwa pergerakan harga Bitcoin dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari arus dana institusional, kondisi makroekonomi, hingga sentimen global.

Oleh karena itu, menyimpulkan bahwa satu hedge fund menjadi penyebab utama gejolak pasar dinilai terlalu sederhana.

Perusahaan tersebut mengimbau pelaku pasar untuk tetap waspada dan memperhatikan dinamika secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi.

Dengan volatilitas yang masih tinggi, investor disarankan untuk mengelola risiko secara hati-hati dan tidak mudah terpengaruh oleh rumor yang belum terkonfirmasi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |