Liputan6.com, Jakarta - Memasak dengan bawang putih atau bawang merah memang membuat masakan jadi lebih sedap, tetapi aroma menyengat yang tertinggal di tangan sering kali terasa mengganggu. Meski sudah dicuci dengan sabun, bau bawang kadang masih menempel dan sulit hilang, apalagi jika bawang diolah dalam jumlah banyak atau digosok langsung dengan tangan.
Padahal, bau bawang di tangan bisa diatasi dengan cara-cara sederhana yang aman dan mudah dilakukan di rumah. Mulai dari memanfaatkan bahan dapur hingga teknik mencuci tangan yang tepat, ada beberapa trik efektif yang bisa membantu menghilangkan aroma tak sedap tanpa harus mengiritasi kulit. Dengan cara yang benar, tangan kembali bersih, segar, dan siap beraktivitas tanpa rasa tidak nyaman.
Lantas bagaimana cara menghilangkan bau bawang di tangan saat masak? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (20/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Cuci Tangan dengan Sabun dan Air Hangat
Mencuci tangan dengan sabun dan air hangat adalah langkah pertama yang wajib dilakukan setelah mengolah bawang. Senyawa sulfur dalam bawang mudah menempel pada minyak alami di kulit, sehingga hanya membilas dengan air dingin sering kali tidak cukup untuk menghilangkan baunya. Air hangat membantu melarutkan minyak tersebut sehingga bau lebih mudah terangkat.
Selain itu, suhu hangat membantu membuka pori-pori kulit, sehingga sisa aroma bawang yang terperangkap di lapisan kulit lebih mudah dibersihkan. Sabun bekerja sebagai pengikat lemak dan kotoran, sehingga senyawa penyebab bau ikut terangkat saat dibilas. Inilah sebabnya mencuci tangan dengan teknik yang benar jauh lebih efektif dibanding sekadar membasuh cepat.
Namun, jika bawang dipotong dalam jumlah banyak atau digosok langsung dengan tangan, biasanya bau masih tersisa meski sudah dicuci. Dalam kondisi ini, mencuci tangan dengan sabun bisa dijadikan langkah awal sebelum dilanjutkan dengan metode tambahan agar hasilnya benar-benar maksimal.
Langkah-langkah:
- Basahi tangan dengan air hangat.
- Gunakan sabun secukupnya, gosok seluruh bagian tangan, sela jari, dan bawah kuku selama 20–30 detik.
- Bilas hingga bersih, lalu keringkan.
- Jika bau masih ada, lanjutkan dengan metode berikutnya.
2. Gosok Tangan dengan Garam atau Gula
Garam dan gula memiliki tekstur butiran yang dapat berfungsi sebagai scrub alami untuk kulit. Butiran ini membantu mengangkat sel kulit mati dan sisa minyak tempat aroma bawang menempel. Dengan mengangkat lapisan tipis tersebut, bau bawang bisa ikut terlepas tanpa perlu menggosok terlalu keras.
Selain itu, metode ini juga membantu membersihkan area bawah kuku yang sering menjadi tempat aroma bawang bertahan paling lama. Banyak orang tidak menyadari bahwa bau sering tertinggal di lipatan kuku, sehingga meski telapak tangan terasa bersih, aroma masih tercium saat tangan didekatkan ke hidung.
Meski efektif, cara ini tetap harus dilakukan dengan lembut agar tidak menyebabkan iritasi, terutama jika kulit tangan sensitif. Setelah menggunakan garam atau gula, sebaiknya tetap mencuci tangan dengan sabun agar kulit kembali bersih dan tidak lengket.
Langkah-langkah:
- Basahi tangan terlebih dahulu.
- Taburkan sedikit garam atau gula ke telapak tangan.
- Gosok perlahan ke seluruh permukaan tangan dan kuku selama 30–60 detik.
- Bilas dengan air, lalu cuci lagi dengan sabun dan keringka
3. Gunakan Air Perasan Jeruk Nipis atau Lemon
Jeruk nipis dan lemon mengandung asam sitrat yang mampu menetralisir senyawa sulfur penyebab bau bawang. Asam ini bekerja dengan memecah molekul bau sehingga aromanya tidak lagi menyengat. Inilah alasan mengapa jeruk sering digunakan untuk menghilangkan bau amis dan bau tajam lainnya di dapur.
Selain efektif menghilangkan bau, jeruk juga memberikan aroma segar alami pada tangan. Namun, karena sifatnya asam, penggunaan terlalu sering atau pada kulit yang luka bisa menimbulkan rasa perih dan kering. Oleh karena itu, setelah menggunakan jeruk, sebaiknya bilas dan aplikasikan pelembap agar kulit tetap sehat.
Metode ini sangat cocok digunakan jika tangan masih terasa berbau meskipun sudah dicuci dengan sabun. Kombinasi sabun dan jeruk biasanya sudah cukup untuk menghilangkan bau bawang yang cukup kuat sekalipun.
Langkah-langkah:
- Peras setengah buah jeruk nipis atau lemon.
- Oleskan air perasan ke seluruh tangan dan gosok perlahan.
- Diamkan selama 30–60 detik.
- Bilas dengan air dan cuci ringan dengan sabun bila perlu, lalu keringkan.
4. Gosok Tangan dengan Stainless Steel di Bawah Air Mengalir
Stainless steel dipercaya mampu mengikat senyawa sulfur dari bawang ketika bersentuhan dengan air mengalir. Itulah sebabnya ada produk khusus berbentuk “sabun stainless” yang digunakan hanya dengan digosokkan ke tangan tanpa tambahan cairan pembersih.
Reaksi antara stainless steel, air, dan senyawa sulfur membantu memindahkan molekul bau dari kulit ke permukaan logam. Meski terdengar unik, metode ini cukup populer dan banyak digunakan oleh koki profesional untuk menghilangkan bau bawang dan bawang putih dengan cepat.
Cara ini juga sangat aman untuk kulit karena tidak melibatkan bahan kimia maupun gesekan kasar. Namun, hasilnya bisa berbeda-beda tergantung tingkat bau dan lamanya kontak dengan stainless steel, sehingga kadang perlu diulang atau dikombinasikan dengan sabun.
Langkah-langkah:
- Nyalakan air keran.
- Gosok tangan pada sendok, wastafel, atau alat stainless steel lainnya.
- Lakukan selama 30–60 detik di bawah air mengalir.
- Keringkan tangan dan cek apakah bau sudah hilang.
5. Gunakan Cuka untuk Menetralisir Bau
Cuka memiliki sifat asam yang kuat untuk menetralisir aroma tajam, termasuk bau bawang. Ketika cuka bersentuhan dengan kulit, ia membantu mengubah struktur senyawa penyebab bau sehingga tidak lagi tercium menyengat.
Meski aromanya sendiri cukup tajam, bau cuka biasanya cepat menguap setelah tangan dibilas. Justru setelah kering, tangan akan terasa lebih netral dibanding sebelumnya. Metode ini sangat efektif jika bau bawang sangat kuat dan sulit dihilangkan hanya dengan sabun.
Namun, karena cuka dapat membuat kulit kering jika digunakan terlalu sering, sebaiknya jangan menjadikannya metode utama setiap hari. Gunakan hanya saat benar-benar diperlukan dan akhiri dengan pelembap tangan.
Langkah-langkah:
- Tuangkan sedikit cuka ke telapak tangan.
- Gosokkan ke seluruh tangan secara merata.
- Diamkan sekitar 30 detik.
- Bilas dengan air dan cuci dengan sabun, lalu keringkan.
6. Gosok Tangan dengan Bubuk atau Ampas Kopi
Kopi memiliki kemampuan menyerap bau dan sering digunakan sebagai penghilang aroma di ruangan tertutup. Sifat ini juga berlaku untuk bau di tangan, termasuk bau bawang yang cukup kuat dan menempel lama di kulit.
Tekstur bubuk kopi membantu membersihkan sisa bau sekaligus memberikan efek scrub ringan. Selain itu, aroma kopi yang khas dapat menutupi sisa bau bawang yang masih tertinggal setelah mencuci tangan. Metode ini juga cocok bagi yang ingin solusi alami tanpa bahan kimia.
Namun, pastikan untuk membilas tangan dengan bersih setelahnya agar tidak meninggalkan noda cokelat atau sisa aroma kopi yang terlalu kuat, terutama jika akan kembali beraktivitas di luar dapur.
Langkah-langkah:
- Ambil satu sendok makan bubuk atau ampas kopi.
- Gosokkan ke tangan yang sudah dibasahi.
- Pijat perlahan selama 30–60 detik.
- Bilas dan lanjutkan dengan sabun, lalu keringkan.
7. Gunakan Baking Soda sebagai Penyerap Bau
Baking soda dikenal sebagai bahan penyerap bau yang sangat efektif, termasuk untuk bau di lemari es, sepatu, hingga tangan setelah memasak. Bahan ini bekerja dengan menetralkan molekul bau, bukan sekadar menutupinya.
Selain menyerap bau, baking soda juga membantu membersihkan permukaan kulit dari sisa minyak dan kotoran. Jika digunakan dengan lembut, baking soda cukup aman untuk kulit dan dapat membantu membuat tangan terasa lebih bersih dan segar.
Namun, karena baking soda bersifat sedikit abrasif, penggunaannya sebaiknya tidak terlalu sering dan tidak digosok terlalu keras, terutama bagi pemilik kulit sensitif.
Langkah-langkah:
- Campur baking soda dengan sedikit air hingga menjadi pasta.
- Oleskan tipis ke seluruh tangan.
- Gosok perlahan dan diamkan sekitar 30 detik.
- Bilas dengan air dan cuci tangan dengan sabun, lalu keringkan.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa bau bawang bisa menempel lama di tangan meski sudah dicuci?
Jawaban: Bau bawang berasal dari senyawa sulfur yang mudah menempel pada minyak alami di kulit dan masuk ke pori-pori. Jika hanya dibilas dengan air biasa atau dicuci sebentar, senyawa ini belum sepenuhnya terangkat sehingga aroma masih tertinggal.
2. Apakah mencuci tangan dengan sabun saja sudah cukup untuk menghilangkan bau bawang?
Jawaban: Untuk bau ringan, sabun dan air hangat biasanya sudah cukup. Namun, jika bawang diolah dalam jumlah banyak atau baunya sangat kuat, sabun saja sering kali belum cukup sehingga perlu bantuan bahan lain seperti jeruk, garam, atau baking soda.
3. Metode mana yang paling cepat menghilangkan bau bawang di tangan?
Jawaban: Menggosok tangan dengan stainless steel di bawah air mengalir dan menggunakan air jeruk nipis termasuk metode yang cukup cepat dan praktis. Keduanya dapat langsung menetralisir senyawa penyebab bau tanpa perlu proses perendaman.
4. Apakah aman menggunakan baking soda atau garam setiap hari untuk tangan?
Jawaban: Sebenarnya aman jika digunakan sesekali dan digosok dengan lembut. Namun, karena bersifat sedikit abrasif, penggunaan terlalu sering bisa membuat kulit kering atau iritasi, terutama bagi pemilik kulit sensitif. Sebaiknya tetap utamakan sabun dan gunakan bahan scrub hanya jika diperlukan.
5. Apakah bau bawang bisa menempel lebih lama di bawah kuku?
Jawaban: Ya, bagian bawah kuku adalah area yang paling sering menyimpan sisa bau karena kotoran dan minyak mudah terperangkap di sana. Saat mencuci tangan, pastikan untuk menggosok bagian kuku dan sela jari agar bau tidak tertinggal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507059/original/099938800_1771482380-4ecc2106-4248-48f3-9cff-1293b05419e0.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)
