Michael Saylor Tegaskan Strategy Tak akan Jual Bitcoin, Justru Terus Membeli

1 day ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Executive Chairman Strategy (sebelumnya MicroStrategy), Michael Saylor, menegaskan perusahaannya tidak memiliki rencana menjual Bitcoin (BTC). Pernyataan ini disampaikan untuk merespons pertanyaan apakah ada level harga tertentu yang bisa memaksa Strategy melepas kepemilikan Bitcoin-nya.

Saylor menolak asumsi tersebut dan menyebut kekhawatiran itu tidak berdasar. Menurutnya, kondisi keuangan Strategy masih sangat solid untuk terus mempertahankan strategi akumulasi Bitcoin.

“Itu kekhawatiran yang tidak berdasar. Faktanya, rasio leverage bersih kami hanya setengah dari rata-rata perusahaan berperingkat investment grade,” ujar Saylor dikutip dari U Today, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, Strategy memiliki cadangan yang kuat untuk menopang strategi jangka panjang.

“Kami punya dividen Bitcoin untuk 50 tahun ke depan. Kami juga memiliki cadangan kas yang setara dengan dua setengah tahun dividen di neraca kami. Jadi kami tidak akan menjual; kami justru akan membeli Bitcoin. Saya memperkirakan kami akan membeli Bitcoin setiap kuartal selamanya,” tegasnya.

Pernyataan tersebut memperkuat posisi Strategy sebagai salah satu perusahaan publik dengan komitmen terbesar terhadap Bitcoin di dunia.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Volatilitas Tinggi Jadi Bagian dari Strategi

Saylor juga menanggapi penurunan harga saham Strategy yang signifikan sepanjang satu tahun terakhir. Ia mengaku tidak terganggu dengan kondisi tersebut karena sejak awal perusahaan memang dirancang sebagai instrumen dengan eksposur tinggi terhadap Bitcoin.

“Perusahaan ini direkayasa untuk menjadi Bitcoin yang diperkuat. Jadi ketika Bitcoin naik, kami naik lebih cepat. Ketika Bitcoin turun, volatilitas kami lebih tinggi. Kami telah menciptakan aset dengan volatilitas 80,” jelas Saylor.

Menurutnya, investor perlu menyesuaikan horizon waktu dalam memahami aset kripto, khususnya Bitcoin. Ia menilai volatilitas bukanlah kelemahan, melainkan karakter alami dari aset digital tersebut.

Terkait Bitcoin itu sendiri, Saylor menegaskan bahwa fluktuasi harga merupakan bagian penting dari kinerjanya. “Bitcoin adalah modal digital. Volatilitasnya akan dua hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan modal tradisional seperti emas, saham, atau properti,” katanya.

Namun, ia menekankan bahwa imbal hasil Bitcoin juga sebanding. “Bitcoin juga memiliki kinerja dua hingga empat kali lipat dibandingkan modal tradisional dalam dekade ini. Ini adalah aset modal global paling berguna di dunia,” ujar Saylor.

Bantah Mitos Likuidasi Bitcoin

Menanggapi skenario terburuk, yakni jika Bitcoin mengalami kejatuhan harga besar selama bertahun-tahun, Saylor tetap yakin Strategy tidak perlu menjual kepemilikan BTC-nya.

“Jika Bitcoin turun 90 persen selama empat tahun ke depan, kami akan melakukan refinancing utang,” kata Saylor. Ia menjelaskan, dengan harga Bitcoin saat ini sekitar USD 68.000, harga harus jatuh hingga USD 8.000 agar skenario ekstrem tersebut terjadi.

“Kalau benar-benar jatuh ke sana, kami tinggal refinancing utang. Jika Anda berpikir Bitcoin akan ke nol, maka kami akan menghadapinya. Tapi saya tidak percaya Bitcoin akan ke nol. Saya juga tidak percaya Bitcoin akan ke USD 8.000. Risiko kredit saat ini sangat minim,” ujarnya.

Saylor juga menegaskan posisi kas Strategy jauh lebih dari cukup untuk memenuhi kewajiban perusahaan. “Kami memiliki perlindungan dividen dan utang selama dua setengah tahun dalam bentuk kas. Tahun ini saja kami sudah menghimpun USD 4 miliar, dan tahun lalu USD 25 miliar. Tidak ada risiko kredit bagi perusahaan,” pungkasnya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |