Binance dan Franklin Templeton Hadirkan Agunan Tokenisasi untuk Investor Institusi

18 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Binance bersama manajer aset global Franklin Templeton resmi meluncurkan program agunan off-exchange berbasis tokenisasi yang ditujukan bagi investor institusi. Langkah ini menandai semakin kuatnya adopsi teknologi blockchain dalam infrastruktur keuangan tradisional.

Dalam pengumuman pada 11 Februari, Binance menyebut program ini memungkinkan klien institusi yang memenuhi syarat menggunakan saham dana pasar uang (money market fund/MMF) yang telah ditokenisasi sebagai agunan perdagangan. Tokenisasi tersebut diterbitkan melalui Benji Technology Platform milik Franklin Templeton.

Melalui skema ini, aset dasar tetap disimpan di kustodian pihak ketiga dan tidak ditempatkan langsung di bursa. Dengan demikian, institusi tetap dapat memanfaatkan aset mereka sebagai agunan tanpa harus memindahkannya ke platform perdagangan.

CEO Binance Richard Teng mengungkapkan kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam mendekatkan keuangan tradisional dengan dunia aset kripto.

“Hari ini, Binance dengan bangga mengumumkan penawaran pertama kami bersama Franklin Templeton. Klien institusi kini dapat menggunakan saham dana pasar uang berbasis token yang diterbitkan melalui Benji Technology Platform sebagai agunan off-exchange untuk perdagangan di Binance,” tulis Richard Teng di platform X, dikutip dari Bitcoin.com, Kamis (12/2/2026).

Menjembatani Keuangan Tradisional dan Kripto

Kepala Divisi Aset Digital Franklin Templeton, Roger Bayston, menyatakan bahwa program ini dirancang agar klien dapat mengoptimalkan aset mereka dengan tetap mengutamakan keamanan dan kepatuhan regulasi.

“Program agunan off-exchange kami memungkinkan klien memanfaatkan aset yang disimpan di kustodian pihak ketiga sambil tetap memperoleh imbal hasil dengan cara yang aman dan baru,” ujar Bayston.

Ia menambahkan, kerangka kerja tersebut juga bertujuan memberikan perlindungan operasional serta keselarasan regulasi bagi institusi yang mulai masuk ke pasar aset digital.

Sementara itu, Head of VIP & Institutional Binance, Catherine Chen, menilai integrasi aset dunia nyata yang ditokenisasi ke dalam alur perdagangan menunjukkan bagaimana infrastruktur blockchain dapat menjadi penghubung antara pasar keuangan tradisional dan kripto.

Dalam pengaturan ini, nilai agunan dari dana pasar uang berbasis token tercermin dalam sistem perdagangan Binance, sementara kepemilikan token tetap terpisah di luar bursa. Struktur ini dirancang untuk mengurangi risiko eksposur terhadap pihak lawan transaksi.

Jawaban atas Kebutuhan Manajemen Risiko Institusi

CEO Ceffu, mitra kustodian institusional Binance, Ian Loh, mengatakan bahwa semakin banyak institusi membutuhkan model perdagangan yang mengedepankan manajemen risiko tanpa mengorbankan efisiensi modal.

Dalam pernyataan resmi, Binance menyebutkan bahwa klien yang memenuhi syarat kini sudah dapat menggunakan saham dana pasar uang berbasis token sebagai agunan off-exchange melalui infrastruktur kustodi dan penyelesaian transaksi milik Ceffu.

Peluncuran ini merupakan kelanjutan dari kerja sama strategis yang telah diperkenalkan sejak September 2025. Kolaborasi tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan institusi terhadap instrumen stabil yang memberikan imbal hasil serta dapat mendukung siklus penyelesaian transaksi secara berkelanjutan.

Seiring tokenisasi yang terus berkembang, dana pasar uang dinilai semakin berperan sebagai jembatan praktis antara produk keuangan yang teregulasi dan ekosistem perdagangan berbasis blockchain.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |