Liputan6.com, Jakarta - Ayam kampung, yang dikenal dengan ketahanan dan rasa dagingnya, seringkali menjadi pilihan utama bagi peternak skala rumahan maupun komersial. Namun, salah satu tantangan umum yang dihadapi adalah produktivitas telurnya yang cenderung rendah atau bahkan berhenti sama sekali.
Kondisi kenapa ayam kampung sering tidak bertelur ini bukan tanpa sebab, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks. Mulai dari faktor internal seperti usia dan genetik, hingga faktor eksternal seperti kualitas pakan, kondisi lingkungan, dan kesehatan ayam.
Liputan6 akan mengupas tuntas berbagai alasan di balik rendahnya produksi telur ayam kampung. Dengan pemahaman yang komprehensif, peternak diharapkan dapat menerapkan strategi yang tepat untuk mengoptimalkan potensi bertelur ayam kampung mereka secara efektif. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut, Rabu (7/1/2026).
1. Faktor Usia Ayam
Usia menjadi penentu utama dalam siklus produksi telur ayam kampung. Ayam betina umumnya memulai fase bertelur saat mencapai usia sekitar 5 hingga 6 bulan, menandakan kematangan organ reproduksi mereka. Pada tahap awal ini, telur yang dihasilkan mungkin berukuran lebih kecil dari biasanya.
Produktivitas telur ayam kampung akan mencapai puncaknya ketika ayam berada di rentang usia 1 hingga 2 tahun. Di masa keemasan ini, ayam mampu menghasilkan telur secara konsisten dan dengan kualitas yang optimal. Peternak perlu mencatat fase ini untuk memaksimalkan hasil panen.
Namun, setelah melewati usia 2 tahun, kemampuan bertelur ayam kampung akan mulai menurun secara bertahap. Hal ini disebabkan oleh penurunan fungsi organ reproduksi seiring bertambahnya usia. Ayam yang terlalu muda juga belum siap secara fisiologis, sehingga belum dapat bertelur secara efektif.
2. Kualitas Pakan dan Nutrisi
Salah satu penyebab utama kenapa ayam kampung sering tidak bertelur adalah kualitas pakan yang kurang memadai. Kekurangan asupan nutrisi esensial dapat secara drastis menurunkan frekuensi bertelur ayam. Pakan yang tidak seimbang akan berdampak langsung pada kesehatan dan produktivitasnya.
Ayam memerlukan diet yang kaya protein untuk pembentukan telur yang sempurna, seperti yang ditemukan pada jagung, kedelai, atau kacang-kacangan. Selain itu, kalsium sangat vital untuk menciptakan cangkang telur yang kuat. Sumber kalsium tambahan bisa berupa kulit telur yang dihancurkan atau batu kapur.
Pemberian pakan harus tepat, tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit, untuk menjaga kondisi tubuh ayam. Nutrisi yang tidak adekuat tidak hanya mengurangi produksi telur, tetapi juga membuat ayam lebih rentan terhadap penyakit.
3. Lingkungan Kandang
Kondisi lingkungan kandang memiliki dampak signifikan terhadap produktivitas telur ayam kampung. Kandang yang kotor dan tidak terawat dapat menyebabkan ayam merasa tidak nyaman dan stres, yang pada akhirnya menghambat proses bertelur.
Faktor lingkungan lain seperti temperatur, kelembaban, dan pencahayaan juga berperan penting. Suhu kandang yang terlalu panas dapat mengurangi nafsu makan ayam dan menyebabkan heat stress, yang berdampak negatif pada produksi telur.
Kepadatan populasi yang ideal juga esensial; kandang yang terlalu padat akan meningkatkan tingkat stres dan menurunkan produktivitas. Pencahayaan yang cukup, bahkan dengan lampu tambahan saat musim hujan, dapat merangsang ayam untuk bertelur lebih banyak.
4. Kesehatan dan Penyakit
Kesehatan ayam adalah prasyarat mutlak untuk produksi telur yang optimal. Ayam yang sakit, terutama yang mengalami gangguan pada organ reproduksinya, tidak akan mampu bertelur secara efektif. Penyakit dapat menyebabkan penurunan drastis atau bahkan penghentian produksi telur.
Beberapa penyakit spesifik yang dikenal dapat menyerang organ reproduksi ayam petelur meliputi ND (Newcastle Disease), IB (Infectious Bronchitis), dan AI (Avian Influenza). Kondisi tubuh yang lemah atau immunosupresif juga bisa menyebabkan kerusakan permanen pada saluran reproduksi.
Pencegahan melalui vaksinasi rutin, seperti vaksin ND, dan pemberian obat cacing sangat penting untuk menjaga kekebalan dan kesehatan ayam. Ayam yang sehat akan memiliki sistem reproduksi yang berfungsi baik, sehingga dapat bertelur secara konsisten dan produktif.
5. Faktor Genetik
Faktor genetik adalah penentu fundamental kemampuan ayam kampung untuk bertelur. Genetik memengaruhi kapan ayam mulai bertelur dan seberapa banyak telur yang dapat dihasilkannya sepanjang hidup. Ayam dengan genetik unggul cenderung memiliki produktivitas yang lebih tinggi.
Ayam kampung secara genetik memiliki produktivitas telur yang lebih rendah dibandingkan ayam ras komersial, dengan rata-rata sekitar 115 butir per tahun. Kualitas pullet atau ayam muda yang buruk juga akan menghasilkan ayam produksi dengan persistensi yang tidak panjang, sehingga lebih cepat berhenti bertelur.
Oleh karena itu, pemilihan bibit dengan genetik yang baik menjadi langkah awal yang krusial bagi peternak. Investasi pada bibit unggul akan memberikan dampak positif jangka panjang terhadap hasil produksi telur.
6. Stres
Stres merupakan faktor signifikan yang dapat menyebabkan kenapa ayam kampung sering tidak bertelur. Perubahan lingkungan yang mendadak, suhu ekstrem, atau gangguan dari hewan liar dapat memicu kondisi stres yang berat pada ayam. Ayam yang stres akan mengalihkan energinya dari produksi telur.
Kondisi stres tidak hanya menghentikan produksi telur, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan ayam secara keseluruhan. Mengumbar ayam di area yang aman dapat membantu mengurangi tingkat stres dan menjaga kebugaran fisik mereka. Lingkungan yang tenang dan stabil sangat dibutuhkan.
Meminimalkan gangguan dan menciptakan lingkungan yang aman adalah kunci untuk menjaga ayam tetap produktif. Peternak harus selalu memastikan bahwa ayam merasa nyaman dan terlindungi dari segala bentuk ancaman yang dapat menimbulkan stres.
7. Siklus Birahi
Siklus reproduksi alami ayam kampung juga berperan dalam fluktuasi produksi telur. Ayam kampung betina seringkali menghadapi masalah dalam siklus birahi, yang menyebabkan kesulitan dalam mengeluarkan telur. Ini adalah karakteristik alami yang perlu dipahami peternak.
Selain itu, ayam yang sedang dalam fase mengeram secara otomatis akan berhenti bertelur. Insting alami untuk mengerami telurnya membuat ayam menghentikan produksi telur baru. Ini adalah bagian dari siklus reproduksi alami mereka.
Untuk meningkatkan produktivitas, beberapa jenis ayam kampung unggulan seperti Ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) telah dikembangkan dengan sifat mengeram yang rendah, sekitar 10% dari populasi. Hal ini memungkinkan produksi telur yang lebih tinggi secara konsisten.
People Also Ask
1. Mengapa ayam kampung saya tiba-tiba berhenti bertelur?
Jawaban: Ayam kampung bisa berhenti bertelur karena berbagai alasan seperti perubahan usia, pakan yang kurang nutrisi, kondisi lingkungan yang tidak mendukung, stres, atau sedang sakit.
2. Nutrisi apa yang paling penting agar ayam kampung bertelur banyak?
Jawaban: Protein dan kalsium adalah nutrisi paling penting. Protein diperlukan untuk pembentukan telur, sementara kalsium vital untuk cangkang telur yang kuat.
3. Apakah faktor lingkungan seperti kandang memengaruhi produksi telur ayam kampung?
Jawaban: Ya, sangat memengaruhi. Kandang yang kotor, terlalu padat, suhu ekstrem, atau pencahayaan kurang dapat menyebabkan stres dan menurunkan produktivitas telur ayam kampung.
4. Berapa usia produktif ayam kampung untuk bertelur?
Jawaban: Ayam kampung umumnya mulai bertelur pada usia 5-6 bulan dan mencapai puncak produksi pada usia 1-2 tahun, setelah itu produksi akan menurun.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507059/original/099938800_1771482380-4ecc2106-4248-48f3-9cff-1293b05419e0.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3932277/original/005220300_1644714392-13_februari_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)