Cara Menemukan Pembeli yang Tepat untuk Produk Daur Ulang, Anti Gagal

3 weeks ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Pertanyaan tentang cara menjual produk daur ulang bukanlah hal yang mudah dijawab. Produk daur ulang kini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup berkelanjutan. Meski begitu, tidak sedikit pelaku usaha yang merasa kesulitan saat memasarkan produk daur ulang karena pasar yang belum sepenuhnya terbentuk.

Banyak produk upcycle berkualitas justru gagal menembus pasar salah satu sebabnya karena penjual salah memahami target konsumen. Menjual produk daur ulang membutuhkan pendekatan yang berbeda dibanding produk konvensional.

Pengalaman ini dirasakan oleh Ida Mandalawangi, Pengelola Laboratorium Dusun di Rongkop, Gunungkidul. Melalui proses panjang, ia dan timnya mempelajari bahwa kunci keberhasilan terletak pada pemetaan pasar dan pemahaman nilai yang dicari konsumen. Berikut Liputan6 memberikan penjelasan lengkapnya untuk Anda, Senin (2/2/2026).

Memahami Bahwa Pasar Produk Daur Ulang Bersifat Niche

Menjual produk daur ulang tidak bisa disamakan dengan menjual produk massal. Pasarnya cenderung spesifik dan tidak menyasar semua kalangan. Kesadaran ini menjadi langkah awal agar pelaku usaha tidak salah strategi sejak awal.

Menurut Ida, produk daur ulang memang menyasar segmen tertentu. “Untuk pasar sebetulnya memang jadinya niche market ya. Nggak banyak orang yang suka atau mungkin percaya dengan produk-produk upcycle, terutama di Indonesia,” ujarnya.

Dengan memahami bahwa pasar bersifat niche, pelaku usaha bisa lebih fokus mengembangkan produk dan strategi pemasaran yang relevan, tanpa memaksakan produk agar diterima semua orang.

Pentingnya Memetakan Target Konsumen Sejak Awal

Setelah memahami karakter pasar, langkah berikutnya adalah memetakan target konsumen secara jelas. Tidak cukup hanya mengatakan “produk ramah lingkungan”, tetapi harus tahu siapa yang benar-benar peduli pada nilai tersebut.

Ida menjelaskan bahwa proses pemetaan menjadi kunci. “Itu kenapa akhirnya kita juga memetakan target market-nya kita siapa, orang-orang yang seperti apa,” ungkapnya. Proses ini membantu menentukan pendekatan komunikasi hingga desain produk.

Dengan pemetaan yang tepat, pelaku usaha bisa menyesuaikan harga, kemasan, hingga saluran penjualan agar sesuai dengan karakter calon pembeli.

Konsumen Produk Daur Ulang Membeli Nilai, Bukan Sekadar Barang

Berbeda dengan produk umum, konsumen produk daur ulang sering kali tidak hanya melihat fungsi atau harga. Mereka membeli cerita, dampak, dan nilai di balik produk tersebut.

Hal ini ditegaskan Ida, “Rata-rata orang yang membeli produk kita adalah orang-orang yang punya interest tentang hidup berkelanjutan, lokalitas, dan produk-produk yang memang memiliki dampak,” katanya.

Oleh karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk mengomunikasikan proses, asal bahan, serta dampak sosial atau lingkungan dari produk yang dijual.

Optimisme Pasar Berkelanjutan yang Terus Tumbuh

Meski pasarnya spesifik, Ida melihat tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Kesadaran masyarakat terhadap konsumsi berkelanjutan perlahan meningkat dan membuka peluang yang lebih luas.

“Di Indonesia untuk saat ini hal-hal kayak gini mulai terus naik ya, orang-orang yang memegang nilai-nilai itu dalam membeli produk menurutku cukup naik dan lumayan ada market-nya,” tutur Ida.

Tren ini menjadi sinyal bahwa produk daur ulang memiliki masa depan, selama pelaku usaha konsisten pada kualitas, nilai, dan komunikasi yang tepat kepada konsumennya.

People Also Ask

1. Apakah produk daur ulang bisa dijual ke semua kalangan?

Jawaban: Tidak. Produk daur ulang umumnya menyasar niche market dengan minat khusus pada keberlanjutan.

2. Siapa target utama konsumen produk daur ulang?

Jawaban: Mereka yang peduli pada lingkungan, lokalitas, dan dampak sosial dari produk yang dibeli.

3. Apakah tren produk daur ulang di Indonesia masih kecil?

Jawaban: Masih niche, tetapi menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

4. Apa yang paling penting saat memasarkan produk daur ulang?

Jawaban: Pemetaan target pasar dan komunikasi nilai di balik produk.

5. Apakah cerita produk berpengaruh pada penjualan?

Jawaban: Sangat berpengaruh, karena konsumen produk daur ulang membeli nilai dan dampaknya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |