Cara Menanam Kangkung di Galon Bekas, Panen Cepat dalam Hitungan Hari

1 month ago 28

Liputan6.com, Jakarta - Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.) adalah jenis sayuran daun yang sangat populer di Indonesia, dikenal karena pertumbuhannya yang cepat dan kemudahan dalam pembudidayaannya. Tanaman ini menjadi pilihan favorit banyak rumah tangga karena dapat diolah menjadi berbagai hidangan lezat dan bergizi.

Bagi masyarakat perkotaan atau mereka yang memiliki lahan terbatas, metode menanam kangkung di galon bekas menawarkan solusi praktis dan efisien. Pemanfaatan galon air mineral bekas sebagai wadah tanam juga merupakan bentuk daur ulang yang mendukung konsep pertanian perkotaan atau urban farming.

Teknik budidaya ini tidak hanya menghemat ruang dan biaya, tetapi juga memungkinkan Anda untuk menikmati panen kangkung segar dalam hitungan hari. Lantas bagaimana cara menanam kangkung di galon bekas agar panen cepat dalam hitungan hari? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (7/1), simak ulasan informasinya berikut ini. 

1. Persiapan Galon Bekas

Langkah awal yang krusial dalam budidaya kangkung di galon bekas adalah mempersiapkan wadah tanam itu sendiri dengan benar. Galon air mineral bekas dapat diubah menjadi pot tanam yang fungsional melalui beberapa cara sederhana. Anda bisa memotong galon menjadi dua bagian atau membuat lubang tanam pada bagian atasnya sesuai kebutuhan.

Untuk sistem hidroponik wick, galon dapat dipotong menjadi dua bagian secara horizontal. Bagian atas yang dibalik kemudian berfungsi sebagai tempat media tanam, sementara bagian bawahnya akan menjadi reservoir untuk larutan nutrisi.

Penting untuk memastikan adanya lubang drainase di bagian bawah galon jika Anda memilih metode tanam konvensional dengan tanah, guna mencegah genangan air yang bisa merusak akar. Apabila menggunakan sistem hidroponik wick, buatlah lubang khusus untuk sumbu (wick) yang akan menyalurkan nutrisi ke media tanam.

2. Pemilihan dan Perlakuan Benih

Keberhasilan panen kangkung yang cepat sangat bergantung pada pemilihan benih yang berkualitas tinggi dan perlakuan awal yang tepat. Pilihlah benih kangkung darat yang unggul, yang umumnya mudah ditemukan di toko pertanian terdekat atau supermarket.

Benih kangkung yang baik ditandai dengan daya kecambah yang tinggi, yang berarti persentase keberhasilannya untuk tumbuh menjadi tanaman sangat besar. Selain itu, pastikan benih bebas dari tanda-tanda hama penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan awal tanaman.

Sebelum proses penanaman, benih kangkung disarankan untuk direndam dalam air hangat selama 12 hingga 24 jam. Proses perendaman ini bertujuan untuk mempercepat perkecambahan, sehingga benih lebih cepat pecah dan mengeluarkan tunas.

Perendaman membantu melunakkan kulit benih yang keras, memungkinkan air masuk dengan lebih mudah dan memicu embrio di dalamnya untuk mulai tumbuh. Ini adalah langkah sederhana namun efektif untuk memastikan benih kangkung Anda siap untuk ditanam.

3. Media Tanam

Media tanam yang sesuai berperan vital dalam mendukung pertumbuhan akar kangkung dan menyediakan nutrisi esensial yang dibutuhkan. Untuk penanaman kangkung di galon bekas dengan metode konvensional, campuran media yang ideal adalah tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1.

Kombinasi media ini dirancang agar memiliki drainase yang baik, mencegah akar terendam air, namun tetap mampu menahan kelembaban yang cukup untuk kebutuhan tanaman. Drainase yang baik sangat penting untuk mencegah penyakit akar dan memastikan sirkulasi udara yang optimal.

Apabila Anda memilih sistem hidroponik, media tanam yang cocok meliputi rockwool, cocopeat, atau arang sekam. Media-media ini diletakkan di bagian atas galon yang sudah dipersiapkan.

Media hidroponik ini tidak hanya berfungsi sebagai penopang fisik bagi tanaman, tetapi juga sebagai penyalur nutrisi dari reservoir bagian bawah galon ke akar kangkung. Kemampuannya menyerap dan mendistribusikan larutan nutrisi sangat penting untuk pertumbuhan kangkung secara hidroponik.

4. Penanaman Benih

Proses penanaman benih harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati agar benih dapat tumbuh dengan optimal dan sehat. Setelah benih kangkung direndam dan siap, Anda bisa langsung menyebarkannya secara merata di atas media tanam yang telah disiapkan sebelumnya di dalam galon.

Pastikan untuk menyebarkan benih dengan jarak sekitar 2-3 cm antar benih agar setiap tanaman memiliki ruang yang cukup untuk berkembang. Setelah itu, tutup benih dengan lapisan tipis media tanam atau tanah, jangan terlalu tebal agar benih mudah menembus permukaan.

Untuk metode hidroponik, benih dapat diletakkan di lubang-lubang kecil yang sudah dibuat pada media rockwool atau cocopeat yang telah dibasahi. Penempatan yang tepat akan membantu benih mendapatkan kelembaban dan nutrisi awal.

Setelah semua benih tertanam, siram media tanam secara perlahan menggunakan semprotan halus atau alat penyiram dengan aliran lembut. Penyiraman ini bertujuan untuk menjaga kelembaban media, yang sangat penting untuk proses perkecambahan dan pertumbuhan awal kangkung.

5. Nutrisi dan Penyiraman

Ketersediaan nutrisi dan air yang memadai merupakan faktor kunci dalam memastikan pertumbuhan kangkung yang cepat dan subur. Jika Anda menggunakan media tanah, penyiraman sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Frekuensi ini dapat disesuaikan dengan kondisi kelembaban media tanam di galon Anda.

Untuk sistem hidroponik, larutan nutrisi AB Mix adalah pilihan yang paling umum dan efektif digunakan. Larutan ini dilarutkan dalam air bersih dan ditempatkan di reservoir bagian bawah galon, yang akan diserap oleh media tanam melalui sumbu.

Konsentrasi larutan nutrisi perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhan kangkung, umumnya berkisar antara 800-1200 ppm untuk tanaman kangkung. Pengukuran konsentrasi ini dapat dilakukan dengan alat TDS meter untuk memastikan nutrisi yang diberikan tepat.

Penggantian larutan nutrisi hidroponik sangat disarankan setiap 3 hingga 7 hari sekali. Hal ini penting untuk menjaga ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dan juga untuk mencegah pertumbuhan alga yang dapat mengganggu kualitas larutan nutrisi.

6. Penempatan dan Pencahayaan

Kangkung adalah tanaman yang sangat membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk melakukan fotosintesis, proses vital bagi pertumbuhannya yang optimal. Oleh karena itu, penempatan galon berisi tanaman kangkung harus di lokasi yang tepat.

Pastikan tanaman mendapatkan paparan sinar matahari langsung minimal 6-8 jam setiap hari. Sinar matahari yang intens akan mendorong pertumbuhan daun yang lebat, batang yang kuat, dan warna hijau yang sehat pada kangkung Anda.

Sebaliknya, hindari menempatkan tanaman kangkung di tempat yang terlalu teduh atau minim cahaya matahari. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan kangkung tumbuh memanjang dan kurus (etiolasi), serta menjadi kurang subur dan rentan terhadap penyakit.

Pencahayaan yang konsisten dan memadai akan memaksimalkan potensi pertumbuhan kangkung Anda, memastikan panen yang melimpah dan berkualitas tinggi.

7. Perawatan dan Pengendalian Hama

Meskipun kangkung dikenal relatif mudah tumbuh, perawatan rutin dan pengendalian hama yang efektif tetap diperlukan untuk menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman. Salah satu perawatan penting adalah penjarangan jika tanaman tumbuh terlalu rapat.

Penjarangan bertujuan untuk memberikan ruang tumbuh yang cukup bagi setiap individu tanaman, sehingga mereka tidak bersaing mendapatkan nutrisi dan cahaya. Selain itu, gulma yang tumbuh di sekitar tanaman kangkung harus segera disiangi secara berkala.

Gulma dapat menjadi pesaing serius dalam mendapatkan nutrisi dan air, sehingga pertumbuhannya harus dikendalikan. Hama yang sering menyerang kangkung antara lain ulat daun dan kutu daun, yang dapat dikendalikan secara manual dengan membuangnya atau menggunakan pestisida nabati yang lebih aman.

Sebagai solusi alami, penyemprotan air sabun encer dapat menjadi cara yang efektif untuk mengusir beberapa jenis hama ringan tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.

8. Panen Cepat

Salah satu keunggulan utama menanam kangkung adalah waktu panennya yang sangat cepat, menjadikannya pilihan ideal untuk para pekebun rumahan. Kangkung umumnya dapat dipanen dalam waktu 20 hingga 30 hari setelah tanam, tergantung pada varietas yang digunakan dan kondisi pertumbuhan lingkungan.

Proses panen dapat dilakukan dengan memotong batang kangkung sekitar 2-3 cm di atas permukaan tanah atau media tanam. Metode ini memungkinkan tanaman untuk tumbuh kembali, sehingga Anda bisa mendapatkan panen berulang.

Dengan memotong bagian atasnya dan menyisakan pangkal batang, kangkung dapat dipanen berulang kali, biasanya sekitar 2-3 kali panen dari satu kali penanaman. Ini membuat budidaya kangkung menjadi sangat efisien dan ekonomis.

Agar kangkung tetap segar dan renyah, panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Setelah memanen, sisakan pangkal batang sekitar 5-7 cm, siram dengan air, dan berikan pupuk organik cair untuk merangsang tunas baru. Tunas baru akan muncul dalam 5-7 hari dan siap panen lagi dalam 15-20 hari.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Kangkung di Galon Bekas

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk panen kangkung?

Jawaban: Kangkung umumnya dapat dipanen dalam waktu 20-30 hari setelah tanam. Dengan metode potong, kangkung bisa dipanen berulang setiap 5-7 hari, hingga 2-3 kali panen.

2. Apa yang dimaksud dengan kangkung di galon bekas?

Jawaban: Kangkung di galon bekas adalah metode budidaya kangkung menggunakan galon air mineral bekas sebagai wadah tanam, baik dengan media tanah maupun sistem hidroponik, yang cocok untuk lahan terbatas.

3. Bagaimana cara memanen kangkung agar bisa tumbuh kembali?

Jawaban: Panen kangkung dilakukan dengan memotong batang sekitar 2-3 cm di atas permukaan media tanam. Sisakan pangkal batang 5-7 cm, siram, dan berikan pupuk organik cair untuk merangsang tunas baru.

4. Media tanam apa yang cocok untuk menanam kangkung di galon bekas?

Jawaban: Untuk metode konvensional, gunakan campuran tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Untuk hidroponik, bisa rockwool, cocopeat, atau arang sekam.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |