Liputan6.com, Jakarta - Budidaya jamur di halaman rumah kini semakin diminati banyak orang karena potensi hasilnya yang menjanjikan. Salah satu kunci utama keberhasilan budidaya jamur adalah dengan memahami cara membuat media tanam untuk budidaya jamur yang tepat.
Media tanam yang berkualitas akan menyediakan nutrisi optimal bagi pertumbuhan jamur. Dengan persiapan media tanam yang benar, Anda dapat memastikan pertumbuhan miselium yang sehat dan panen jamur yang melimpah. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan sebagai hobi, tetapi juga dapat menjadi sumber pangan sehat bagi keluarga.
Pengetahuan tentang cara membuat media tanam untuk budidaya jamur akan sangat membantu dalam mencapai hasil terbaik. Berikut Liputan6.coma ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (20/1/2026).
Jenis-jenis Media Tanam Jamur
Media tanam merupakan fondasi utama dalam budidaya jamur, berfungsi sebagai sumber nutrisi dan tempat tumbuh bagi miselium jamur. Pemilihan media yang tepat sangat krusial untuk menentukan keberhasilan budidaya. Jamur pangan umumnya tumbuh pada media kayu, meskipun ada juga jamur yang dibudidayakan di atas jerami, seperti jamur merang.
Beberapa bahan umum yang bisa dijadikan media tanam meliputi serbuk gergaji, jerami, dan sekam padi. Serbuk gergaji kayu adalah media tanam populer dan efektif untuk jamur tiram. Jerami padi juga cocok karena kandungan nutrisinya yang baik dan mudah didapat.
Selain itu, terdapat alternatif media tanam lain seperti kardus, bonggol jagung, dan daun bambu. Kardus, misalnya, memiliki serat cukup tinggi dan dapat membuat masa produktif jamur tiram lebih lama. Bonggol jagung juga mengandung lignoselulosa tinggi, cocok untuk jamur merang atau jamur tiram.
Bahan Dasar Media Tanam Jamur Tiram
Bahan dasar utama dalam pembuatan media tanam jamur tiram adalah serbuk gergaji kayu. Serbuk kayu ini mengandung zat-zat seperti karbohidrat, serat, dan lignin yang memacu pertumbuhan jamur. Serbuk kayu yang baik berasal dari kayu keras seperti sengon, karet, atau jati, serta harus kering, bersih, tidak bergetah, dan tidak busuk.
Dedak atau bekatul ditambahkan sebagai sumber karbohidrat, karbon (C), dan nitrogen (N) yang esensial untuk energi utama serta pembentukan miselium jamur. Bekatul juga menyediakan vitamin B1 dan B2, serta harus dipilih yang masih baru dan tidak bau. Komposisi dedak halus biasanya sekitar 15% dari total media.
Kapur pertanian (CaCO3) berfungsi sebagai sumber kalsium (Ca) dan pengatur tingkat keasaman (pH) media tanam. Tingkat pH yang stabil antara 6,5-7 sangat penting untuk pertumbuhan jamur. Gips (CaSO4) juga dapat ditambahkan sebagai sumber kalsium dan untuk memperkokoh media tanam, memastikan struktur yang optimal.
Proses Pencampuran Bahan Media Tanam
Proses pencampuran bahan media tanam dimulai dengan mengayak serbuk gergaji untuk memisahkan serpihan kayu dan debu. Setelah itu, bahan-bahan seperti serbuk gergaji, dedak, kapur, dan gips dicampur hingga merata. Komposisi umum yang sering digunakan adalah 80% serbuk gergaji, 15% bekatul, dan 5% kapur.
Air bersih kemudian ditambahkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga mencapai kelembapan ideal. Ciri adonan yang cukup air adalah saat digenggam, adonan akan menggumpal dan tidak mengeluarkan air, namun jika dilepas tidak mudah hancur. Kelembapan yang tepat sangat vital untuk pertumbuhan jamur.
Setelah semua bahan tercampur rata dan kelembapan sesuai, adonan dapat didiamkan selama 1-2 hari dalam proses pengomposan atau fermentasi. Proses ini membantu meningkatkan suhu media menjadi sekitar 50°C dan mengatur pH, serta membunuh jamur liar yang mungkin ada. Setelah itu, adonan dimasukkan ke dalam kantong plastik polipropilena (PP) dan dipadatkan membentuk baglog.
Sterilisasi Media Tanam
Sterilisasi media tanam adalah langkah krusial untuk membunuh mikroorganisme patogen, bakteri, kapang, dan khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur budidaya. Kegagalan panen seringkali disebabkan oleh proses sterilisasi yang kurang sempurna, memungkinkan jamur liar tumbuh dan menghambat jamur tiram. Media yang steril akan membuat miselium lebih cepat merata dan bebas kontaminasi.
Sterilisasi umumnya dilakukan dengan pengukusan media (baglog) di dalam drum atau autoclave. Suhu sterilisasi yang direkomendasikan adalah antara 80-100°C selama 8-12 jam. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sterilisasi selama 8 jam pada suhu 90-100°C memberikan efisiensi tertinggi.
Setelah proses sterilisasi selesai, baglog harus didinginkan secara alami hingga mencapai suhu kamar atau sekitar 40-45°C sebelum inokulasi. Pendinginan yang tidak sempurna dapat menyebabkan kontaminasi atau membunuh bibit jamur yang akan diinokulasikan. Suhu maksimal yang dicapai sterilisasi drum yang kurang sempurna (misalnya hanya 90°C) dapat menyebabkan spora bakteri atau jamur pengganggu masih hidup.
Inokulasi Bibit Jamur
Inokulasi adalah proses memindahkan atau menanam bibit jamur ke media tanam (baglog) yang sudah steril. Tahap ini sangat penting dan harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kontaminasi mikroorganisme lain. Kesalahan dalam inokulasi dapat menyebabkan media terkontaminasi, menghambat pertumbuhan jamur.
Persiapan tempat dan alat yang steril adalah kunci keberhasilan inokulasi. Ruangan inokulasi harus bersih, tertutup rapat, dan disterilkan dengan menyemprotkan alkohol atau spiritus ke seluruh area, termasuk tangan. Bibit jamur berkualitas juga harus dipilih, dengan ciri miselium berwarna putih murni, tebal, dan menutupi seluruh botol.
Setelah baglog dingin dan ruangan steril, bibit jamur dimasukkan ke dalam baglog melalui lubang yang telah disiapkan. Gunakan sendok kecil atau alat steril lainnya untuk mengambil bibit dan memasukkannya ke media tanam. Setelah inokulasi, lubang pada baglog ditutup kembali dengan kapas steril atau cincin paralon dan diikat dengan karet untuk mencegah kontaminasi.
Perawatan Media Tanam Setelah Inokulasi
Setelah inokulasi, baglog yang telah berisi bibit jamur dipindahkan ke ruang inkubasi. Ruang inkubasi harus gelap, hangat, dan lembap, dengan suhu ideal antara 22-28°C dan kelembapan 60-80%. Selama masa inkubasi, miselium jamur akan tumbuh menyebar di seluruh permukaan baglog hingga berwarna putih seperti kapas, yang biasanya memakan waktu 1-2 minggu.
Penting untuk memantau baglog secara berkala selama masa inkubasi guna memastikan pertumbuhan miselium yang sehat dan mendeteksi kontaminasi. Jika terlihat bercak hijau, hitam, atau bau tidak sedap, baglog tersebut harus segera dipisahkan karena menandakan adanya kontaminasi. Menjaga kebersihan ruangan inkubasi sangat penting untuk mencegah bakteri liar.
Setelah miselium memenuhi seluruh baglog, penutup baglog dapat dibuka untuk memulai tahap penumbuhan tubuh buah. Pada tahap ini, kelembapan dan suhu ruangan kumbung harus dijaga stabil, biasanya dengan menyemprotkan air bersih ke dalam ruangan (bukan langsung ke baglog) 2-3 kali sehari. Sirkulasi udara yang cukup juga diperlukan untuk pasokan oksigen yang optimal bagi pertumbuhan jamur.
FAQ
- Apa bahan utama media tanam jamur?Bahan utama media tanam jamur adalah serbuk gergaji kayu.
- Mengapa media tanam jamur perlu disterilisasi?Sterilisasi diperlukan untuk membunuh mikroorganisme patogen dan jamur liar yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur budidaya.
- Berapa suhu ideal untuk sterilisasi baglog jamur?Suhu ideal untuk sterilisasi baglog jamur adalah antara 80-100°C.
- Apa fungsi bekatul dalam media tanam jamur?Bekatul berfungsi sebagai sumber karbohidrat, karbon, dan nitrogen untuk pertumbuhan miselium jamur.
- Apa yang dimaksud dengan inokulasi bibit jamur?Inokulasi adalah proses memindahkan bibit jamur ke media tanam (baglog) yang sudah steril.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507059/original/099938800_1771482380-4ecc2106-4248-48f3-9cff-1293b05419e0.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)
