Liputan6.com, Jakarta - Noda minyak yang membandel dapat mengurangi estetika dapur dan bahkan mengganggu kinerja kompor. Namun, jangan khawatir, ada berbagai cara membersihkan kompor tanam yang penuh noda minyak dengan mudah dan aman untuk dilakukan.
Perawatan rutin sangat penting untuk menjaga kompor tanam tetap bersih dan awet. Dengan metode tepat, Anda bisa menghilangkan noda minyak tanpa merusak permukaan kompor. Memahami cara membersihkan kompor tanam yang penuh noda minyak akan membantu menjaga kebersihan dan higienitas dapur Anda.
Proses pembersihan tidak harus rumit atau memakan waktu lama jika dilakukan secara teratur. Bahan-bahan pembersih alami yang mudah ditemukan di rumah juga bisa sangat efektif. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (29/1/2026).
Persiapan Alat dan Bahan
Sebelum memulai proses pembersihan kompor tanam Anda, penting untuk menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan. Persiapan yang matang akan membuat proses pembersihan lebih efisien dan aman, sehingga noda minyak dapat teratasi. Pastikan kompor dalam keadaan mati dan dingin sepenuhnya untuk menghindari risiko luka bakar atau kerusakan.
Alat dan bahan yang umumnya dibutuhkan meliputi sabun cuci piring cair, cuka putih, baking soda, sikat gigi bekas atau sikat kecil, spons lembut, kain lap bersih, dan air hangat. Beberapa noda membandel mungkin juga memerlukan sikat kawat atau pisau tumpul untuk mengikis kerak secara hati-hati.
Melepas bagian-bagian kompor seperti tatakan dan tungku juga sangat dianjurkan untuk membersihkan kompor tanam secara menyeluruh. Hal ini akan memudahkan Anda membersihkan setiap sudut dan celah yang sulit dijangkau dari sisa-sisa minyak dan kotoran.
Menggunakan Sabun Cuci Piring dan Air Hangat
Sabun cuci piring adalah pembersih dasar yang efektif untuk mengatasi noda minyak ringan hingga sedang pada kompor tanam. Campurkan sabun cuci piring dengan air hangat untuk menciptakan larutan pembersih yang optimal. Air hangat membantu melarutkan lemak dan minyak dengan lebih baik, sehingga proses pembersihan lebih mudah.
Basahi spons lembut atau kain lap dengan larutan sabun dan air hangat, lalu usapkan pada permukaan kompor yang bernoda minyak. Gosok perlahan area yang kotor untuk mengangkat sisa-sisa minyak dan makanan yang menempel. Untuk noda yang lebih pekat, biarkan larutan meresap selama beberapa menit sebelum digosok agar sabun bekerja maksimal.
Setelah noda terangkat, bilas permukaan kompor dengan kain bersih yang dibasahi air biasa lalu keringkan dengan lap bersih. Pastikan tidak ada sisa sabun yang tertinggal agar kompor tidak lengket atau bergaris setelah dibersihkan.
Memanfaatkan Baking Soda
Baking soda dikenal sebagai bahan alami serbaguna yang ampuh mengangkat noda membandel, termasuk minyak dan kerak pada kompor tanam. Tekstur butirannya yang lembut dapat membantu mengikis kotoran tanpa merusak permukaan kompor Anda. Ini adalah cara membersihkan kompor tanam yang efektif dan aman.
Untuk noda minyak yang membandel, taburkan baking soda secara merata di atas area kotor. Kemudian, tambahkan sedikit air hingga membentuk pasta kental atau bisa juga disiram dengan cuka putih untuk reaksi lebih kuat. Diamkan pasta baking soda selama beberapa menit atau bahkan hingga 15-30 menit untuk noda sangat membandel, agar baking soda dapat bekerja melunakkan kotoran.
Setelah itu, gosok perlahan menggunakan spons atau sikat gigi bekas untuk mengangkat noda. Baking soda akan membantu melonggarkan ikatan minyak dan kotoran, membuat proses pembersihan jauh lebih mudah dan efisien.
Kekuatan Cuka Putih
Cuka putih adalah bahan alami lain yang sangat efektif untuk membersihkan noda minyak dan kotoran pada kompor tanam. Kandungan asam alaminya mampu melarutkan lemak dan memiliki sifat antibakteri, menjadikannya pilihan yang baik untuk menjaga kebersihan dapur. Ini merupakan salah satu cara membersihkan kompor tanam yang ramah lingkungan.
Anda bisa menyemprotkan cuka putih langsung ke permukaan kompor yang kotor, terutama pada noda minyak yang membandel. Biarkan cuka meresap selama beberapa menit agar dapat bekerja melarutkan kotoran secara optimal. Untuk hasil yang lebih maksimal, cuka dapat dikombinasikan dengan baking soda, menciptakan reaksi yang ampuh melawan noda.
Setelah didiamkan, lap permukaan kompor dengan kain microfiber atau spons lembut hingga bersih. Cuka tidak hanya membersihkan, tetapi juga membantu menghilangkan bau tidak sedap dan memberikan kilau ekstra pada kompor tanam Anda.
Membersihkan Bagian Tungku dan Tatakan
Untuk kompor listrik jenis tungku, bagian tungku dan tatakan kompor seringkali menjadi tempat penumpukan noda minyak dan sisa makanan yang paling parah. Penting untuk membersihkan bagian-bagian ini secara terpisah untuk memastikan kebersihan menyeluruh.
- Lepaskan bagian-bagian ini dari kompor sebelum membersihkannya.
- Rendam tungku dan tatakan dalam air panas yang dicampur sabun cuci piring atau larutan cuka dan baking soda selama 10-15 menit.
- Perendaman ini akan membantu melunakkan kerak dan noda minyak yang mengering, sehingga lebih mudah dibersihkan. Ini adalah langkah krusial dalam cara membersihkan kompor tanam secara efektif.
- Setelah direndam, gosok bagian-bagian tersebut menggunakan sikat gigi bekas atau sikat kecil untuk membersihkan sela-sela dan lubang api.
- Pastikan semua sisa kotoran terangkat dan lubang api tidak tersumbat.
- Bilas hingga bersih dengan air mengalir dan keringkan sepenuhnya sebelum dipasang kembali ke kompor.
Tips Tambahan untuk Noda Membandel
Untuk noda minyak yang sangat membandel dan sudah menjadi kerak pada kompor tanam, diperlukan penanganan khusus. Selain kombinasi baking soda dan cuka, Anda bisa mencoba menggunakan perasan lemon atau jeruk nipis. Asam sitrat dalam lemon juga efektif melarutkan lemak.
Campurkan perasan lemon dengan baking soda hingga membentuk pasta, lalu oleskan pada noda dan diamkan selama 15-30 menit sebelum digosok. Jika ada kerak yang sangat keras, gunakan pisau tumpul atau sikat kawat secara hati-hati untuk mengikisnya, namun pastikan tidak merusak permukaan kompor. Kehati-hatian adalah kunci dalam cara membersihkan kompor tanam yang sangat kotor.
Pembersihan rutin setelah setiap penggunaan adalah kunci untuk mencegah noda minyak menjadi membandel. Segera bersihkan tumpahan atau cipratan minyak saat kompor sudah dingin untuk menghindari pembentukan kerak yang sulit dihilangkan di kemudian hari.
FAQ
1. Apa bahan terbaik untuk membersihkan noda minyak pada kompor tanam?
Baking soda dan cuka putih adalah bahan alami yang sangat efektif untuk membersihkan noda minyak pada kompor tanam.
2. Seberapa sering kompor tanam harus dibersihkan?
Kompor tanam sebaiknya dibersihkan setiap hari setelah digunakan untuk mencegah noda menumpuk dan menjadi kerak.
3. Apakah aman menggunakan sikat kawat pada kompor tanam?
Penggunaan sikat kawat harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan hanya pada noda yang sangat membandel, untuk menghindari goresan pada permukaan kompor.
4. Bagaimana cara membersihkan lubang api (burner) kompor tanam?
Lubang api dapat dibersihkan dengan merendamnya dalam larutan pembersih dan menggosoknya dengan sikat gigi atau kawat kecil.
5. Bisakah saya menggunakan pembersih kimia keras untuk kompor tanam?
Sebaiknya hindari pembersih kimia keras karena dapat merusak permukaan kompor tanam, terutama yang berbahan kaca atau stainless steel.
6. Mengapa kompor tanam saya berbau setelah dibersihkan?
Bau setelah dibersihkan mungkin disebabkan oleh sisa-sisa pembersih atau kotoran yang belum terangkat sempurna, coba bilas dan keringkan lebih menyeluruh.
7. Apakah cuka putih dapat merusak permukaan kompor tanam?
Cuka putih aman digunakan pada sebagian besar permukaan kompor tanam, namun selalu disarankan untuk melakukan tes pada area kecil yang tersembunyi terlebih dahulu.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507059/original/099938800_1771482380-4ecc2106-4248-48f3-9cff-1293b05419e0.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)
