Cara Budidaya Jamur Enoki di Rumah untuk Pemula, Mudah Dipraktikkan

1 month ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Minat masyarakat terhadap jamur enoki terus meningkat, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun peluang usaha skala kecil. Tak heran jika banyak orang mulai mencari cara budidaya jamur enoki untuk pemula yang bisa dilakukan dari rumah dengan peralatan sederhana.

Jamur enoki dikenal memiliki tekstur renyah, batang panjang, serta rasa ringan yang cocok untuk berbagai olahan.Bagi Anda yang belum pernah terjun ke dunia jamur, proses budidaya jamur enoki sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan.

Dengan memahami tahapan dasar, ukuran yang tepat, serta kondisi lingkungan yang sesuai, budidaya jamur enoki di rumah yang dirangkum oleh Liputan.com, Senin (19/1/2026) berikut bisa dilakukan dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi.

1. Menyiapkan Bibit Jamur Enoki Berkualitas

Langkah awal dalam budidaya jamur enoki untuk pemula adalah memastikan bibit yang digunakan benar-benar sehat. Bibit jamur enoki biasanya berbentuk miselium putih yang tumbuh merata pada media biji-bijian seperti gandum atau beras. Untuk pemula, sangat disarankan membeli bibit F2 atau F3 dari penjual terpercaya agar lebih stabil.

Secara visual, bibit yang baik memiliki warna putih bersih, tidak berbau asam, dan tidak terdapat bercak hijau atau hitam. Umumnya, bibit jamur enoki dikemas dalam botol atau plastik berukuran 200–300 gram. Pastikan bibit disimpan pada suhu ruangan sekitar 20–25 derajat Celsius sebelum digunakan agar tidak mengalami stres.

2. Menyiapkan Media Tanam Jamur Enoki

Tahapan berikutnya dalam cara budidaya jamur enoki untuk pemula adalah menyiapkan media tanam. Media yang umum digunakan terdiri dari serbuk kayu halus sebanyak 80 persen, dedak halus 15 persen, dan kapur pertanian sekitar 5 persen. Ayak serbuk kayu agar teksturnya benar-benar halus. Serbuk yang terlalu kasar dapat menghambat penyebaran miselium.

Setelah dicampur air, media sebaiknya didiamkan selama 30–60 menit agar kelembapan merata sebelum dimasukkan ke wadah tanam.

Campuran ini membantu menyediakan nutrisi sekaligus menjaga pH media tetap stabil di kisaran 6,5–7. Setelah bahan dicampur merata, tambahkan air bersih hingga kadar kelembapan mencapai sekitar 60 persen.

Ciri media yang pas adalah saat digenggam terasa lembap namun tidak meneteskan air. Media kemudian dimasukkan ke dalam botol kaca atau plastik tahan panas berukuran 600–1.000 ml dan dipadatkan ringan sebelum disterilisasi.

Sterilisasi merupakan bagian krusial dalam budidaya jamur enoki di rumah karena bertujuan membunuh mikroorganisme pengganggu. Media tanam yang sudah dikemas perlu disterilkan menggunakan kukusan atau autoklaf sederhana selama 2–4 jam pada suhu sekitar 100 derajat Celsius.

Setelah proses sterilisasi selesai, media harus didinginkan secara alami hingga benar-benar mencapai suhu ruangan. Jangan terburu-buru melakukan inokulasi saat media masih hangat karena dapat membunuh bibit jamur enoki yang akan dimasukkan.

3. Inokulasi Bibit Jamur Enoki ke Media Tanam

Pemindahan bibit ke media tanam atau inokulasi perlu dilakukan di ruangan bersih dan minim angin. Dalam cara budidaya jamur enoki untuk pemula, tahap ini sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan miselium. Gunakan sendok atau spatula yang sudah disterilkan dengan alkohol atau air panas.

Masukkan sekitar 1–2 sendok makan bibit jamur enoki ke bagian tengah media tanam, lalu tutup kembali wadah dengan rapat. Setelah itu, simpan media di ruang inkubasi dengan suhu ideal 22–25 derajat Celsius dan kelembapan sekitar 60–70 persen selama 14–21 hari hingga miselium tumbuh penuh.

4. Pemeliharaan Jamur Enoki Selama Inkubasi

Selama masa inkubasi, media tanam sebaiknya tidak terkena cahaya langsung dan tidak sering dipindahkan. Pemeliharaan jamur enoki pada tahap ini cukup dengan memastikan suhu dan kelembapan tetap stabil. Miselium yang sehat akan menyebar merata dan berwarna putih pekat.

Jika terlihat bercak hijau, hitam, atau bau tidak sedap, sebaiknya media tersebut dipisahkan karena menandakan kontaminasi. Menjaga kebersihan ruangan dan peralatan adalah kunci utama agar budidaya jamur enoki tidak gagal di tengah jalan.

Setelah miselium memenuhi media, langkah selanjutnya dalam cara budidaya jamur enoki untuk pemula adalah memicu pembentukan tubuh buah.

Menurut laman Farm Plastic Supply, miselium sebaiknya segera dipindahkan ke ruangan dengan suhu lebih rendah, sekitar 10–15 derajat Celsius, serta kelembapan tinggi di kisaran 85–95 persen.

Pada kondisi ini, jamur enoki akan tumbuh dengan batang panjang dan tudung kecil. Untuk mendapatkan bentuk khas enoki, cahaya dibuat minim dan sirkulasi udara dijaga agar tetap stabil. Penyemprotan air halus bisa dilakukan 1–2 kali sehari untuk menjaga kelembapan.

5. Panen dan Perawatan Pascapanen Jamur Enoki

Jamur enoki biasanya siap dipanen dalam waktu 10–14 hari setelah pembentukan tubuh buah. Panen dilakukan saat batang jamur masih ramping dan tudung belum mekar penuh. Gunakan pisau bersih dan potong bagian pangkal jamur secara rapi.

Setelah panen pertama, media masih bisa menghasilkan panen berikutnya dengan jeda sekitar 7–10 hari. Dalam budidaya jamur enoki untuk pemula, media umumnya mampu dipanen hingga 2–3 kali sebelum nutrisinya habis. Jamur hasil panen sebaiknya langsung disimpan di lemari pendingin pada suhu 2–4 derajat Celsius agar tetap segar.

People also asked (PAA)

Berapa harga jamur enoki 1 kg?

Harga jamur enoki per kilogram bisa berbeda-beda tergantung lokasi dan musim, namun biasanya berada di kisaran Rp40.000–Rp60.000 per kg di pasar tradisional atau toko sayur modern. Harga di supermarket atau pasar online bisa sedikit lebih tinggi.

Kapan waktu terbaik untuk budidaya jamur enoki di Indonesia?

Musim kemarau atau cuaca yang stabil, karena jamur ini membutuhkan suhu dan kelembapan yang terkontrol. Anda tetap bisa budidaya sepanjang tahun dengan ruangan tertutup dan pengaturan suhu sekitar 10–25°C serta kelembapan tinggi sekitar 85–95 persen.

Apakah jamur enoki bisa beracun?

Jamur enoki yang dijual untuk konsumsi biasanya aman dimakan bila berasal dari sumber tepercaya dan dimasak dengan benar. Namun, jamur liar yang mirip bentuknya bisa beracun jika tidak dikenali dengan tepat.

Jamur apa yang paling mudah dibudidaya oleh pemula?

Jamur tiram dan jamur kancing. Keduanya relatif toleran terhadap kondisi lingkungan, proses budidayanya sederhana, serta banyak panduan praktis yang tersedia untuk pemula.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |