Apakah Kurma Bisa Ditanam di Indonesia? Ini Bukti dan Panduan Lengkapnya

3 weeks ago 16

Budidaya kurma di Indonesia bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah kenyataan yang telah terbukti melalui berbagai kisah sukses, dukungan ilmiah, dan potensi ekonomi yang menjanjikan.

Kisah Sukses Petani Lokal

Banyak petani di Indonesia telah berhasil membudidayakan kurma dan bahkan memanen buahnya. Salah satu contoh adalah Kamilin di Desa Oloboju, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang memiliki pohon kurma berbuah lebat sejak Agustus 2020 setelah menanamnya dari biji pada tahun 2006. Di Yogyakarta, Suparyoto, yang dikenal sebagai Paryoto Jogja dari Ngadinah Kurma, telah menanam kurma sejak tahun 2016 dan berhasil membuat beberapa pohon berbuah sebelum usia 2 tahun.

Keberhasilan juga datang dari Iwan Tarigan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang sukses membudidayakan kurma di dataran tinggi dengan suhu sejuk sekitar 17°C, membantah anggapan bahwa kurma hanya bisa tumbuh di daerah panas dan kering. Di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Perkebunan "Kurma Datu" menjadi contoh sukses dengan lebih dari 1.000 pohon kurma yang ditanam dan mampu berbuah sepanjang tahun.

Selain itu, Agrowisata Kebun Kurma di Pasuruan, Jawa Timur, dan Perkebunan Kurma Lembah Barbate di Aceh Besar juga menunjukkan keberhasilan budidaya kurma di Indonesia. Bahkan, Abah Mustain Anshori di Kediri berhasil membudidayakan 14 jenis kurma, termasuk Ajwa, Ruzeis, dan Madinah, yang telah berbuah.

Dukungan Ilmiah dan Pemerintah

Keberhasilan budidaya kurma di Indonesia juga didukung oleh kajian ilmiah dan kebijakan pemerintah. Prof. Dr. Ir. Sudarsono, MSc, pakar kurma dari Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor (IPB), menjelaskan bahwa meskipun Indonesia beriklim tropis dengan curah hujan tinggi dan lembab, ada varietas pohon kurma yang bisa berkembang. Beberapa daerah seperti NTB dan NTT berpotensi karena iklimnya relatif kering.

Pemerintah Indonesia telah mulai mendukung pengembangan kurma. Sejak tahun 2006, tanaman kurma telah dimasukkan sebagai salah satu komoditas binaan Ditjen Hortikultura, Kementan.

Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Palma (BSIP Tanaman Palma) juga berperan penting dalam pengembangan standar dan teknologi budidaya kurma, serta telah mengoleksi tujuh varietas unggul kurma introduksi seperti Ajwa, Barhee, Medjool, Fard, Khalas, Ghanami, dan Rashis. Selain itu, Perkumpulan Penggiat Kurma Indonesia (Indonesia Date Palm Association/IDPA) telah dibentuk sejak 2016 untuk memfasilitasi kerja sama dan pertukaran informasi di kalangan petani kurma.

Peluang Ekonomi yang Besar

Peluang untuk mengembangkan komoditas kurma di Indonesia semakin mendapat perhatian seiring dengan tingginya permintaan buah kurma. Indonesia mengimpor kurma dalam jumlah besar setiap tahunnya. Pada tahun 2022, impor kurma mencapai 61.352,91 ton dengan nilai 86,26 juta Dollar Amerika.

Tren impor kurma di Indonesia meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan rekor tertinggi pada 2022. Pada Januari 2025, impor kurma Indonesia mencapai 16,43 ribu ton dengan nilai 20,68 juta dolar AS.

Data ini menunjukkan bahwa permintaan kurma di Indonesia masih sangat besar, terutama menjelang bulan Ramadan. Kondisi ini menunjukkan peluang besar untuk mengembangkan budidaya kurma lokal guna memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Harga jual kurma segar hasil budidaya lokal pun cukup tinggi. Sebagai gambaran, kurma segar jenis ruthob (kurma basah matang) di Lombok Utara dihargai sekitar Rp250 ribu hingga Rp360 ribu per kg. Satu pohon kurma betina dewasa di iklim tropis dapat menghasilkan 100–300 kg buah per tahun, yang berpotensi menghasilkan pendapatan Rp10 juta–30 juta per tahun jika dijual seharga Rp100 ribu/kg.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |