8 Tips Mengolah Tahu Biar Tidak Bau Apek dan Tidak Asam, Rasa Lebih Gurih

3 weeks ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Tahu merupakan salah satu bahan pangan yang sangat akrab dengan dapur masyarakat Indonesia. Harganya terjangkau, mudah diolah, dan kaya akan protein nabati yang baik bagi tubuh. Tak heran jika tahu sering dijadikan lauk harian, camilan, hingga bahan utama berbagai masakan tradisional dan modern.

Meski terlihat sederhana, tahu memiliki satu kelemahan yang kerap membuat orang kesal, yaitu mudah bau apek, asam, atau pahit jika tidak ditangani dengan benar. Apalagi ketika kita membeli tahu dalam jumlah banyak dan tidak langsung mengolahnya, risiko tahu cepat rusak menjadi semakin besar.

Oleh karena itu, penting untuk memahami cara mengolah dan menyimpan tahu dengan tepat. Dengan teknik yang benar, tahu tidak hanya bebas bau apek, tetapi juga lebih awet, aman dikonsumsi, dan rasanya tetap gurih saat diolah menjadi berbagai hidangan. berikut tips mengolah tahu biar tidak bau apek dari Liputan6.com, Rabu (28/1/2026).

1. Pilih Tahu yang Benar-Benar Segar

Langkah awal yang tidak boleh diabaikan adalah memilih tahu yang berkualitas baik. Tahu segar umumnya berwarna putih bersih, tidak berlendir, dan tidak mengeluarkan aroma menyengat. Hindari tahu yang tampak kusam, berair berlebihan, atau berbau asam meskipun warnanya masih terlihat normal.

2. Cuci Tahu di Air Mengalir

Setelah sampai di rumah, tahu sebaiknya langsung dicuci di bawah air mengalir. Gosok perlahan permukaannya agar sisa air rendaman atau kotoran hilang. Pastikan aliran air tidak terlalu deras, terutama untuk tahu tanpa kulit seperti tahu bandung atau tahu cina, karena teksturnya sangat lembut dan mudah hancur.

3. Rebus Tahu untuk Menghentikan Proses Fermentasi

Salah satu tips mengolah tahu biar tidak bau apek yang paling efektif adalah merebus tahu. Rebus tahu dalam air mendidih selama kurang lebih 3 menit, lalu angkat dan tiriskan. Proses ini bisa diulang hingga dua kali untuk memastikan bakteri penyebab bau berhenti berkembang.

Pemanasan membantu menghentikan proses fermentasi alami pada tahu yang sering menyebabkan rasa asam dan pahit jika dibiarkan.

4. Rebus Tahu dengan Rempah Alami

Tips ala ibu-ibu kampung ini terbukti ampuh dan murah. Pada rebusan terakhir, tata daun salam di dasar panci, tambahkan kayu manis, kapulaga, atau jahe (cukup pilih salah satu). Masukkan tahu, tuangi air secukupnya, lalu rebus sekitar 10 menit.

Rempah-rempah tersebut memiliki aroma khas dan sifat antibakteri alami yang membantu menghilangkan bau kurang sedap pada tahu sekaligus membuatnya lebih tahan lama.

5. Dinginkan Tahu Bersama Air Rebusannya

Setelah direbus dengan rempah, matikan api dan biarkan tahu dingin bersama air rebusannya. Cara ini membantu tahu menyerap aroma alami daun salam dan rempah sehingga baunya lebih segar. Setelah dingin, tiriskan tahu dan siap diolah atau disimpan.

6. Perhatikan Jenis Tahu yang Digunakan

Setiap jenis tahu memiliki karakter berbeda. Tahu berkulit seperti tahu pong atau tahu cokelat biasanya menyimpan lebih banyak air. Untuk jenis ini, peras perlahan sebelum direbus agar rasa asamnya berkurang. Sedangkan tahu tanpa kulit cukup dicuci dan direbus dengan hati-hati.

7. Simpan Tahu dengan Cara yang Tepat

Jika tahu belum langsung diolah, simpanlah di dalam wadah tertutup dan rendam dengan air bersih. Simpan di dalam kulkas dan ganti air rendaman setiap hari agar tahu tetap segar. Tahu yang sudah direbus biasanya lebih awet dibanding tahu mentah.

8. Jangan Mengolah Tahu yang Sudah Berubah Warna dan Berbusa

Ini penting untuk diperhatikan. Jika tahu sudah berubah warna, berlendir, berbusa, dan berbau sangat menyengat, sebaiknya langsung dibuang. Mengolah tahu dalam kondisi tersebut berisiko menimbulkan gangguan pencernaan seperti diare bahkan keracunan makanan.

Mengapa Tahu Bisa Bau Apek?

Sebelum masuk ke pembahasan tips mengolah tahu biar tidak bau apek, kita perlu memahami penyebabnya terlebih dahulu. Tahu terbuat dari kedelai yang melalui proses penggumpalan, sehingga memiliki kadar air tinggi. Kondisi lembap ini sangat disukai bakteri pembusuk.

Selain itu, tahu yang sudah lama disimpan, diproduksi dengan air kurang bersih, atau mengalami perubahan suhu saat distribusi juga lebih cepat menimbulkan bau asam dan pahit. Karena itulah, tahu tergolong bahan pangan yang mudah basi dan membutuhkan perlakuan khusus sejak pertama kali dibeli.

Mengolah tahu dengan tepat tidak hanya mencegah bau apek, tetapi juga menjaga kualitas gizinya. Tahu kaya akan protein nabati, kalsium, dan zat besi yang baik untuk kesehatan tulang dan otot. Selain itu, pengolahan yang benar juga membantu mengurangi pemborosan makanan karena tahu tidak cepat rusak dan terbuang sia-sia.

FAQ Seputar Tahu

1. Apakah tahu yang bau asam masih aman dikonsumsi?

Tahu yang sedikit asam sebaiknya tidak dikonsumsi. Bau asam menandakan adanya aktivitas bakteri yang bisa berbahaya bagi pencernaan.

2. Berapa lama tahu bisa disimpan di kulkas?

Tahu segar yang disimpan di kulkas dalam air bersih dan diganti setiap hari bisa bertahan 3–5 hari. Tahu yang sudah direbus biasanya lebih awet.

3. Apakah merebus tahu membuat gizinya hilang?

Tidak. Merebus tahu dalam waktu singkat tidak menghilangkan gizinya secara signifikan, justru membuatnya lebih aman dikonsumsi.

4. Bolehkah menyimpan tahu tanpa air rendaman?

Boleh, asalkan tahu sudah dikeringkan dan disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas. Namun, cara ini lebih cocok untuk tahu firm atau ekstra firm.

5. Apakah semua jenis tahu perlu direbus sebelum disimpan?

Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan jika tahu akan disimpan lebih dari satu hari agar tidak cepat bau dan asam.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |