Liputan6.com, Jakarta - Musim hujan sering kali menjadi tantangan tersendiri dalam urusan mencuci pakaian. Proses pengeringan yang lebih lama membuat baju mudah berbau tidak sedap jika tidak ditangani dengan tepat. Karena itu, memahami tips mengeringkan pakaian saat musim hujan tanpa bau apek menjadi hal penting agar pakaian tetap nyaman dipakai.
Kondisi udara lembap, sinar matahari terbatas, dan sirkulasi udara yang kurang baik bisa memperparah masalah bau apek. Meski harus lebih bersabar, Anda bisa mencoba cara dari Liputan6.com, Selasa (20/1/2026) berikut untuk mengeringkan pakaian secara optimal meski hujan turun hampir setiap hari.
1. Peras baju semaksimal mungkin
Langkah awal yang sering disepelekan adalah memeras pakaian dengan maksimal sebelum dijemur. Air yang tersisa terlalu banyak akan memperpanjang waktu pengeringan dan meningkatkan risiko bau tidak sedap. Anda bisa memeras secara manual atau memanfaatkan fitur spin pada mesin cuci.
Dengan kadar air yang lebih sedikit, proses pengeringan menjadi lebih cepat meski dilakukan di dalam ruangan. Cara ini menjadi fondasi penting dalam tips mengeringkan pakaian saat musim hujan tanpa bau apek, karena kelembapan berlebih adalah penyebab utama bau apek.
2. Jemur pakaian di depan kipas angin
Mengandalkan aliran udara buatan bisa menjadi solusi praktis saat matahari tidak muncul. Menjemur pakaian di depan kipas angin membantu mempercepat penguapan air dari serat kain. Posisikan kipas menghadap langsung ke pakaian dengan jarak aman.
Sirkulasi udara yang terus bergerak membuat baju lebih cepat kering dan mencegah jamur berkembang. Metode ini cocok diterapkan di rumah dengan ruang terbatas dan minim sinar matahari.
3. Gantung pakaian di dalam ruangan yang tidak lembap
Pemilihan lokasi menjemur sangat menentukan hasil akhir pakaian. Ruangan yang tidak lembap, seperti dekat ruang tamu atau koridor rumah, lebih ideal dibanding kamar mandi atau dapur. Pastikan ruangan memiliki aliran udara meski minim cahaya.
Lingkungan yang kering membantu pakaian mengering lebih merata. Dalam praktik tips mengeringkan pakaian saat musim hujan tanpa bau apek, faktor lokasi sering kali sama pentingnya dengan teknik pengeringan itu sendiri.
4. Keringkan dengan mesin pengering
Jika Anda memiliki mesin pengering, manfaatkan alat ini terutama saat hujan berkepanjangan. Mesin pengering mampu mengurangi kadar air secara signifikan dalam waktu singkat. Hasilnya, pakaian lebih cepat siap digunakan tanpa aroma tidak sedap.
Meski konsumsi listriknya lebih tinggi, penggunaan mesin pengering sesekali bisa menjadi solusi efektif. Terutama untuk pakaian tebal seperti handuk atau jaket yang sulit kering secara alami.
5. Jangan gantung baju terlalu rapat
Menjaga jarak antar pakaian saat dijemur adalah hal sederhana namun krusial. Pakaian yang digantung terlalu rapat akan menghambat sirkulasi udara dan membuat bagian tertentu tetap lembap lebih lama.
Dengan memberi jarak yang cukup, udara dapat mengalir di antara kain secara merata. Langkah ini membantu mencegah bau apek dan membuat pakaian kering secara konsisten meski tanpa sinar matahari langsung.
6. Simpan baju di ruangan dengan ventilasi dan jendela
Setelah pakaian hampir kering, memindahkannya ke ruangan dengan ventilasi baik bisa membantu proses akhir pengeringan. Jendela yang dibuka sebagian memungkinkan udara segar masuk dan menggantikan udara lembap.
Tahap ini sering terlupakan, padahal sangat mendukung hasil akhir. Pakaian yang benar-benar kering akan terhindar dari bau apek saat disimpan di lemari.
7. Gunakan pelembut atau pewangi anti apek
Pemilihan produk pencuci juga berperan besar dalam menjaga aroma pakaian. Pelembut atau pewangi khusus anti apek membantu melindungi serat kain dari bau tidak sedap selama proses pengeringan.
Penggunaan produk ini bukan sekadar soal wangi, tetapi juga sebagai perlindungan tambahan. Dikombinasikan dengan teknik yang tepat, langkah ini memperkuat hasil dari tips mengeringkan pakaian saat musim hujan tanpa bau apek.
8. Gunakan dehumidifier
Alat pengurang kelembapan seperti dehumidifier sangat efektif digunakan di ruangan tertutup. Dehumidifier bekerja dengan menyerap uap air di udara sehingga lingkungan menjadi lebih kering dan ideal untuk menjemur pakaian.
Penggunaan alat ini sangat membantu di daerah dengan curah hujan tinggi. Dengan tingkat kelembapan yang terkontrol, pakaian bisa kering lebih cepat dan tetap segar meski dijemur di dalam rumah.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten, Anda tidak perlu lagi khawatir pakaian berbau apek saat musim hujan. Kombinasi teknik sederhana, pemilihan alat yang tepat, dan pengaturan lingkungan akan membantu menjaga pakaian tetap bersih, kering, dan nyaman digunakan.
Frequently asked questions
Apa penyebab cucian bau apek?
Cucian bau apek umumnya disebabkan oleh kelembapan yang terlalu lama pada serat kain. Kondisi ini memicu pertumbuhan bakteri dan jamur, terutama jika pakaian tidak segera dijemur, dikeringkan di ruangan lembap, atau digantung terlalu rapat sehingga sirkulasi udara terhambat.
Bagaimana cara menghilangkan bau apek baju tanpa dicuci?
Mengangin-anginkannya di ruangan berventilasi baik atau di depan kipas angin. Anda juga bisa menyemprotkan larutan air dan cuka atau menggunakan pewangi kain antibakteri, lalu membiarkannya kering sempurna sebelum dipakai.
Bahan pakaian apa yang tidak mudah bau apek untuk dipakai saat musim hujan?
Katun, linen, dan bahan sintetis seperti polyester. Jenis kain ini memiliki sirkulasi udara yang lebih baik dan tidak terlalu menyimpan kelembapan, sehingga lebih nyaman dipakai saat musim hujan.
Bahan pakaian apa yang lebih mudah dikeringkan?
Bahan pakaian yang lebih mudah dikeringkan umumnya adalah polyester, nilon, dan rayon karena seratnya tidak banyak menyerap air.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476914/original/062753400_1768803122-tips_ternak_ikan_nila__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479122/original/031799500_1768969304-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501741/original/018482500_1770954839-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510386/original/056051100_1771827221-Menambal_Panci_Bolong_dengan_Pasta_Gigi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510260/original/034248300_1771824015-Tempat_Tidur_Multifungsi_dengan_Laci_Penyimpanan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399654/original/024759900_1761986069-unnamed_-_2025-11-01T153047.261.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466583/original/088057600_1767848985-kulkas_stailess.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3453887/original/059861500_1620644690-Photo_1_-_Inspirasi_Warna_Idul_Fitri_dari_Dulux_yang_Berikan_Ketenangan_Hati.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509150/original/021878200_1771658832-WhatsApp_Image_2026-02-21_at_14.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5007237/original/075205400_1731658154-cara-menghilangkan-bau-bangkai-tikus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443901/original/078602300_1765764990-Tikus_berkeliaran_di_sampah_dapur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508739/original/032699400_1771591675-Kandang_Burung_di_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216745/original/005505100_1526533221-_2__776314-bagian-dapur-yang-jorok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505002/original/062992800_1771317781-desain_kebun_sayur_gang_sempit__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500598/original/060036200_1770871666-ilustrasi_tandon_air__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493186/original/056821500_1770196927-Rak_Bertingkat_untuk_Simpan_Wadah_Makanan_di_Dapur_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222470/original/049368400_1747396063-id-11134207-7rbke-m6f5pkcsms2v3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501745/original/014373900_1770954841-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472800/original/077444100_1768376283-Lemari_Gantung_Melayang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507059/original/099938800_1771482380-4ecc2106-4248-48f3-9cff-1293b05419e0.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429292/original/062234400_1764579561-Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397519/original/027419100_1761810681-Galvanis_dan_Stainless.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220943/original/011844600_1668039398-Kripto_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4372917/original/005900600_1679903027-27_maret_2023-1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415133/original/051205500_1763361754-Unsplash_-James_Tiono.jpg)
