8 Cara Menanam Kedondong di Pot agar Cepat Berbuah, Cocok untuk Pekarangan Sempit

3 weeks ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang mendambakan memiliki pohon buah di rumah, namun terkendala lahan yang terbatas. Menanam kedondong di pot menjadi solusi cerdas untuk mewujudkan impian tersebut, bahkan di pekarangan yang sempit sekalipun. Dengan teknik yang tepat, pohon kedondong dapat tumbuh subur dan berbuah lebat, memberikan kesegaran buah langsung dari halaman rumah Anda.

Untuk mencapai hasil optimal, diperlukan pemahaman mendalam mengenai setiap tahapan penanaman, mulai dari pemilihan bibit hingga perawatan pascatanam. Lantas bagaimana saja cara menanam kedondong di pot agar cepat berbuah dan cocok untuk pekarangan sempit? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (29/1), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Pemilihan Bibit Kedondong Unggul

Pemilihan bibit merupakan langkah awal yang krusial untuk memastikan kedondong cepat berbuah dan tumbuh optimal di dalam pot. Pilihlah bibit yang sehat dan berasal dari indukan berkualitas tinggi untuk memastikan produktivitas optimal. Bibit yang baik akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan kedondong yang subur dan berbuah lebat di pekarangan sempit Anda.

Ada beberapa cara perbanyakan bibit kedondong, yaitu melalui biji, stek batang, atau cangkok. Bibit dari biji memang menghasilkan akar yang kuat, namun cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah. Oleh karena itu, bibit hasil stek, cangkok, atau sambung pucuk lebih direkomendasikan karena dapat berbuah lebih cepat dan memiliki kualitas yang identik dengan tanaman induknya.

Khusus untuk penanaman kedondong di pot, bibit hasil cangkok sangat cocok karena pertumbuhannya lebih cepat dan berpotensi berbuah dalam waktu satu tahun jika perawatannya baik. Varietas kedondong bangkok juga menjadi pilihan ideal, terutama bagi pemula, karena pertumbuhannya yang cepat dan hasil buahnya yang melimpah. Pastikan bibit yang dipilih bebas dari hama dan penyakit.

2. Pot dan Media Tanam Ideal untuk Kedondong

Pemilihan pot dan media tanam yang tepat merupakan faktor krusial berikutnya dalam cara menanam kedondong di pot agar cepat berbuah. Pot yang sesuai akan memberikan ruang yang cukup bagi akar untuk berkembang, sementara media tanam yang subur akan menyediakan nutrisi esensial. Keduanya berperan penting dalam mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman kedondong.

Gunakan pot atau polybag berukuran besar, dengan diameter dan tinggi minimal sekitar 50 cm, untuk menanam kedondong. Penting juga untuk memastikan pot memiliki lubang drainase yang baik guna mencegah genangan air yang bisa menyebabkan akar membusuk. Ukuran pot yang memadai akan memberikan stabilitas dan ruang tumbuh yang optimal bagi pohon kedondong Anda.

Media tanam yang disukai kedondong adalah yang subur dan gembur. Anda bisa membuat campuran dari tanah dengan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1, atau menggunakan perbandingan tanah, kompos, dan pasir 2:1:1. Campuran ini akan menjaga sirkulasi udara dan kelembapan tanah tetap baik. Untuk perlindungan awal dari hama tanah, tambahkan insektisida seperti Furadan sebanyak 3 gram ke dalam campuran media tanam.

3. Proses Penanaman Bibit Kedondong yang Tepat

Setelah bibit dan media tanam siap, langkah selanjutnya adalah proses penanaman yang benar. Tahapan ini penting untuk memastikan bibit kedondong dapat beradaptasi dengan baik dan mulai tumbuh optimal di dalam pot. Penanaman yang cermat akan mengurangi stres pada bibit dan mempercepat proses pertumbuhan.

Pertama, masukkan media tanam yang sudah disiapkan ke dalam pot hingga penuh. Kemudian, buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 5 hingga 10 cm di tengah media. Letakkan bibit kedondong ke dalam lubang tersebut dengan hati-hati, pastikan akarnya menyebar rata di dalam lubang.

Setelah bibit diletakkan, tutup kembali lubang tanam dengan media hingga penuh dan padatkan perlahan. Segera siram bibit yang baru ditanam hingga media basah merata untuk menghilangkan rongga udara di sekitar akar. Untuk mendukung pertumbuhan awal dan mencegah bibit roboh, pasang ajir atau penyangga di dekat batang.

4. Rutinitas Penyiraman Kedondong di Pot

Penyiraman merupakan aspek vital dalam perawatan cara menanam kedondong di pot agar cepat berbuah, terutama karena tanaman di pot lebih cepat kering. Kebutuhan air yang cukup akan mendukung proses fotosintesis dan transportasi nutrisi ke seluruh bagian tanaman, termasuk untuk pembentukan bunga dan buah. Konsistensi dalam penyiraman sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan kedondong.

Lakukan penyiraman secara rutin, idealnya setiap pagi dan sore hari, terutama saat musim kemarau. Untuk tanaman yang baru ditanam, penyiraman dua kali sehari sangat dianjurkan. Seiring pertumbuhan tanaman, frekuensi penyiraman dapat disesuaikan, misalnya dua hari sekali saat sudah tumbuh baik, atau setiap 4-6 hari sekali jika sudah besar, dengan tetap memperhatikan kondisi kelembapan tanah.

Pastikan penyiraman dilakukan hingga media tanam basah secara merata, namun hindari genangan air yang bisa memicu pembusukan akar. Gunakan gembor saat menyiram agar air tersebar lebih merata dan tidak merusak struktur tanah atau bibit yang masih muda. Tanaman kedondong membutuhkan banyak air pada fase awal pertumbuhannya, sehingga pengecekan kelembapan tanah setiap hari sangat penting.

5. Pemupukan Berkala untuk Buah Kedondong Lebat

Pemupukan yang teratur dan sesuai dosis adalah kunci untuk memastikan kedondong di pot mendapatkan nutrisi yang cukup, sehingga dapat berbuah lebat. Nutrisi yang seimbang akan merangsang pertumbuhan vegetatif dan memicu pembentukan bunga serta buah secara optimal. Ini merupakan bagian penting dari cara menanam kedondong di pot agar cepat berbuah.

Pemupukan pertama dapat dilakukan saat tanaman berumur 2 minggu menggunakan pupuk urea dan NPK. Pemupukan berikutnya bisa dilakukan secara berkala pada usia 1 bulan, 2 bulan, 4 bulan, 8 bulan, dan seterusnya, dengan menambahkan pupuk bokashi. Anda juga bisa memberikan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang setiap 2-3 minggu sekali untuk menjaga kesuburan media tanam.

Selain itu, pemupukan dengan pupuk NPK seimbang (dosis 1-2 sendok makan) dapat diberikan setiap dua bulan sekali, dilengkapi dengan pupuk kandang setiap satu bulan sekali untuk menyeimbangkan pertumbuhan. Untuk merangsang pembuahan saat pohon menjelang berbunga, gunakan pupuk NPK dengan kadar 8:24:24 sebanyak 100-150 gram per pohon. Pupuk booster khusus kedondong juga tersedia dan dapat diaplikasikan setiap 1-3 bulan sekali.

6. Pemangkasan Efektif untuk Merangsang Pembuahan Kedondong

Pemangkasan adalah teknik penting dalam cara menanam kedondong di pot agar cepat berbuah, karena membantu mengelola ukuran tanaman dan merangsang produksi buah. Dengan pemangkasan yang tepat, nutrisi dapat dialokasikan lebih efisien untuk pembentukan buah, bukan hanya pertumbuhan vegetatif. Ini juga menjaga bentuk tanaman tetap ideal untuk pot.

Tujuan utama pemangkasan adalah mengarahkan nutrisi agar fokus pada pembentukan buah, serta membuang bagian yang tidak produktif. Pangkas daun atau cabang yang kering dan tidak menghasilkan buah untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru yang berpotensi membawa bunga dan bakal buah. Pohon kedondong yang rutin dipangkas cenderung memiliki banyak cabang produktif dan tidak tumbuh terlalu besar, sangat cocok untuk pekarangan sempit.

Pemangkasan harus dilakukan secara rutin untuk menjaga produktivitas tanaman. Anda bisa memangkas batang utama setelah mencapai ketinggian tertentu, misalnya sekitar 1 meter, untuk mendorong percabangan. Gunakan alat potong yang tajam dan steril, serta lumasi luka bekas pemangkasan dengan parafin untuk mencegah infeksi.

7. Pengendalian Hama dan Penyakit pada Kedondong Pot

Pengendalian hama dan penyakit secara dini adalah langkah krusial untuk menjaga kesehatan tanaman kedondong di pot dan memastikan produksi buah yang optimal. Tanpa penanganan yang tepat, serangan hama dan penyakit dapat menghambat pertumbuhan dan mengurangi hasil panen secara signifikan. Ini adalah bagian integral dari cara menanam kedondong di pot agar cepat berbuah.

Hama umum yang sering menyerang kedondong meliputi ulat perusak daun (Cricula trifenestrata Helf.) yang menyebabkan daun berlubang dan kering, serta kumbang (Podontia affinis Grond.). Waspadai juga ulat daun dan kutu putih yang dapat mengganggu pertumbuhan. Penyakit yang menyerang kedondong umumnya disebabkan oleh cendawan, bakteri, atau virus, seperti Phytopthora, Fusarium, Diplodia, Gloeosporium, dan Phoma.

Untuk pengendalian, lakukan sanitasi rutin dengan membersihkan gulma di sekitar pot dan membersihkan daun kedondong yang rimbun. Pengendalian mekanis seperti mengumpulkan ulat Cricula secara manual juga efektif. Jika diperlukan, gunakan pestisida alami seperti larutan bawang putih. Untuk serangan hama yang parah, semprotkan insektisida dengan dosis tepat, dan gunakan fungisida untuk penyakit.

8. Penyiangan dan Penggemburan Media Tanam

Penyiangan dan penggemburan media tanam adalah praktik perawatan rutin yang mendukung kesehatan dan pertumbuhan optimal kedondong di pot. Langkah-langkah ini memastikan bahwa tanaman mendapatkan nutrisi penuh dan lingkungan tumbuh yang baik, berkontribusi pada keberhasilan cara menanam kedondong di pot agar cepat berbuah.

Penyiangan melibatkan pembersihan rumput liar atau gulma yang tumbuh di dalam pot secara rutin. Gulma bersaing dengan tanaman kedondong untuk mendapatkan nutrisi, sehingga penyiangan penting untuk memastikan semua nutrisi terserap sepenuhnya oleh tanaman utama. Lakukan penyiangan sejak tanaman berusia 2-4 minggu setelah tanam, cabut gulma hingga ke akarnya dengan hati-hati agar tidak merusak akar pohon.

Penggemburan media tanam, meskipun lebih jarang dilakukan dibandingkan penyiangan, juga penting untuk aerasi tanah dan penyerapan nutrisi yang lebih baik. Lakukan penggemburan ketika akar tanaman sudah mulai terlihat di permukaan media. Proses ini membantu menjaga struktur tanah tetap gembur dan mendukung perkembangan akar yang sehat.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Menanam Kedondong di Pot agar Cepat Berbuah

1. Bibit kedondong jenis apa yang paling cepat berbuah jika ditanam di pot?

Jawaban: Bibit hasil cangkok atau stek, terutama varietas kedondong bangkok, sangat direkomendasikan karena lebih cepat berbuah dan cocok untuk penanaman di pot.

2. Bagaimana ukuran pot dan media tanam yang ideal untuk kedondong?

Jawaban: Gunakan pot berdiameter dan tinggi minimal 50 cm dengan lubang drainase baik. Media tanam sebaiknya subur dan gembur, campuran tanah, kompos, dan pasir (2:1:1) sangat disarankan.

3. Seberapa sering kedondong di pot harus disiram dan dipupuk?

Jawaban: Penyiraman dilakukan rutin setiap pagi dan sore, terutama saat baru tanam dan musim kemarau. Pemupukan awal saat 2 minggu, lalu berkala dengan NPK dan pupuk organik setiap 1-2 bulan.

4. Mengapa pemangkasan penting untuk kedondong yang ditanam di pot?

Jawaban: Pemangkasan membantu mengarahkan nutrisi untuk pembentukan buah, merangsang tunas baru, dan mengelola ukuran tanaman agar tetap produktif di pot.

5. Hama apa yang sering menyerang kedondong di pot dan bagaimana cara mengatasinya?

Jawaban: Hama umum adalah ulat perusak daun dan kutu putih. Atasi dengan sanitasi, pengendalian mekanis, atau pestisida alami seperti larutan bawang putih.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |